Menjabarkan Makna Kemabruran

Jamaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Grobogan telah diberangkatkan pada 4 September lalu. Dari tahun ke tahun, jumlah calhaj dari kabupaten itu menunjukkan peningkatan.

Realitas itu menunjukkan kesadaran masyarakat menunaikan rukun kelima Islam itu sangatlah kuat. Padahal untuk menjalani rukun tersebut diperlukan syarat dan pengorbanan tidak ringan. Selain harus mampu secara materi dengan nilai yang relatif besar, calhaj harus mampu secara fisik dan mental.

Begitu berat syarat untuk bisa menunaikan ibadah tersebut, wajar bila mereka yang sudah berhaji termasuk ’’orang istimewa’’. Sepulang dari Tanah Suci mereka berhak menyandang ’’gelar’’ haji/hajah dan dijanjikan mendapat balasan surga dari Allah Swt. Namun dalam konteks itu pula, calon haji hendaknya cerdas memahami bahwa sebutan haji dan hajah itu bukanlah tujuan esensi orang berhaji.

Predikat itu sematamata status sosial yang disematkan kepada umat Islam, sebagai penghormatan kepada mereka yang telah melaksanakan ibadah haji. Yang jauh lebih penting, sepulang dari Tanah Suci dan menyandang status sosial baru tersebut, haji dan hajah itu beroleh kesadaran baru menjalani kehidupan, termasuk ibadah dengan kualitas yang lebih baik.

Alquran pun mewanti-wanti melalui ayat amaluhu baídal hajji khairun min qablih, yakni amal perbuatan (mereka yang sudah berhaji) harus lebih baik daripada sebelumnyaî. Itulah yang disebut haji mabrur, predikat yang selalu diimpikan oleh calon haji dari mana pun, termasuk dari Grobogan.

Menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik meliputi semua aspek kehidupan, dan pengimplementasiannya sehari-hari minimal tercermin dari tiga hal menyangkut kepribadian, ubudiyah, dan kehidupan sosial.

Pertama; kepribadian. Penghayatan terhadap aspek itu mewujud lewat peningkatan sifat dan sikap terpuji seperti toleran, moderat, sabar, syukur, tawakal, tasamuh, pemaaf, dan tawadu. Selain itu, aktif berkiprah memperjuangkan dan mendakwahkan Islam serta bersungguhsungguh bertindak amar maruf nahi munkar.

Bekerja lebih keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup diri, keluarga, dan dalam rangka membantu orang lain, serta berusaha tidak membebani dan menyulitkan orang lain. Selalu mengutamakan kerukunan dan sayang terhadap sesama makhluk Allah, apa pun agamanya. Bersungguh-sungguh memanfaatkan segala potensi pada dirinya untuk menolong orang lain.

Banyak Bersedekah

Kedua; ubudiyah. Dalam aspek ini, haji atau hajah memiliki kesadaran meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah hingga terimplementasikan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Meningkatkan kepedulian terhadap orang yang secara ekonomi lemah lewat zakat, infak, dan sedekah. Meningkatkan ibadah puasa, membaca Alquran, rasa syukur, dan tawakal. Termasuk memelihara akhlakul karimah serta kejernihan hati dan kejujuran.

Ketiga; kehidupan sosial. Dari aspek ini, sepulang dari Tanah Suci harus lebih sering dan banyak menyantuni anak yatim dan fakir miskin, senang berkerja bakti dan tolong-menolong, mendamaikan orang berselisih, bersegera menjenguk orang sakit dan bertakziah, serta menegakkan shalat berjamaah.

Sudah jadi kewajiban bagi seluruh calhaj untuk menjadikan kemabruran itu sebagai misi dan tujuan utama mengingat hal itulah yang bisa menjadi modal di akhirat kelak. Memang tak mudah meraih kemabruran tapi yang jauh lebih sulit justru menjaga dan memelihara kemabruran tersebut.

Utamanya mengaitkan dengan kepribadian, ibadah, dan kehidupan sosial. Apabila semua calhaj, termasuk dari Grobogan, sepulang dari Tanah Suci bisa menjaga kemabruran, niscaya keberadaan mereka yang terhimpun dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) memberi manfaat bagi daerah masing-masing.

Terutama manfaat dalam aspek peningkatan kualitas keagamaan masyarakat, pendidikan, pelayanan kesehatan, taraf perekonomian, dan kerukunan. (10)

Dimuat di harian SUARA MERDEKA, 19 September 2014
oleh:
M Saifuddin Alia, pengurus Ikatan Alumni Qudsiyyah (Ikaq) Menara Kudus, Ketua Lajnah Ta’lif Wan Nasyr (LTN) Kabupaten Grobogan

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply