Giliran Gebog, Pengajian Meneladani KHR Asnawi Digelar

QUDSIYYAH, KUDUS – Selepas isya’, tabuh terbang membuka pengajian umum dalam rangka 1 abad Qudsiyyah di Masjid Baitul Adhim, Dukuh Ngaringan, Desa Klumpit, Kec. Gebog Kudus. Kurang lebih 250 penerbang hadir menyemarakkan kegiatan pada Rabu malam (27/4/2016). Penerbang dari desa-desa di Kecamatan Gebog sengaja dihadirkan dan mengisi pembukaan serta maulidurrasul.

Pengajian dibuka pukul 20.00 WIB dilanjutkan pembacaan ayat-ayat al-Quran oleh Ustadz Miftahul Khoir al-Hafid. Dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh ustadz Yasin al-Hafid dan doa oleh Habib Husein al-Jufri.
Maulidurrasul dimulai dengan sholawat Asnawiyyah dan sholawat 1 abad Qudsiyyah bersama-sama hadirin dipimpin oleh al-Ustadz H. Ashfal Maula. Suara riuh nan khidmah memenuhi halaman dan jalan di sekitar masjid, bahkan memenuhi rumah-rumah warga. Kemudian diteruskan pembacaan Simthud Duror. Pujaan dan wasilah dikumandangkan para hadirin yang melebihi prediksi panitia yakni lebih dari 2500 orang. Doa nan khidmah dipimpin kembali oleh Habib Husein al-Jufri.

Dalam acara tersebut, disampaikan 2 sambutan dari H. Sutrisno, S.H.I selaku perwakilan panitia dan IKAQ Kec. Gebog. Beliau menghimbau agar generasi penerus tidak berhubungan dengan narkoba, mengingat dampak dan bahayanya.
KH. Fathur Rahman memberikan Sambutan selanjutnya. Bersama hadirin, beliau mengajak menyenandungkan tembang lir-ilir. Beliau menjelaskan kebudayaan yang telah diakulturasi oleh wali songo dan para pendahulu. Tradisi seperti slametan, bancaan, kepungan dan ngelestreni merupakan contoh tradisi yang tidak boleh dilupakan karena positif dan tidak sesat. “Jangan kuatir tradisi tersebut dianggap bid’ah dan sesat,” tandasnya, “karena tradisi-tradisi itu sebenarnya budaya yang telah disesuaikan oleh para wali”. Yai Fatkhur juga berterimakasih kepada IKAMABA (Ikatan Remaja Masjid Baitul Adhim) yang juga memperingati ke-30

Mauidloh hasanah oleh KH. Sugiarto memberikan siraman rohani dengan menjelaskan Gusjigang ala santri Kudus. Bagus ialah tingkatan dimana manusia telah menyelesaikan urusan-urusan kepada Allah dan sesama manusia. Orang yang bagus adalah orang-orang sholih, yaitu
القائم بحقوق الله و حقوق الأدمي
Pengajian diakhiri dengan doa oleh KH. Saifuddin Luthfi (*).

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply