Alumni Semarang Galakan Ziarah Mbah Sholeh Darat

Banyak cara dalam memperingati Haul ke 58 KHR. Asnawi dan 1 Abad Qudsiyyah. Seperti yang digagas oleh teman-teman dari MAQDIS (Mutakhorrijin Qudsiyyah di Semarang) yang akan melaksanakan ziarah ke salah satu guru dari Mbah Asnawi, yakni Mbah Sholeh Darat yang dipusarakan di Semarang.  Renacanya, kegiatan yang akan dipusatkan di Pemakaman Bergota, dilaksanakan pada Ahad (10/4) pukul 19.00 WIB. Menurut M. Rikza, Dosen UIN Walisongo yang juga anggota MAQDIS menyatakan bahwa kegiatan ziarah ini untuk memperingati Qudsiyyah yang  telah berusia 1 abad.

Rikza yang juga wakil ketua KOPISODA (Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat) Menuturkan bahwa muassis Qudsiyyah, KHR. Asnawi pernah mengaji kepada mbah Sholeh Darat. KH. Sholeh bin Umar bin Tasmin Assamarany atau yang lebih dikenal dengan Mbah Sholeh Darat.  Beliau lahir di Desa Kedung Jumpleng Mayong, Kabupaten Jepara sekitar tahun 1820 M/ 1235 H.

Mbah Sholeh tidak asing dengan Kudus, karena beliau pernah nyantri di Kota Kudus. Berguru kepada Mbah Sholeh Kudus bin Mbah Asnawi Sepuh dari Kudus, beliau mengaji Tafsir Jalalain. Adapun sanad Tafsir Jalalain dari mbah Sholeh Darat teridentifikasi dari Mbah Sholeh Kudus, dari sang ayah Mbah Asnawi Sepuh dan KH. Nur Sepaton Semarang. Keterangan ini dikutip dari kitab karya Mbah Sholeh Darat Al Mursyid Al Wajiz fi Ilmil Quran Al ‘Aziz. Selain nyantri ke Mbah Sholeh Kudus, beliau juga berguru Nahwu, Shorof dan Fathul Wahhab dari Mbah Ishaq Damaran.

Masjid Mbah Sholeh Darat di Semarang

Masjid Mbah Sholeh Darat di Semarang

Kegiatan ini akan diikuti anggota MAQDIS dan dipimpin oleh Abdul Ghofur (Guru SD Nasima Semarang). Anggota MAQDIS merupakan alumni dari Qudsiyyah baik yang muqim ataupun dalam masa studi di Semarang. MAQDIS merupakan perkumpulan alumni yang dahulu dibentuk oleh Prof. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D yang kala itu melanjutkan pendidikan tinggi di Semarang.

Saat ini Qudsiyyah telah melaksanakan pelacakan dan identifikasi guru-guru dari KHR. Asnawi baik sanad maupun kitab, baik dalam ataupun luar negeri karena KHR. Asnawi lama menetap di Makkah. Diharapkan bahwa ajaran ahlus sunnah wal jamaah yang bersumber dari Mbah Asnawi terbukti valid  dan ittishol sanadnya. Bukan bermaksud meragukan, kajian ini akan bermanfaat secara historis dan akademis.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply