CIPTAKAN DIRI MANDIRI MENGHADAPI AFTA!

KUDUS, QUDSIYYAH – Salah satu tawaran strategi bagi pelajar dalam menghadapi ekonomi ASEAN 2015 adalah menciptakan diri menjadi mandiri dan kreatif. Demikian salah satu hal yang diungkap oleh akademisi dan peneliti Kudus, DR Abdul Jalil, M.E.I dalam diskusi bertema “Menyiapkan Sumber Daya Kompetitif Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015” di gedung Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) di Jl Sunan Kudus No. 198, pada Sabtu (2/5/2015).

Dalam diskusi yang digagas oleh Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) Kudus dengan menghadirkan sekitar 200 pelajar tingkat MA/SMA se-Kabupaten Kudus ini, Jalil menyerukan kepada pelajar untuk selalu optimis dalam segala hal. “Gagal, lupa, berbuat salah, tidak naik kelas, mendapat nilai jelek, tidak masalah asalkan anda bangkit dari semua itu. Yang jadi masalah adalah ketika anda tidak bangkit dan terpuruk dengan hal-hal itu,” tegasnya.

Lebih jauh dijelaskan ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau kawasan perdagangan bebas ASEAN merupakan kesepakatan Negara-Negara Asia Tenggara untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan menciptakan pasar regional. Praktisnya, dalam AFTA nanti tidak ada lagi pajak bea masuk impor komoditas pada wilayah Negara ASEAN. “Imbasnya, negeri kita akan diserbu dengan barang-barang luar negeri. Sebaliknya, kita juga bebas menyerbu Negara tetangga dengan barang-barang produk kita. Persoalannya, sudah siapkah kita?,” tanya pria yang juga Mudarris Ma’had Qudsiyyah Kudus.

Oleh karena itu, menghadapi hal ini, beliau berpesan agar para pelajar harus terus membaca potensi diri dan kemudian terus dikembangkan menjadi pribadi-pribadi yang kreatif dan inovatif. “Para siswa harus menjadi pribadi yang ulet, tangguh dan kreatif, sehingga pada gilirannya akan mampu mandiri dan mampu bersaing di pasar bebas dengan berbagai inovasi,” terangnya.

Inovasi adalah suatu ide baru bagi seseorang atau kelompok yang digunakan untuk mencapai tujuan untuk memecahkan masalah tertentu atau juga penciptaan sesuatu yang baru. Hal ini identik dengan kreatif yang secara umum karakteristik orang kreatif adalah selalu melihat sesuatu dengan cara berbeda dan baru. “Proses kreatifitas yang melibatkan ide-ide baru, berguna dan dapat diimplementasikan inilah yang pada akhirnya menciptakan seseorang menjadi mandiri,” pungkasnya.

Nara sumber lain, KH Ahmad Asnawi mengungkapkan, kunci kesuksesan adalah dengan teguh menjaga kejujuran. “Dimanapun dan kapanpun kejujuran tetap menjadi andalan yang tak akan lekang oleh waktu,” ungkap kyai muda Qudsiyyah ini.
Lebih lanjut ditekankan, kepada para pelajar harus bersikap dan bertindak jujur dalam segala hal. “Menjadi pelajar harus jujur, bekerja juga harus jujur, menjadi pengusaha juga harus jujur,” katanya.

Sementara itu, Dzikri Fauqi Agbas, salah satu pengusaha Kudus yang juga menjadi nara sumber memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu bermental optimis dan tidak bermental psimis.
Ia juga menyatakan, salah satu hal yang dikembangkan dalam perusahaan keluarganya adalah dengan mengembangkan apa yang disebut sebagai spiritual company. Artinya, dalam bekerja, semua pihak, mulai dari tingkat paling bawah, karyawan, hingga tingkat paling atas hars menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply