KEMBALI AJARAN AGAMA SOLUSI KENAKALAN REMAJA

QUDSIYYAH, KUDUS-Kembali kepada ajaran agama menjadi salah satu cara ampuh mengatasi serta menanggulangi kenakalan remaja. Ini karena dalam ajaran agama telah disediakan solusi dari permasalahan yang dihadapi umatnya, tak terkecuali pada persoalan yang menyangkut remaja.

Hal tersebut mengemuka dalam Ceramah Ilmiah Siswa dengan tema “Menggagas Pergaulan Remaja Berbasis Akhlakul Karimah” yang diselenggarakan Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) Kudus, di gedung Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Sabtu (14/5/2011).

Salah satu nara sumber, Trubus Raharjo, dosen Psikologi Universitas Muria Kudus mengungkapkan, masa remaja memang masa yang rentan dan masih sering ikut arus dan menghadapi banyak tantangan sekarang ini . Salah satunya adalah persolan obat-obat terlarang dan minuman beralkohol. Apalagi, kata dia, disinyalir persoalan tersebut tidak hanya sebagai pelarian saat memiliki masalah saja, tetapi juga sudah banyak yang merupakan kebiasaan dan kebanggaan bagi remaja.

“Bagi mereka alkohol memberi kenikmatan pada saat sedih, tapi ini sangat menyesatkan,” terangnya. Dikatakan, pelarian terhadap hal-hal negatif seperti obat-obatan terlarang maupun minuman beralkohol hanya merupakan kenikmatan sesaat yang justru akan menjerumuskan remaja tersebut.

Lebih jauh, diungkapkan Trubus soal perilaku penyimpangan ini yang diduga sudah menjadi kebiasaan dan bahkan kebanggaan. “Alkohol dianggapnya simbol kemampuan materi dan obat-obat terlarang merupakan simbol kekuasan di lingkungannya. Ini sama sekali tidak benar,” tandasnya.

Persoalan lain, tambahnya, yang dihadapi remaja saat ini adalah perilaku seksual pranikah. Persolan ini kemudian rentan merambat menjadi persoalan-persoalan baru seperti hamil di luar nikah mupun aborsi.  “Salah satu kunci efektif menghindarkan kenalakan-kenalan remaja ini adalah kembali kepada ajaran agama serta pemilihan teman,” katanya.

Sementara, Muhammad Naf’an, nara sumber lain dari guru madrasah Qudsiyyah menyatakan, dinamika remaja memang sangat unik. Namun begitu Islam begitu memperhatikan persoalan remaja ini. “Ajaran Islam sebagai pedoman hidup umatnya telah mengatur tata cara pergaulan remaja agar,” jelasnya.

Naf’an mencontohkan, agar terhindar dari perilaku seksual pranikah atau biasa disebut dengan zina adalah menjaga hubungan antar laki-laki dan perempuan. “Tidak diperkenankan berdua-duan saja antara laki-laki dan perempuan,” teganya.

Dijelaskan, jika laki-laki dan perempuan berada di tempat sepi, maka akan sangat rentan akan melakukan hal-hal yang dilarang agama karena diantara mereka ada setan yang selalu membujuk untuk melakukan hal-hal negatif. “Kembali kepada ajaran agama merupakan cara ampuh menghindari perilaku-pearilaku negatif,” tandasnya.

Selain itu dikatakan bahwa salah satu hal yangperlu dihindari remaja adalah memanfaatkan waktu seefektif mungkin. “Jangan sampai terjadi waktu luang karena mudah tergiur ke arah negatif,” terangnya.

Oleh karenanya, hendakany remaja mengisi waktu luang dengan berbagai kegiatan yang positif. “Dalam hadis nabi diterangkan hendaknya kita meninggalkan sesuatu yang tak berguna,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PPQ, Chasan Albab, ditemui seusai acara mengatakan, acara yang mengundang pelajar SMA sederajat se Kudus, Pati dan Jepara ini sangat penting bagi para pelajar. Ini karena pergaulan remaja akhir-akhir ini begitu miris dan mengkhawatirkan. “Kita berharap remaja akan tahan goda dengan hal-hal negatif serta memanfaatkan semangat dan potensinya untuk kebaikan,” tandasnya. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply