Pangkat Dunia Jangan Tutupi Pangkat Hamba

QUDSIYYAH, KUDUS – Semua manusia dilahirkan dengan pangkat yang sama, yakni Abdullah (Hamba Allah, red). Salah satu poin tersebut disampaikan oleh KH. Ahmad Asnawi dalam pengajian “Meneladani Dakwah KHR. Asnawi” yang digelar di Masjid At-Taqwa Desa Ngemplak Kec. Undaan, Kudus, Musholla Nurul Iman, Desa Jepang Pakis Kec Jati. Kudus, Selasa (10/5)

Beliau menjelaskan perbedaan manusia adalah bagaimana mereka mempertahankan pangkat tersebut hingga akhir hayat. “Usaha untuk sesuai dengan pangkat Abdullah diterapkan di Qudsiyyah,” tambahnya. Qudsiyyah mengajarkan berbagai disiplin ilmu terutama akhlaq yang akan membentuk karakter santri sejak dini. Pendidikan akhlaq dan agama sejak belia sangatlah penting sebagai bekal ketika dewas, sehingga sebanyak apapun pangkat yang disandang, baik letkol, jendral dan presiden sekalipun tidak akan menghilangkan pangkat Abdullah, mengingat fenomena dimana pangkat duniawi justru menggeser pentingnya pangkat sebagai hamba Allah.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 1500 jamaah tersebut, KH. Fathur Rahman membenarkan bahwa Qudsiyyah sampai sekarang tetap mempertahankan kurikulum yang mengedepankan karakter dan agama. Santri dibekali ilmu agama tanpa meniadakan muatan kurilulum pendidikan nasional.

Pelaksanaan pengajian didahului qiroatul quran, tahlil dan maulidurrosul sebagai ciri khas pengajian nahdliyyah. pembacaan maulidurrasul ustadz Elham dan ustadz H. ashfal Maula diiringi juga oleh 150 penerbang dari Kec. Undaan. Selanjutnya, Sambutan dari Wakil Alumni, KH. Hamdi ditemani Ta’mir Masjid At-Taqwa, Ustadz Zainul Falihin. Pengajian malam tersebut ditutup dengan Doa oleh KH. A. Sudardi.

Kegiatan roadshow pengajian ini terus berlanjut hingga Mei 2016. Pengajian selanjutnya digelar di wilayah Mejobo. Rencananya akan dilaksanakan di Masjid Suryawiyyah, Desa Kirig Kec. Mejobo Kudus pada Ahad (15/5) mendatang.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply