Ibrahim Anis dan Pemikirannya dalam Bidang Bahasa

Ibrahim Anis lahir di Kairo, Mesir pada tahun 1906 bertepatan tahun 1324 hijriyah. Ia tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga yang terhormat. Keluarga di mana Ibrahim Anis hidup sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Pendidikan Ibrahim Anis dimulai dari madrasah ibtidaiyah. Lulus dari tingkat ini ia melanjutkan ke madrasah persiapan yang berafiliasi ke Dar al-‘Ulum. Setelah mendapat ijazah tingkat Tsanawiyah ia melanjutkan ke Dar al-‘Ulum pada tingkat ‘Aliyah, dan lulus pada tahun 1930.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Dar al-‘Ulum ia aktif dalam dunia sastra. Aktifitas-aktifitas sastra ia jalani, seperti menulis kasidah-kasidah puisi arab, drama-drama dengan berbagai tema, baik sosial maupun sejarah, dan sandiwara. Tentang aktifitasnya dalam bidang sandiwara ini dikemukakan oleh Mahdi ‘Allam: “Bahwa Ibrahim Anis pernah menjadi ketua organisasi sandiwara ketika masih di Dar al-‘Ulum. Dalam organisasi tersebut ia telah menulis sebuah naskah sandiwara yang berjidul al-Syaikh al-Mutasaby yang bertemakan kepahlawanan”.

Disamping aktif dalam dunia sastra, Ibrahim Anis masih menyempatkan diri mengajar di sekolah almamaternya sampai akhirnya ada pengumuman dari Departemen Ilmu Pengetahuan Mesir yang memberikan kesempatan belajar ke Eropa bagi bangsa Mesir dengan cara kompetisi. Ibrahim Anis ikut serta dan berhasil diterima di Universitas London dalam bidang sastra pada tahun 1939. Tepat dua tahun ia berhasil menyelesaiakan kuliahnya (1941). Pada tahun itu juga ia langsung melanjutkan studinya pada tingkat doktor. Di universitas tersebut Ibrahim Anis ditunjuk sebagai ketua organisasi mahasiswa Mesir di London.

Setelah menyelesaikan kuliah di London, ia pulang ke Mesir dan diangkat sebagai dosen di Dar al-‘Ulum. Tidak lama kemudian ia pindah mengajar di Universitas Iskandaria pada fakultas sastra.

Dua tahun di Universitas Iskandaria, ia sempat mendirikan Lembaga Fonologi, yang aktifitasnya antara lain melakukan kajian-kajian bahasa dan fonetik. Kemudian kembali ke Dar al-‘Ulum, ia diangkat sebagai Guru Besar dan tidak lama kemudian diangkat sebagai ketua Jurusan Bahasa. Pada tahun 1955 untuk kali pertama Ibrahim Anis menjadi Dekan di Fakultas Bahasa Dar al-‘Ulum. Tiga tahun berikutnya, 1958 untuk kedua kalinya ia terpilih sebagai Dekan. Sebagai Dekan Ibrahim Anis mencurahkan segala perhatian akademik dan intelektualnya untuk kemajuan fakultas yang ia pimpin. Salah satu muridnya, yaitu ‘Abdullah Darwisy menuturkan bahwa Ibrahim Anis benar-benar mencurahkan semua kemampuan intelektual dan waktunya, dari pagi sampai sore untuk kemajuan fakultas yang ia pimpin.

Pada tahun di mana dia untuk kedua kalinya terpilih sebagai dekan di Fakultas Bahasa Dar al-‘Ulum, Ibrahim Anis mulai memalingkan pemikiran-pemikirannya kepada kajian-kajian ilmiah yang baru, yaitu ilmu al-Lughah. Oleh karenanya ia melibatkan diri ke dalam Lembaga Bahasa Arab, sebuah lembaga bahasa yang sangat ternama. Tiga tahun kemudian (1961) Ibrahim Anis –beserta 9 orang lainnya–baru mendapatkan keanggotaannya di lembaga bahasa tersebut.

Aktifitas Ibrahim Anis di lembaga bahasa semakin terlihat, tatkala ia terpilih sebagai tim kecil yang menggodok masalah-masalah penting, seperti al-lahjat (dialek), al-mu’jam al-kabir (kamus besar), al-usul, dan lain-lain, disamping ia juga aktif menulis tema-tema yang berbobot pada majalah lembaga tersebut. Karena prestasinya itu Ibrahim Anis kemudian diserahi amanah sebagai penasehat majalah lembaha bahasa sejak edisi 22, tahun 1967 menggantikan profesor Zaki al-Muhandis, seorang anggota lembaga bahasa yang mengundurkan diri. Di kemudian hari Zaki al-Muhandis ini diketahui sebagai paman (dari ibu) Ibrahim Anis, dan salah seorang penasehat senior pada lembaga bahasa tersebut, dan pernah menjadi dekan pada pascasarjana Dar al-‘Ulum. Ia terpilih menjadi anggota pada lembaga bahasa pada tahun 1946.

Ibrahim Anis mempelajari ilmu-ilmu bahasa Arab dari para ahli bahasa Dar al-‘Ulum. Kemudian melanjutkan studinya ke London untuk mendalami metodologi-metodologi baru kajian bahasa. Di London ia aktif membaca dan mengkaji karya-karya ilmiah para ahli bahasa dunia, baik karya-karya yang mengakaji bahasa-bahasa klasik mapun bahasa-bahasa modern.
Dari sinilah kemudian ia melahirkan pemikiran-pemikiran dan metodologi sendiri yang didasarkan pada kajian dan interpretasi yang mendalam terhadap karya-karya para ahli bahasa dunia tersebut.

Kajian-kajian ilmiah Ibrahim Anis, baik ketika masih di London mapun setelah ia kembali ke Mesir sebagian besar membicarakan masalah simantik, fonologi, morfologi, dialek Arab, dan syair.

Dalam bidang dialek Arab, Ibrahim Anis membicarakan masalah kondisi Bangsa Arab sebelum datangnya Islam, wilayah-wilayah di mana dialek tersebut hidup, hubungan antara dialek Arab dengan bacaan al-Quran, sampai kepada unsur-unsur yang membentuk dialek Arab modern.
Dalam bidang fonetik, ia mengkaji ukuran-ukuran pembentukan fonetik, metodologi yang digunakan oleh para ahli bahasa klasik, dan pembentukan fonetik di kalangan anak-anak dan orang dewasa.

Dalam bidang simantik, ia membicarakan simantik dan macam-macamnya, simantik untuk anak-anak dan dewasa, perkembangannya, dan pengaruh simantik terhadap terjemah.

Dari beberapa aktifitas ilmiah inilah Ibrahim Anis kemudian merumuskan pemikirannya dalam bentuk buku. Diantara karya-karya ilmiah tersebut adalah: al-Aswat al-Lugawiyah, fi al-Lahjat al-‘Arabiyah, min Asrar al-Lugah al-‘Arabiyah, Dalalah al-Alfaz, al-Lugah bain al-Qaumiyah wa al-Alamiyah, dan Musiqa al-Syi’r. Kitab yang disebut terakhir ini membicarakan karakteristik syair-syair Arab klasik dan modern.

Aktifitas ilmiah ini terus dilakukan oleh Ibrahim Anis sampai akhir hayatnya. Ibrahim Anis memenuhi panggilan Allah swt. dalam usia 71 tahun, tepatnya 8 Juni 1977 yang bertepatan 20 Jumada al-Akhirah 1397 hijriyah.

DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Mahdi ‘Allam, al-Majma’iyyun fi Khamsin ‘Aman, Kairo: al-Hai`ah al-Ammah li Syu`un al-Matabi’ al-Amiriyah, 1986
Muhammad Khair Ramazan, Tatimmah al-A’lam li al-Zirkili, Beirut: Dar Ibn Hazm, 1998
‘Aly al-Najdy Nasif, Dr. Ibrahim Anis, Majallah al-Lugah al-‘Arabiyah, juz. 40, Kairo, 1977
www.Islamonline.net/Arabic?history/1422/09/article08.shtml

Penulis Alumni Qudsiyyah Kudus, Dosen Tetap Jurusan Bahasa & Sastra Arab Universitas Negeri Jakarta dan Ketua Redaktur Pelaksana Jurnal Parameter Lemlit UNJ

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply