Sholawat Asnawiyah, Bukti Cinta KHR Asnawi Terhadap Bangsa Ini

QUDSIYYAH, KUDUS – Syair yang digubah KHR Asnawi dalam Sholawat Asnawiyah begitu indah untuk diresapi. Dalam beberapa bait, satu di antara pendiri tokoh pendiri organisasi massa terbesar di Indonesia ini, menulis syair berisi kecintaanya terhadap bangsa.

// Aman aman aman aman // Indonesia Raya aman // Amin amin amin amin // Ya Robbi Robbal alamain //

Syair tersebut di atas merupakan penggalan dari sejumlah bait Sholawat Asnawiyah. Dalam syair itu tertulis harapan KHR Asnawi terhadap Indonesia. Dalam syair juga diselipkan doa beliau kepad Tuhan yang Maha Esa.

Sholawat Asnawiyah masih sering dilafalkan dalam acara-acara yang diselenggarakan masyarakat, misalnya saat pengajian, atau bahkan puji-pujian yang dilantunkan di masjid dan mushola, sebelum sholat fardlu. Pupularitas sholawat yang diciptakan KHR Asnawi ini, bahkan diamalkan masyarakat saat ini, meski tanpa mengetahui sosok penciptanya.

Dalam sholawat Asnawiyah, tergambar sangat jelas bagaimana kecintaan pemangku agama dan pemimpin umat saat itu. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat itu tidak hanya dinilai sebagai wujud negara atau nation state, namun juga entitas kultur, budaya, dan keberadaan para leluhur pendahulu.

Saat ini, muncul berbagai ide yang mempertanyakan kembali ide Pancasila dan UUD 45. Konsepsi yang dibuat para pendiri bangsa untuk membentuk negara yang besar dengan segala keberagamannya. Ide itu sengaja dimunculkan, dengan atas nama agama dan predikat Indonesia sebagai negara dengan jumlah Muslim di dunia.

Ide-ide yang merongrong Pancasila dan UUD 45 tersebut, sebenarnya telah muncul, sebelum NKRI diproklamasikan 69 tahun lalu. Namun, para tokoh pendiri bangsa, termasuk para kelompok Islam inklusif mampu meredam ide tersebut. Mereka bersama kelompok nasionalis menganulis teks Piagam Jakarta, yang tak sejalan dengan konsepsi Piagam Madinah.

Sholawat Asnawiyah, sebagaimana konsepsi Pancasila dam UUD 45, mampu menginternalisasi ide keberagaman, perdamaian, dan kesetaraan dalam keadilan. Konsep yang dituangkan dalam gubahan syair sholawat, ternyata sangat diterima masyarakat, khsusnya umat Islam, hingga saat ini.

Kata “Islam” memiliki makna damai. Islam tidak diturunkan untuk menghapus perbedaan, apalagi menolak perbedaan dengan kekerasan. Sholawat Asnawiyah, merupakan satu wujud makna Islam, yang diejawantahkan mellaui kecintaan terhadap bangsa ini. Bangsa menghargai perbedaan, melindungi hak-hal sosial, dan memberi kedamaian. (Mase Adi Wibowo/SEPUTAR KUDUS)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply