Ini Cerita KH Sya’roni Ahmadi Tentang Sosok KHR Asnawi

KUDUS– Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi mengatakan, pendiri NU KHR Asnawi adalah sosok alim yang memiliki banyak kelebihan ilmu. Di masa hayatnya, Mbah KHR Asnawi mengajarkan berbagai ilmu agama serta mengarang kitab dan karya syi’iran.

“Beliau itu alim, istilah zaman sekarang ya sosok serba bisa ilmunya atau biasa disebut raden mas Ngabehi,” tuturnya dalam acara tahlil umum rangkaian peringatan Haul ke 57 KHR Asnawi di Komplek makam Masjid Menara Kudus, Rabu (15/4).

KH Sya’roni menceritakan, Mbah Asnawi merupakan santri KH Nawawi Banten yang rajin mengajarkan ilmu agama. Bahkan, Mbah Asnawi mengaji ilmu tafsir Al-Qur’an dalam bulan puasa mampu mengkhatamkan dalam waktu 16 hari.

“Beliau ini selalu mengajar ngaji kitab kecil seperti Fathul Qorib. Kalau sore kitab bidayah dan Hikam, Subuh hadits Bukhori. Termasuk saat mengaji dengan ibu-ibu selalu melantunkan syi’iran dengan suara bagus,” imbuhnya.

KH Sya’roni menambahkan, pendiri NU yang wafat 24 Jumadil Akhir 57 tahun silam itu mempunyai peninggalan berupa madrasah Qudsiyah dan pesantren Raudlatut Tholibin Bendan yang masih bisa dirasakan manfaatnya hingga sekarang. Sementara Sholawat Asnawiyah sampai kini masih diamalkan para santri di Kudus dan sekitarnya.

“Kanjeng Nabi bersabda, gambarannya orang mukmin itu seperti tawon (lebah), tidak mau makan kecuali yang baik-baik dan tidak meninggalkan sesuatu kecuali yang baik. Ini sama halnya Mbah Asnawi dengan bukti madrasah Qudsiyah dan pesantren,” tandas pengasuh pengajian rutin Masjid menara Kudus ini.

Saat mendirikan NU pertama kali, tutur KH Sya’roni, Mbah Asnawi menjabat sebagai mustasyar PBNU sedangkan KH Hasyim Asy’ari sebagai Rois Akbar. “Beliau ini orang alim yang besar, semoga kita memperoleh keberkahan dari Mbah Asnawi. Menjadi murid yang baik, sholeh dan penuh mabruk,” katanya seraya mengakhiri dengan do’a. (Qomarul Adib/Fathoni)

sumber: NUonline

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply