QUDSIYYAH KUDUS, SONGSONG SATU ABAD

QUDSIYYAH, KUDUS – Semenjak lahir pada 1919 M yang didirikan oleh KH Raden Asnawi, Madrasah Qudsiyyah sudah meluluskan ribuan santrinya. Hingga menjelang satu abad berdirinya kini, banyak hal yang dipersiapkan oleh pihak Qudsiyyah, salah satunya dari Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ).

Sebagaimana disampaikan Ketua IKAQ, DR. H. M. Ihsan, mengajak kepada alumni di berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam mengadakan kegiatan dalam rangka satu abad Qudsiyyah Kudus, membantu sesuai bidang masing-masing.

Pihaknya menjelaskan, banyak kegiatan yang akan disiapkan dalam rangka peringatan satu abad Madrasah yang didirikan oleh salah satu pendiri Nahdlatul Ulama itu.

“Penulisan buku satu abad pengajian akbar, lomba, dakwah keliling, bazar, halaqoh, sepeda santai, dan lain sebagainya,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan dalam Halalbihalal IKAQ di halaman MTs Qudsiyyah, Kamis (30/7/2015) siang.

“Oleh karena itu, dalam rangka menyongsong satu abad ini, kami harap kepada semua alumni Qudsiyyah dimohon partisipasinya agar pelaksanaan peringatan satu abad Qudsiyyah bisa sukses sesuai dengan harapan para masyayikh (guru-guru sepuh-red),” tambah dosen STAIN Kudus yang juga Wakil PCNU Kudus itu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (YAPIQ) KH Nadjib Hassan dalam sambutannya menegaskan, bahwa Halalbihalal bukanlah puncak dari kegiatan alumni, tetapi peran besar dari alumni adalah bagaimana menjaga keutuhan terutama di dalam menjaga aqidah Aswaja NU.

“Jangan sampai setelah keluar dari Qudsiyyah mengikuti aliran-aliran yang bertentangan dengan Aswaja NU. Kita itu punya Guru Besar yang namanya Mbah Sya’roni Ahmadi (Mustasyar PBNU), kenapa mengikuti guru-guru aneh yang tidak jelas sanad keilmuannya,” jelasnya.

Peran yang tidak kalah penting, lanjut Kiai Nadjib, mengangkat perekonomian para alumni. “Untuk itu, dua pokok tugas yakni aqidah dan perekonomian yang sangat penting diperhatikan untuk saat ini,” ujar mantan Ketua Paguyuban Pemangku Makam Auliya (PPMA) se-Jawa itu.

Dalam halal Bihalal tersebut, mauidhoh hasanah disampaikan oleh KH M Sya’roni Ahmadi. Dalam pesannya beliau menekankan pentingnya meneladani metode dakwah Nabi Muhammad SAW. Mustasyar PBNU dari Kudus mencontohkan metode dakwah Nabi saat Fathu Makkah, dimana masyarakat Mekah ditaklukkan bukan dengan kekerasan, tetapi dengan diplomasi yang menarik. Sehingga masyarakat berduyun-duyun memeluk Islam. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply