JALAN-JALAN ALA MA’HAD QUDSIYYAH

QUDSIYYAH, KUDUS – Liburan madrasah kali ini benar-benar dimanfaatkan betul bagi para santri Ma’had Qudsiyyah untuk terus belajar. Tapi kali ini beda. Pembelajaran kali ini dilaksanakan di luar kelas. Setelah sehari sebelumnya melakukan studi keredaksian di kantor harian Radar Kudus, Rabu (15/6/2011), para santri ini melakukan kunjungan ke beberapa tempat usaha.

Sekitar tiga puluh santri Ma’had Qudsiyyah melakukan kunjungan ke usaha sablon milik bapak Rosyidi, Lemah Gunung, Bakalan Krapyak, Kaliwungu Kudus, sekitar satu kilometer sebelah utara Ma’had Qudsiyyah. Di tempat  tersebut para santri langsung belajar mengenal peralatan sablon, serta bahan-bahan sablon.

Dengan bimbingan langsung dari pemilik usaha Rosyidi, para santri dengan antusias melihat dari dekat proses pembuatan sablon. Sekitar tiga jam lebih para santri mengamati langsung serta diberikan teori-teori dasar tentang sablon dan pewarnaan dari ustad  Aries Urianto.

Usai kunjungan dari pengusaha sablon, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi usaha percetakan Arjuna Barokah, sekitar setengah kilometer arah selatan dari lokasi Ma’had. Di tempat tersebut para santri meoihat langusng proses percetakan, mulai dari peralatannya, mesin-mesinnya, hingga hasil yang telah jadi maupun setangah jadi. Para sanri juga diperkenalkan dengan bahan percetakan serta proses percetakan yang cukup rumit. Jadi, dalam kunjungan tersebut diharapkan para santri Ma’had Qudsiyyah mengenal lebih dekat usaha percetakan serta usaha sablon.

Meski dengan berjalan kaki, para santri tetap semangat menapaki jalan pulang menuju pemondokan di lingkungan Ma’had. Apalagi dalam perjalanan pulang tersebut, para santri sempat berunjung juga ke galeri Creativelabs, yang berada tepat di sebelah selatan perempatan Jember. Di tempat tersebut, para santri melihat langung kerajian-kerajian serta hasil karya budaya Kudus, seperti Batik Kudus lukisan, kerajinan tangan, desain-desain gambar khas kota Kudus dan lain sebagainya. Dalam kesempatan tersebut, salah satu pemilik galeri, Maesah Anggni juga sempat memberikan penjelasan kepada para santri tentang karya-karya yang dipajang pada galeri tersebut.(*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply