GELAR SEMINAR KEUANGAN SYARI’AH

QUDSIYYAH, KUDUSMa’had Qudsiyyah Menara Kudus bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan seminar Industri Keuangan Non Bank (IKNB) berbasis Syari’ah di aula Ma’had, kelurahanKerjasan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Sabtu (7/9/2013).

Seminar yang diikuti ratusan peserta menghadirkan pembicara direktur IKNB OJK Moch Muchlasin, Abdul Jalil (Akademisi dan Mudarris Ma’had Qudsiyyah), Fahmi Basyah (Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia-AASI), dan H Nusron Wahid (Komisi XI DPR RI).

Moch Muchlasin mengatakan OJK adalah lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain yang  mempunyai fungsi, tugas, wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyelidikan. Tujuannya, mendorong  kegiatan sektor jasa keuangan agar terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntable.

“Termasuk pula mewujudkan system keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta melindungi kepentingan konsumen,” terangnya.

Muchlasin menerangkan IKNB Syariah merupakan industri keuangan bukan bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Antara lain, bentuk badan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah.

Lainnya, berbentuk Unit Usaha Syariah (UUS) yang konsep syariahnya dilakukan hanya sebagian kegiatannya saja, tambah Muchlasin.

Anggota Komisi XI DPR RI H Nusron Wahid menguraikan peran lembaga keuangan mikro (LKM) dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Ia menilai terjadinya kemiskinan disebabkan adanya keterbatasan masyarakat dalam mengakses sumber daya alam, pendidikan, teknologi dan akses modal keuangan.

“Akses modal ini memperoleh jaminan mulai simpan pinjam, subsisi dari LKM,” kata Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid.

Sementara Fahmi Basyah mengenalkan Asuransi Syariah di Indonesia. Sedangkan Abdul jalil memaparkan makalahnya terkait IKNB Syariah.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang itu diikuti ratusan peserta yang terdiri pelaksana BMT/BPR, aktivis ormas, dan sejumlah pendidik.

Diharapkan dengan kegiatan tersebut masyarakat semakin menngerti akan peran lembaga Otoritas Jasa Keuangan  dan mampu mendayagunakannya untuk kepentingan yang lebih baik. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply