5000 Peserta Ramaikan Pengajian di Kirig

QUDSIYYAH, KUDUS – “Orang-orang yang sholeh bahagia jika didoakan terutama oleh orang yang mereka cintai ketika masih hidup di dunia”, ungkap KH. Noor Halim Ma’ruf dalam pengajian ‪#‎1abadqudsiyyah‬ bertajuk “Meneladani Dakwah KHR. Asnawi” di Masjid Suryawiyyah, Kirig Mejobo Kudus. Pengajian yang diadakan pada Ahad (15/5) juga memperingati haul tokoh agama Desa Kirig, Kyai Said Irjam ke-31.

Kyai Halim menuturkan, “yakin, mbah Asnawi dan mbah mbah Said mendengar dan bahagia murid-muridnya pengajian malam ini”. Beliau menyakinkan para hadirin bahwa orang-orang yang telah meninggal justru lebih mendengarkan daripada manusia yang masih hidup. “Alangkah bahagia beliau berdua di alam sana”, pungkas kyai Halim.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 5000 jamaah tersebut, dihadiri pula KH. Idham Khalid dari Demak. KH. Idham menjelaskan bahwa masyayikh qudsiyyah, seperti Kyai Yahya Arif, Kyai Ma’ruf Asnawi, Kyai Ma’ruf Irsyad dan Kyai Jasin Djalil juga bahagia melihat para penerusnya. Beliau bernostalgia betapa berkah dari para guru-gurunya yang telah dibuktikannya. Terutama dalam menegakkan paham ahlus sunnah di wilayahnya. Berbekal restu gurunya, akhirnya Masjid di daerah Kedungwaru kembali bernuansa NU.

Sebelum dakwah oleh para dai Qudsiyyah, pengajian dimulai dengan pembacaan maulidurrasul oleh Habib Husain al-Bunumay dan ustadz H. Ashfal Maula bersama penerbang se-Kec. Mejobo.

Haul Mbah Said Irjam

Pengajian malam itu juga memperingati Haul mbah Said, yang merupakan tokoh agama dan spiritual dari Desa Kirig. “Mbah Said adalah guru semua warga Kirig”, tutur Abdul Khalim, salah satu panitia pelaksana, “warga sengkuyung dan guyub membantu pelaksanaan acara”. Panitia menyiapkan 3000 brekat atau nasi bungkus diperuntukkan hadirin, “Nasi dipadukan dengan lauk Empal Kebo dan Sambel Goreng,” tutur Khalim di sela-sela pembungkusan brekat di Balai Desa Kirig.

Sebelum acara puncak digelar Ahad malam, panitia juga mengagendakan kegiatan rohani dan seni. Mustaghfirin, Ketua panitia menjelaskan ada 4 (empat) kegiatan untuk pra acara, yakni ziarah ke makam Mbah Asnawi dan mbah Said, Khataman al-qur’an bil-Ghoib dan bin-Nadhor, serta festival khadrah (rebana).

Ziarah di Makam Mbah Asnawi

Ziarah di Makam Mbah Asnawi

Ziarah ke makam mbah Asnawi dan mbah Said dilaksanakan Kamis Pagi (28/4) sebagai pembuka rangkaian acara. bertempat di Makam keduanya, kegiatan ini diikuti oleh alumni dan warga Kirig.

Kegiatan khataman dilakukan dua kali, yang pertama pada Kamis (9/5) di Makam mbah Said. Uniknya kegiatan

Ziarah di Makam Mbah Said Irjam

Ziarah di Makam Mbah Said Irjam

ini diikuti oleh warga setempat yang tergabung dalam paguyuban Sopir Desa Kirig yang beranggotakan 150 anggota. Kedua kalinya khataman dilakukan dengan hapalan (bil-Ghoib), dilaksanakan pada Sabtu (14/5) oleh 20 peserta. Khataman tidak dilakukan dalam satu tempat, tetapi terbagi di Rumah mbah Said, Makamnya dan Masjid Suryawiyyah.

Khotmil Quran bil-Ghoib

Khotmil Quran bil-Ghoib

Siang hari-H (15/5) dilaksanakan festival khadrah yang diikuti 10 jamiyyah rebana dari Kudus dan Pati. Kegitan berlangsung sangat ramai mulai jam 10 pagi hingga sore. 3 (tiga) grup terbaik mendapatkan trophy dan uang pembinaan dari panitia.

Kegiatan roadshow di Mejobo ini memang yang terakhir di Kab. Kudus, selanjutnya roadshow dakwah KHR. Asnawi akan lanjut dan menyambangi Kota Demak, Kota Jepara, Kota Semarang, Kota Jakarta, dan Kota Yogyakarta. Selanjutnya, roadshow dilaksanakan di Masjid baiturrahman, Karanyar Demak yang dihadiri pula oleh Bupati Demak, H. M. Natsir pada Rabu Malam (18/5) mendatang.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply