Studi Terapan Al-Qur’an dan As-Sunnah

Al Qur’an sebagai sumber utama ajaran islam, Alqur’an dalam membicarakan suatau masalah sangat unik, tidak tersusun secara sistematis sebagaimana buku-buku ilmiah yang dikarang manusia. Alqur’an jarang sekali membicarakan suatu masalah secara rinci kecuali menyangkut masalah aqidah, pidana dan beberapa masalah tentang hukum keluarga. Umumnya Al Qur’an lebih banyak mengungkapkan suatu persoalan secara global, parsial dan sering kali menampilkan suatu masalah dalam prinsip-prinsip dasar dan garis besar. Dengan mengandalkan Al Quran semata sebagai sumber ajaran Islam belumlah cukup. Ini bukan karena kekurangan kitab tersebut tetapi untuk memahami dan menjabarkan ajaran perlu memperhatikan penjelasan Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan maupun ketetapannya yakni As sunnah atau Hadits.

Sebagai penjelasan isi kandungan Al Qur’an, Sunnah mempunyai peranan yang penting terutama untuk menjelaskan secara rinci ibadah-ibadah seperti sholat, puasa, zakat, haji dll.1

Cara menerapkan Al Qur’an dan As Sunnah dalam realitas terapan ada 3 cara :

  1. Menumbuhkan kesadaran pada Al Qur’an dan As Sunnah
  2. Mengaplikasikan ajaran-ajaran agama yang ada di Al Qur’an
  3. Menjaga eksistensi Al Qur’an

Dari 3 cara diatas, kita harus mengetahui bahwasanya umat Islam diperintahkan untuk membaca Al Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Artinya membaca Al Qur’an tidak hanya sekedar membaca, tetapi harus mengetahui maknanya dan isi kandungan Al Qur’an..Setelah kita mengetahui isi kandungan, maka kita harus mengaplikasikan atau mengamalkanya.

Al Quran dan As Sunnah dipandang dari sudut ilmu harus dibedakan, tapi dipandang dari sudut terapan keduanya harus menyatu, karena kedua-duanya harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Al Qur’an mengintroduksikan dirinya sebagai “pemberi petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS 17:19). Petunjuk-petunjuknya bertujuan memberi kesejahteraan dan kebahagiaan bagi manusia, baik secara pribadi maupun kelompok, dan karena itu ditemukan petunjuk-petunjuk bagi manusia dalam kedua bentuk tersebut. Rosulullah SAW yang dalam hal ini bertindak sebagai penerima Al Qur’an bertugas untuk menyampekan petunjuk-petunjuk tersebut.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply