Gelar Pengajian di Kaliwungu, Pusat Alumni Qudsiyyah

Selepas isya’, tabuh terbang membuka pengajian umum dalam rangka 1 abad Qudsiyyah di desa Papringan, Kaliwungu Kudus. Kurang lebih 150 penerbang hadir menyemarakkan kegiatan pada Ahad malam (17/4) yang bertempat di Masjid Baiturrohim, Dukuh Tumang Wetan. Penerbang dari desa-desa di Kecamatan Kaliwungu sengaja dihadirkan dan mengisi pembukaan serta maulidurrasul.

Pengajian dibuka pukul 20.00 WIB dilanjutkan pembacaan ayat-ayat al-Quran oleh al-Ustadz Hamdan. Maulidurrasul dimulai dengan sholawat Asnawiyyah dan sholawat 1 abad Qudsiyyah bersama-sama hadirin dipimpin oleh al-Ustadz H. Ashfal Maula. Suara riuh nan khidmah memenuhi masjid dan jalanan desa Papringan. Kemudian diteruskan pembacaan Simthud Duror. Pujaan dan wasilah dikumandangkan para hadirin yang diperkirakan mencapai 2000 orang.

Tahlil merupakan acara selanjutnya, dipimpin oleh al-Ustadz Abdul Jalil. Tahlil ditujukan kepada para muassis, masyayikh dan waqifin Qudsiyyah. Meskipun singkat namun tahlil diiringi syair karangan KH. Saifuddin Luthfi. Dilanjutkan dengan doa oleh KH. Sudardi.

Asatidz Qudsiyyah Hadir di Kaliwungu

Asatidz Qudsiyyah Hadir di Kaliwungu

Dalam acara tersebut, disampaikan 3 sambutan yang berisikan dakwah. Drs. KH. Ali Rif’an selaku perwakilan alumni Kaliwungu. Beliau menceritakan keunikan dan ciri khas dari Madrasah Qudsiyyah pada zaman dahulu. Nostalgia masa tholabul ilmi di Qudsiyyah dan mendapatkan pelajaran yang sampai sekarang bermanfaat.

Sambutan kedua dan ketiga disampaikan wakil dari Qudsiyyah. Diawal sambutannya, KH. Fathur Rahman menyatakan kebanggannya terhadap warga Kaliwungu yang merupakan pusat alumni Qudsiyyah terbesar, oleh karenanya Qudsiyyah hadir di Kaliwungu sebagai tujuan pertama roadshow pengajian ‪‎1 abad Qudsiyyah. Beliau menyampaikan betapa Qudsiyyah istiqomah dalam mengajarkan pelajaran salaf. Beliau mencontohkan ilmu aqidah tau yang biasa disebut Tauhid diajarkan sejak dini di Qudsiyyah. Dengan candaan khasnya, beliau mengajak santri untuk mencari ilmu di Madrasah Qudsiyyah yang diampu oleh guru-guru yang kompeten dan melestarikan ajaran sunny.

Sambutan dari KH. Yusrul Hana

Sambutan dari KH. Yusrul Hana

Acara diakhiri dengan sambutan ketiga dari KH. Yusrul Hana. Beliau menceritakan perjuangan Madrasah Qudsiyyah yang telah berusia 100 tahun berdasarkan keterangan dari KH. Yahya Arif di Majalah El_qudsy Edisi pertama. Qudsiyyah yang berdiri 1337 H atau 1919 TU pernah vakum bertahun-tahun karena kebengisan penjahat kala itu. Namun Qudsiyyah tetap berjalan ketika malam dalam bentuk ngaji al-quran di Masjid Menara. Qudsiyyah dapat bangkit kembali tahun 1950 TU dimotori oleh al-Ustadz Noor Badri Syahid. Bahkan pada 1953 TU, berdiri SMPI Qudsiyyah yang merupakan asal-usul MTs Qudsiyyah. Sejak saat itu Qudsiyyah terus berkembang dengan mendirikan tingkat Aliyah dan Ma’had Qudsiyyah. Eksistensi Qudsiyyah tak lepas dari peran para masyayikh dan dermawan yang senantiasa berjuang bersama, tuturnya menambahkan.

Kegiatan roadshow pengajian ini terus berlanjut hingga Mei 2016. Pengajian selanjutnya digelar di Masjid al-Hidayah, Desa Hadipolo Kec. Jekulo Kudus pada Rabu (20/4). panitia pelaksana, Ali Yahya berharap acara mendatang bisa sesukses acara di Papringan, melihat animo masyarakat Kaliwungu yang tinggi malam ini.

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply