SEMILOKA REGIONAL BERLANGSUNG MERIAH

QUDSIYYAH, KUDUS – Seminar dan Lokakarya (SEMILOKA) dengan tema Tawuran Pelajar: Problem Tradisi, Karakter, ata Kurikulum? oleh Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Menara Kudus berjalan meriah dan sukses. Kagiatan yang bertempat di Hotel Griptha Kudus pada Sabtu (20 Oktober 2012) tersebut dihadiri lebih dari 400-an undangan dari berbagai kota di Jawa Tengah.

Para Undangan berasal dari OSIS, kepala sekolah, pesantren, ormas dan para pejabat. Lima narasumber juga hadir membeberkan ilmu sesuai kapasitas serta subtema masing-masing. Drs Hartoyo, MA Ph.D, Staf Ahli Mendikbud dari Unnes Semarang, membincang soal Pendidikan Karakter sebagai Determinasi Anarkisme Pelajar. Sementara, budayawan, Prof Dr Mudjahirin Thohir, MA berusaha mengurai Tawuran Pelajar di Indonesia dari sudut tradisi.

H Hasyim Asy’ari, SH MSi Ph.D, praktisi Hukum membincang kontribusi politik dan hukum dalam menyelesaikan persoalan tawuran, dan DR. H.M. Ihsan, MAg (Praktisi Pendidikan) tentang Formula Pendidikan Agama Islam yang Humanis, bukan Anarkis. Seminar kian gayeng dengan testimoni mantan pelaku tawuaran, Slamet Budi Cahyono yang kini telah sukses sebagai Ketua Masyarakat Ilmiah Pemuda Indonesia (MIPI)/Ketua Young Entrepreneur Society. Seminar ini dipandu langsung oleh wakil sekretaris YAPIQ, DR. Abdul Jalil, M.E.I dan hanya satu narasumber yang tidak bisa hadir, yakni Prof Dr H Nur Syam, MSi (Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI).

Ketua Panitia Zaenuri Rahadian mengatakan, kesuksesan kegiatan salah satunya terpancar dalam sesi diskusi antar peserta dan narasumber. “Jadi tidak hanya narasumber yang memberikan pandangan dalam kegiatan tersebut, para peserta juga turut aktif,” terangnya.

Hasil kegiatan, kata dia, yang berupa rekomendasi akan dikirim ke pihak-pihak terkait, seperti dinas pendidikan dan kementerian Agama. “Kami berharap ini bisa menjadi masukan bagi seluruh pihak yang berkepentingan demi memajukan pendidikan dan menghapuskan tawuran,” terang dia. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply