LDK, Mencetak Generasi Pemimpin Intelektual

QUDSIYYAH, KUDUS-Demi melanjutkan estafet kepengurusan, Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) menyelenggarakan acara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), pada Selasa (13/9/2010). Acara yang mengambil lokasi di Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kerjasan, Kudus ini menghadirkan nara sumber yang kompeten dan faham betul mengenai leadership.

Acara yang bertemakan “Bungunnya Singa Intelek”, menurut Ketua Umum PPQ, Hasan Albab, menunjukkan singa sebagai simbol raja hutan diibaratkan seorang pemimpin di masyarakat yang mampu melindungi dan memberi solusi di tengah problem masyarakat. Hal inilah diharapkan santri Qudsiyyah muncul sebagai singa sesuai kemampuannya, baik yang handal di bidang akademik, seni, jurnalistik, baca kitab, dan sebagainya. Inilah yang diharapkan di masa depan, para santri menjadi kreatif salah satunya diasah melalui organisasi PPQ.

“Kami berharap kepengurusan PPQ mendatang mampu lebih baik dari kepengurusan periode kami,” ujar ketua PPQ periode 2010-2011 yang saat ini telah menginjak kelas XII MA Qudsiyyah.

Selama 2 hari, acara tersebut diisi beberapa materi untuk pembekalan para peserta LDK, diantaranya materi sejarah PPQ, keorganisasian, keadministrasian, bina komunikasi.

Materi kemimpinan, disampaikan oleh Abdul Jalil, M.E.I yang banyak menguak pada persoalan yang dihadapi leader (pemimpin) sesuai dengan makalah beliau yang berjudul Kepimpinan : seni menyelesaikan masalah. Beliau memaparkan, bahwa menjadi pemimpin bukanlah perkara mudah. Karena saat ini semakin berkembangnya permasalahan yang dihadapi para pemimpin, khususnya pemimpin di masyarakat. “Begitu beratnya menjadi pemimpin, makanya saya tak begitu terobsesi menjadi pemimpin,” ungkap pria yang juga sebagai wakil sekretaris Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (YAPIQ) Menara Kudus ini.

Di sela-sela ketika beliau menyampaikan meterinya, ada seorang peserta yang menanyakan kriteria pemimpin yang sukses. “Pemimpin mampu dibilang sukses itu ketika telah mampu menyelesaikan masalahnya, karena kriteria sukses itu relatif,” jawab beliau dengan singkat dihadapan puluhan peserta delegasi dari kelas VIII-XI Madrasah Qudsiyyah.

Di samping pembekalan lewat beberapa materi, para peserta juga dibagi menjadi bebarapa kelompok sebagai pengurus PPQ bayangan. Hal itu agar nantinya para calon pengurus PPQ mempunyai planning (rencana) khusunya kelas XI MA, baik itu dalam hal manajemen, progam kerja, maupun rancangan anggaran keuangan. Alhasil, lewat kepengurusan PPQ bayangan tersebut, muncul ide-ide baru mengenai progam kerja baru untuk jangka panjang ataupun sekedar evaluasi demi kesuksesan dan kemajuan PPQ. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “LDK, Mencetak Generasi Pemimpin Intelektual”

  1. zidny berkata:

    wahh ono fotonee….

Leave a Reply