Harlah Ma’had, Sederhana Tapi Kaya Makna

QUDSIYYAH, KUDUS – Genap satu tahun sudah Ma’had Qudsiyyah Kudus berdiri. Semenjak diresmikan oleh Mustasyar PBNU, KH. Sya’roni Ahmadi pada Senin Pon, 24 Dzul Qa’dah 1431 H/1 November 2010 TU, pesantren yang lahir dari madrasah Qudsiyyah ini telah menjalankan visi misi pendidikan yang ingin dicapainya, yakni menyelenggarakan studi Fiqh secara mendalam dan menyeluruh melalui perpaduan pendidikan sekolah dan pesantren.

Dalam perjalanan satu tahun ini, berbagai prestasi juga ditorehkan para santri. Prestasi ini antara lain dalam kejuaraan Musabaqah Qiratul Kutub, serta dalam perkemahan santri  beberapa pekan lalu.

Memperingati Harlah pertama Ma’had ini, para santri yang tergabung dalam Persatuan Santri Ma’had Qudsiyyah (PSMQ), menyelenggarakan beberapa kegiatan. Pada Senin (31/10/11) sore seluruh santri dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Qudsiyyah, KH Fathur Rahman, BA melaksanakan ziarah ke makam Sunan Kudus dan makam KHR Asnawi. Sekitar 80 santri dengan khidmah menjalankan kegiatan ziarah tersebut.

Malam harinya, dengan dihadiri oleh asatidz Ma’had, para santri melaksanakan doa bersama serta maulid Nabi. Meski dengan acara yang sederhana, namun para santri diingatkan untuk terus bersemangat dalam menjalani proses mondok di pesantren ini. Salah satu hal yang menjadi pesan penting oleh Naib Mudir, KH Yusrul Hana dalam sambutan beliau antara lain menyoroti tentang pentingnya mempelajari ilmu Nahwu Shorof untuk mendukung pembelajaran Fiqh. “Yang menjadi pondasi dalam mempelajari kitab-kitab Fiqh klasik justru Nahwu Shorof ,” tandas beliau.

Oleh karenanya, Ustad yang biasa disapa dengan Gus Hana ini mengingatkan kepada seluruh santri untuk tetap giat dan semangat dalam menghafal;kan bait-bait alfiyyah yang merfupakan program wajib pesantren ini. “Bagi yang belum setor segera setor, bagi yang belum lancar tetap semangat untuk menghafal,” imbuhnya. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply