QIRO’AH SAB’AH, PELENGKAP TEORI BACA AL QUR’AN

Sebenarnya bacaan Al Qur’an itu mempunyai beberapa jenis. Qiro’ah sab’ah merupakan salah satu mata pelajaran yang mendiskusikan tentang berbagai jenis bacaan al Qur’an. Sampai saat ini, di MA Qudsiyyah Kudus Qiro’ah sab’ah masih menjadi salah satu mata pelajaran andalan yang terus diajarkan sejak awal berdiri pada tahun 1973 ini. Materinya antara lain mempelajari jenis-jenis bacaan Al Qur’an.

Salah satu guru MA Qudsiyyah Kudus, H. Yusrul Hana, mengatakan, qiro’ah sab’ah adalah pelajaran membaca al Qur’an yang terdiri dari tujuh versi imam. Di antaranya Imam Nafi’, Imam Ibnu Katsir, Imam Abu ‘Amr, Imam Ibnu Amir, Imam ‘Ashim, Imam Hamzah, Imam Ali Kisa’i.

“Materi itu kami kenalkan kepada siswa, agar mengetahui jenis-jenis bacaan AlQur’an. Sebab, selama ini yang dibaca oleh seluruh umat Islam seluruh dunia adalah versi salah satu ketujuh imam tersebut, yakni Imam Ashim,” katanya.

Dengan adanya materi pelajaran tersebut madrasah yang terletak di JL KHR Asnawi Gang Kerjasan Kota Kudus ini memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang al Qur’an terhadap siswanya. Salah satu pengampu qiro’ah sab’ah di MA Qudsiyyah adalah KH M Sya’roni AHmadi, salah satu ulama’ sepuh di Kudus.

Kepala MA Qudsiyyah, Fahruddin, mengatakan, dengan mendalami qiro’ah sab’ah, bacaan siswa tidak lagi monoton, dan siswa menjadi bertambah wawasannya terhadap al Qur’an. Sehingga diharapkan, lulusan madrasah ini mampu mengaplikasikannya di tengah-tengah masyarakat.

Madrasah yang memiliki 564 siswa dengan 15 rombel dan 33 guru ingin memberikan ilmu yang bermanfaat bagi siswanya. Dan ilmu tersebut bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri dan terutama bagi orang lain. Sebab, lulusan Qudsiyyah banyak yangmenjadi pemuka agama di masyarakat, maka pihak madrasah dengan serius menggembleng bibit-bibit calon pemuka agama dengan beragam ilmu agama.

“Manfaatnya banyak sekali, khususnya sebagai penengah ketidakfahaman masyarakat awam ketika di masjid atau musholla ada imam yang membaca surat atau ayat al Qur’an dengan versi dari imam yang tidak biasa, maka siswa ini dapat menjelaskan di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya. (*)

Disarikan dari KORAN MURIA, edisi Jum’at 30 Januari 2015

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply