KKN Ala Madrasah Qudsiyyah

Sebuah Catatan Kegiatan Qurban dan Baksos

Bila dalam Perguran Tinggi ada Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai perwujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat, maka di Madrasah Qudsiyyah Kudus ada yang namanya bakti sosial (baksos). Dalam kegiatan ini para santri Madrasah Qudsiyyah terjun langsung ke masyarakat untuk berbaur sekaligus berdakwah serta melaksanakan pembagian daging qurban di tengah-tengah masyarakat. Lokasinyapun selalu berbeda tiap tahunnya. Bahkan, pernah pula dilaksanakan di kabupaten sekitar, yakni di Jepara, tepatnya di desa Nalumsari, dan di kabupaten Pati, yakni di Gembong.

Kegiatan ini tak lain merupakan kegiatan tahunan yang dipandegani oleh Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) yang pelaksanaanya bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Karena berbarengan dengan hari raya Idul Qurban inilah, maka kegiatan bakti sosial tersebut dinamakan Qurban dan Baksos.

Pada tahun 2011 ini kegiatan tersebut ditempatkan di dukuh Kambangan desa Menawan kec. Gebog kabupaten Kudus. Agenda ini berlangsung selama tiga hari, yakni mulai Sabtu (5/11/2011) hingga Senin (7/11/2011).

Tidak sekadar membawa pasukan para santri, dalam baksos tersebut, Madrasah Qudsiyyah membawa hewan qurban dan beras untuk dibagikan ke warga sekitar. Pada kesempatan ini, panitia yang dipegang oleh santri kelas X Aliyah ini membawa 12 ekor kambing, 1 ekor kerbau serta membawa 8,5 kwintal beras untuk dibagikan kepada sekitar 430 warga. Bantuan-bantuan ini berasal dari para agniya’ serta iuran dari para santri.

Oleh para santri, tiga hari tersebut dijalankan dengan penuh hikmah dan banyak pelajaran yang dapat diambil. Selain berdakwah, banyak pula kegiatan yang menyenangkan bagi semua lapisan masyarakat. Pada malam takbiran misalnya, para santri memeriahkan malam riyaya dengan gema takbir berkeliling di kampung tersebut.

Begitu pula saat riyaya, para santri benar-benar ditempa dan diuji keberhasilan pendidikannya di Madrasah Qudsiyyah. Ya, ini karena dari dahulu hingga sekarang, selama menjalankan kegiatan baksos, salah satu santri Madrasah Qudsiyyah akan menjadi khatib dalam khutbah Idul Adha di kampung yang didatangi tersebut.

Biasanya, santri yang bertugas berasal dari kelas XII. Tahun ini Hasan Albab, yang juga mantan ketua PPQ di periode sebelumnya ini menjadi khatib dalam kegiatan tersebut. Hal ini jelas menjadi manfaat serta mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan di bangku madrasah.

usai sholat Idul Fitri pun kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban bersama-sama dengan masyarakat setempat serta kemudian dibagikan bersama dengan pemberian daging qurban dan beras.

Pada malam harinya pun, para santri kemudian menyelenggarakan pegajian umum dengan dihadiri masyarakat sekitar. Biasnya, mauidhoh hasanah yang disampaikan juga merupakan salah satu alim ulama dari Madrasah Qudsiyyah maupun dari para alumni. Ini dilakukan untuk terus berupaya mempererat tali silaturrahim.  Tahun ini pak Ali Shodiqin, alumnus Madrasah Qudsiyyah dari Jepang Kudus berkesempatan menyampaikan mauidhoh.

Tak hanya soal pendidikan keagamaan bagi masyarakat, bagi anak-anak pun tetap mendapatkan kegembiraan, yakni melalui permainan serta ketrampilan yang mendidik. Ini dikarenakan panitia juga menggelar beberapa lomba dan permainan bagi anak-anak warga kampug tersebut. Tujuannya jelas, yakni untuk memeriahkan serta mendapatkan kesenangan dan senyum lebar anak-anak dalam kegiatan itu. Beberapa lomba itu antara lain, lomba krupuk, memasukkan pensil, baca al-Qur’an, adzan, sholat, menggiring bola, baca al barzanji, dan sebagainya.

Ketua panitia Hasan Aufa menjelaskan, kegiatan ini jelas merupakan pendidikan yang nyata bagi para santri. “Ini adalah proses pembelajaran nyata bagi kami di tengah-tengah masyarakat,”ungkapnya.

Kendati hanya tiga hari, tetapi mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman nyata yang didapatkan. “Ini benar-benar belajar yang efektif, tidak hanya teori saja di dalam kelas, tapi langsung praktik di masyarakat,” sambungnya.

Kepala Madrasah Aliyah, Fakhruddin, S.Pd.I mengatakan, kegiatan oleh para santri ini adalah untuk mendidik sekaligus dakwah di tengah-tengah masyarakat. “Bentuk usaha kami untuk mengajak kebaikan, meninggalkan larangan, dan berdakwah di masyarakat,” pungkasnya. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply