Maulidiyyah, Momentum Cinta Nabi dan Cinta Orangtua

QUDSIYYAH, KUDUS – Cuaca dingin di musim hujan tidak menyurutkan ribuan santri Qudsiyyah untuk menghadiri pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang diselenggarakan Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ), pada Selasa (23/1/2012) di gedung Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK).

Pada kegiatan tersebut, KH. M. Sya’roni Ahmadi, Nadhir Qudsiyyah, menyampaikan beberapa amanat dan pesan dalam mauidhoh hasanah. Salah satunya, beliau berpesan kepada santri-santri Qudsiyyah untuk selalu taat kepada orang tua, terutama terhadap Ibu. Bulan ini merupakan saat yang tepat untuk mengagungkan sekaligus mencintainya rasul dengan memperbanyak membaca shalawat. Sekaligus juga meniru perilaku rasul yang selalu mengangungkan dan menghormati orang tua.

“Berbakti kepada seorang Ibu memiliki keindahan. Keindahan tersebut terletak bukan pada anak yang pintar ataupun bodoh. Meskipun anak tersebut bodoh, namun bila berbakti kepada Ibu pasti akan memiliki keindahan,” ujar mbah yai.
Selain itu, beliau juga berpesan kepada para santri agar meniru seperti tawon (lebah, red). Di dalam Al-Qur’an, tawon merupakan serangga mulia yang selalu hidup di atas dan selalu memakan makanan yang halal dan suci. Juga, tawon menghasilkan sesuatu yang banyak manfaatnya, yakni madu. “Santri kudune perilakune becik, mongko hasile juga becik,” imbuhnya.

Kegiatan Maulidiyyah yang panitianya dari kelas VIII Tsanawiyyah tersebut terasa lebih special, kerana selain dimeriahkan grup Rebana Al Mubarok, juga dihadiri vokalis-vokalis handal seperti Ustadz Nizar, Ustadz Shofa, Ustad H. Ashfal Maula, Ustad Abdul Ghofur. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply