ISMAPOP, Generasi Baru IPMAS

QUDSIYYAH, KUDUS – Kesadaran para santri madrasah dan pondok pesantren di kabupaten Kudus terhadap berbagai tantangan dewasa ini kian mengemuka. Kesadaran ini kemudian mewujud untuk terus berproses, mendalami, dan mengeskplorasi berbagai disilpin kelimuan, khususnya mendalami ilmu-ilmu yang bersumber dari kitab klasik, kitab kuning.

Derasnya arus globalisasi yang tak pandang bulu juga dikhawatirkan akan mereduksi pendidikan, khususnya pendidikan agama. Kitab salaf yang ajarkan di madrasah salafiyah dan Pondok Pesantren, sebagai pondasi serta salah satu sumber ilmu agama dikhawatirkan akan mulai terpinggirkan. Jika terus dibiarkan, entah apa jadinya masa depan generasi muda, khususnya para santri yang notabene sebagai generasi penerus ulama.

Oleh karenanya, Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) menggagas pendirian wadah para santri yang kemudian disepakati bernama ISMAPOP (Ikatan Santri Madrasah dan Pondok Pesantren). Pertemuan yang melibatkan lebih dari 40 perwakilan santri madrasah dan pesantren kabupaten Kudus, Jepara, Pati, dan Demak ini dilaksanakan pada Sabtu (29/10/2011), di Laboratorium MA Qudsiyyah, Kerjasan, Kudus.

Sebenarnya ISMAPOP merupakan genarasi baru IPMAS (Ikatan Madrasah Aliyah Salafiyyah). IPMAS sendiri merupakan organisasi siswa madrasah Aliyah berbasis salafiyah tingkat Karesidenan Pati yang berdiri pada tahun 1993. Banyak hal yang dilakukan, antara lain pertemuan rutin Bahsul Masail, pelatihan, seminar, dan sebagainya. Namun, IPMAS akhirnya vacum mulai tahun 2001.

Di tahun ini, gagasan menghidupkan kembali IPMAS menguat dan memunculkan ISMAPOP. Bedanya, kalau IPMAS dulu hanya melibatkan siswa Aliyah, di organisasi yang baru ini juga melibatkan para santri pondok pesantren menjadi anggota, jadi tidak hanya didominasi pelajar saja.

“Pada tahun 90-an, peradaban zaman menjadi faktor berdirinya IPMAS,” ungkap Abdul Jalil M.E.I selaku ketua pertama IPMAS di tahun 1993. Tak hanya faktor peradaban zaman, faktor yuridis undang-undang pendidikan juga menjadi latar belakang berdirinya IPMAS. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply