Alumni Ma’had Qudsiyyah Diminta Tetap Konsisten Ilmu

QUDSIYYAH, KUDUS – Ma’had Qudsiyyah Kudus, Jawa Tengah menggelar Halal Bihalal pertama kali para alumni di aula pesantren setempat Rabu (22/07) malam. Puluhan alumni yang baru tiga angkatan berdialog interaktif dengan para kiai perihal perkembangan pendidikan di Qudsiyyah.

Naib Mudir Ma’had, KH Yusrul Hana mengatakan sebagai santri memang tidak akan bisa lepas dari belajar. Sebagaimana konsep hadis yang menerangkan perintah belajar dari sejak lahir hingga di liang kubur, atau dalam bahasa orang sekarang adalah konsisten terhadap ilmu.

Kiai yang akrab disapa Gus Hana itu mencontohkan sosok ulama KH Arwani yang pandai di berbagai bidang keilmuan ilmu semacam, ilmu alat, Falak, Qiro’ah Sab’ah hingga Tasawuf.

“Nah, ini menarik untuk kita telurusi bagaimana orang yang sederhana bisa memperloleh dan mencapai ilmu yang sebanyak itu,” papar itu.

Menurut putera Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi tersebut, hal itu adalah satu pertanyaan yang penting bagi santri, yaitu disek iku ngajine piye? (Dahulu itu ngajinya bagaimana).

Ia menerangkan, ada rahasia dalam mengaji, yakni ketekunan dan ikhlas,apalagi yang dipelajari adalah ilmu syariat. “Apapun yang dipelajari yang penting sungguh-sungguh dan tidak boleh berhenti belajar,” tanda kiai jebolan Ma’had Aly Situbondo itu.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Yayasan Pendidikan Qudsiyyah (YAPIQ) Dr. Abdul Jalil mengingatkan para santri alumni supaya dapat memposisikan diri secara saleh (proporsional) sesuai kapasitas masing-masing.

“Setiap orang pasti punya kapasitas, tapi tergantung pada ikhtiarnya,”jelas pengurus LBM PBNU itu.

Sebenarnya, dirunut dari kesejarahan, Madrasah Qudsiyyah sudah berdiri sejak tahun 1919 M hanya saja pada tahun 2010 baru membuka pendidikan dalam bentuk pesantren (Ma’had) di bawah satu Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply