Peringatan Maulid Nabi itu Penting

QUDSIYYAH, KUDUS-Peringatan kelahiran nabi Muhammad saw itu sangat penting. Ini karena ada dasar landasan perintah agama untuk mencurahkan rasa bahagia atas kelahiran rasul. Demikian salah satu poin penting dalam mauidhoh hasanah yang disampaikan KH Sya’roni Ahmadi pada peringatan Maulid Nabi Muhammad saw Madrasah Qudsiyyah Kudus, Sabtu (4/2).

Dijelaskan, dalam Alquran surat Yunus ayat 58 disebutkan perintah untuk bergembira atas fadhal dan rahmat Allah. “Dalam Alquran terkadangn terdapat kalimat yang sharih (jelas-red) dan terkadang dalam bentuk isyarat,” terang kyai sepuh Kudus ini.

Fadhal dan rahmat Allah tersebut adalah kelahiran Nabi dan diutusnya Nabi membawa misi keislaman dan menjadi Nabi terakhir. “Begitu banyak fadhal Allah dan yang paling  agung adalah kelahiran Nabi Muhammad saw,” ungkap beliau.

Di hadapan lebih dari seribu santri madrasah Qudsiyyah Kudus, kyai Sya’roni menerangkan, mengenai fadhal Allah yang paling agung berlandaskan pada sebuah hadis qudsy yangmenjelaskan bahwa diciptakannya alam semester ini adalah karena Nabi Muhammad saw. Allah bersabda dalam Hadis Qudsy yang artinya jika tidak karena kamu (Muhammad), maka Aku (Allah) tidak akan menciptakan alam semeta ini. “Dari sini bisa disimpulkan bahwa pertama kali Allah yang Allah ciptakan adalah Nur Muhammad,” tambah beliau.

Lebih lanjut lagi, beliau mengatakan bahwa Abu Lahab yang jelas kekafirannya, siksanya dikurangi setiap hari Senin berkat rasa bahagianya saat kelahiran Nabi Muhammad saw. Budak Abu Lahab  yang bernama Suwaibah Aslamiyah dimerdekakan kerana rasa bahagianya saat keponakannya, yakni Nabi Muhammad saw lahir. “Orang kafir saja bisa seperti itu, apalagi bila dilakukan orang muslim,” imbuhnya.

Adapun cara untuk hurmat maulid Nabi, diterangkan bisa dilakukan secara individu maupun secara rombongan banyak orang. Secara rombongan contohnya dengan menggelar peringatan maulid nabi  dengan membaca al barzanji, Simtudduror dan sebagainya. Sedang secara individu bias dilakukan dengan memperbanyak membaca salawat Nabi dan juga memperbanyak mengkhatamkan Alquran. “Yang penting didasari atas rasa gembira atas kelhiaran Nabi serta rasa cinta kepada Rasul,” tandas beliau.

Dalam peringatan maulid Nabi kali ini, selain menggelar pengajian, juga dilaksanakan beberapa kegiatan lain.  Pada Kamis (2/1) dilakukan khataman Alquran oleh para alumni Madrasah Qudsiyyah yang hafidh (hafal Alquran). Selain itu juga digelar berbagai macam lomba antar kelas yang terdiri atas lomba bidang akademik, seperti lomba hafal alfiyyah, lomba pidato, lomba falak, serta lomba bidang olahraga, seperti futsal, bulu tangkis, catur dan juga lomba hiburan bagi santri anak-anak, seperti lomba kelereng, lomba memasukkan pensil ke botol. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply