KENALKAN SENI ISLAMI MELALUI LOMBA REBANA DAN SHOLAWAT

QUDSIYYAH, KUDUS-Guna memperkenalkan seni islami terhadap anak-anak, madrasah Qudsiyyah Kudus menggelar lomba seni islami Rebana tingkat SD dan MI dan juga lomba sholawat tingkat TK sederajat. Lomba yang dilaksanakan di halaman madrasah Qudsiyyah Jl. KHR Asnawi Kudus ini, Selasa (3/5) ini sekaligus merupakan serangkain acara Haul Masyayikh madrasah Qudsiyyah yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) Kudus.

Dalam sambutan kepala MI Qudsiyyah, M Aftoni, sesaat sebelum lomba rebana dan sholawat, mengungkapkan pentingnya mengenalkan agama kepada anak-anak. Salah satunya melalui seni islami yang menarik minat anak-anak. “Kita berharap melalui lomba Rebana ini anak-anak semakin cinta terhadap islam,” katanya.

Seni Rebana atau juga disebut dengan terbangan merupakan salah satu kesenian Islam yang didalamnya berisikan tentang lagu-lagu islami,baik itu pujian terhadap Allah atupun sholawat kepada Nabi Muhammad.

Lebih lanjut dikatakan, melalui lomba tersebut tidak hanya berkutat pada siapa yang bakal meraih juara, tetapi yang paling penting justru adalah memupuk semangat serta kecintaan terhadap agamanya.

Kagiatan lomba tersebut juga merupakan momentun peluncuran album ke-9 grup Rebana Al-Mubarok Madrasah Qudsiyyah yang bertajuk Rayuanku. Dalam album yang berisi sholawat sebanyak 10 buah tersebut selain diluncurkan dalam bentuk kaset juga akan diluncurkan dalam bentuk video compact disc (VCD) lengkap dengan video clip hasil karya dari kreativitas siswa-siswa Qudsiyyah. Salah satu lagu andalan adalah lagu yang berjudul Syaikhona yang berisi tentang profil KH Ma’ruf Irsyad yang meninggal pada tahun lalu, lengkap degan video dan gambar beliau semasa hidup dan ketika prosesi pemakaman.

Peluncuran album ini sendiri dilakukan pada pengajian umum semalam yang juga mengundang habib Syech bin Abdul Qodir (Solo) serta KH M Sya’roni Ahmadi yang merupakan sesepuh madrasah Qudsiyyah.
Sebelum pengajian dilaksanakan sore kemarin juga diadakan ziarah dan tahlil ke makam para guru madrasah Qudsiyyah yang dipusatkan di Pemakaman Sedio Luhur Bakalan Krapyak. Ziarah ini diikuti oleh alumni madrasah Qudsiyyah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kudus serta alumni yang berasal dari luar kota, seperti Jepara, Pati, Demak, Semarang, dan Jakarta. Tak ketinggalan, seluruh siswa Qudsiyyah mulai dari tingkat MI, MTs dan MA juga dilibatkan dalam ziarah dan tahlil ini. (*)

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply