KH M SYA’RONI AHMADI: QUDSIYYAH ITU KHAS

QUDSIYYAH, KUDUS – Dalam upacara pembukaan visitasi oleh tim asesor akreditasi di MA Qudsiyyah, pada Rabu (20/8/2014), Nadhir Qudsiyyah Kudus, K.H. M. Sya’roni Ahmadi memberikan sambutan. Beliau mengungkapkan, Qudsiyyah merupakan salah satu madrasah kuno yang khas.

Berdiri sebelum NU lahir, yakni pada tahun 1919, madrasah yang telah menelurkan ribuan alumni ini tetap eksis hingga hari ini. “Karena itu tidak dinamakan MA NU Qudsiyyah,” ungkapnya.

Salah satu kekhasannya terungkap dari sisi sejarah awal berdirinya Madrasah Aliyah pada tahun 1973. Jumlah siswa angkatan pertama saat pertama kali berdiri MA adalah 11 siswa. “9 orang semuanya sarjana, dan satu lagi menjadi dukun,” terangnya.

Beliau melanjutkan, dari angkatan pertama MA tadi, banyak yang menjadi pengurus di Madrasah Qudsiyyah Kudus. Salah satunya adalah KH. M Nadjib Hassan, selaku Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah dan KH Fathur Rahman yang dulu kepala MA Qudsiyyah, dan kini menjadi wakil Al Mudirul Am Qudsiyyah.

Sementara itu, Qudsiyyah memiliki keunggulan terkait keberkahan dari pendiri Qudsiyyah, yakni KHR Asnawi yang merupakan keturunan Sunan Kudus ke-13. “Kerberkahan ini sudah terbukti. Semoga ke depan semakin berkah dan maju,” terang kyai sepuh ini.

Kekhasan Qudsiyyah yang tidak ditemukan di madrasah lain, salah satunya adalah adanya mata pelajaran Qira’ah Sab’ah. “Mapel ini kami kenalkan kepada siswa, bahwa cara membaca Al Qur’an itu berbeda antara satu imam dengan imam yang lainnya,” ungkap kyai sepuh yang juga Musytasar PBNU ini. Mapel ini untuk memperkaya wawasan santri terhadap Al Qur’an. Sebab dalam mapel ini tidak hanya memaparkan materi, tetapi juga dipraktikkan langsung dalam proses pembelajarannya.

Terakhir, beliau berharap kedatangan tim akreditasi di MA Qudsiyyah selama dua hari ini (Rabu-Kamis, 20-21/8/2014) akan semakin membuat Qudsiyyah semakin maju dan terdepan. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply