Bupati Demak Hadiri Pengajian Satu Abad Qudsiyyah

QUDSIYYAH – DEMAK. Selepas isya’, tabuh terbang membuka pengajian umum dalam rangka ‪‎satu abad Qudsiyyah‬ di Desa Papringan, Kaliwungu Kudus. Kurang lebih 150 penerbang hadir menyemarakkan kegiatan pada Ahad malam (18/5) yang bertempat di Masjid Baiturrahim, Karangnyar. Jam’iyyah penerbang dari desa-desa di Kecamatan Karangnyar sengaja dihadirkan dan mengisi pembukaan serta maulidurrasul.

Pengajian dibuka pukul 20.00 WIB dilanjutkan pembacaan ayat-ayat al-Quran dan tahlil. Maulidurrasul yang dipimpin oleh ustadz ustadz H. Ashfal Maula, ustadz Abdul Ghofur dan ustadz Ahmad Mushoffa memenuhi majlis masjid dan jalanan desa Karanganyar. Sholawat, lantunan lagu dan natsar dari Simthud Duror dikumandangkan meramaikan pengajian malam itu. Begitu pula, pujaan dan wasilah dikumandangkan para hadirin yang datang dari berbagai desa Kec. Karanganyar.

Dalam acara tersebut, Bupati Demak, H. M. Natsir hadir dan bersholawat bersama para warga Karanganyar. Dalam kesempatan itu pula Bupati Demak memberikan sambutan akan pentingnya instansi yang eksis dan istiqomah mengajarkan nilai-nilai luhur budaya kita seperti tahlil dan maulid Nabi.

Selanjutnya, Ketua YAPIQ, H. Em. Nadjib Hassan berikan sambutan dan memberikan penyerahan 2 prasasti berisikan Shalawat Asnawiyyah dan Shalawat Qudsiyyah Satu Abad kepada Bupati Demak, H. M. Natsir sebagai wujud deklarasi bahwa Shalawat Asnawiyyah tidak hanya dimiliki secara lokal dan regional Kudus saja, Shalawat Asnawiyyah, karya KHR. Asnawi adalah shalawat nasionalis dan milik warga bangsa Indonesia.

Mauidloh disampaikan oleh KH. Fathur Rahman dan KH. Idham Khalid. Sedangkan doa penutup dipanjatkan oleh KH. Saifuddin Luthfi.

Pementasan Teatrikal

IMG_2719

Pertemuan 2 Pionir Pendiri Kota Kudus dipentaskan di Karangnyar

Dalam sela-sela pengajian setelah pembacaan maulid, Teater dari Qudsiyyah menampilkan pentas teatrikal pertemuan Sunan Kudus dan Thai Ling Sing. Sunan Kudus merupakan panglima dari Kerajaan Demak yang meninggalkan jabatannya dan menuju tanah yang kelak bernama Kudus. Thai Ling Sing adalah seniman tua dan mantan nahkoda Panglima Cheng Ho, keduanya merupakan tokoh peletak batu pondasi Kota Kudus.

Perjalanan Sunan Kudus Menuju Kudus dan pertemuan dengan Kyai Telingsing inilah yang menjadi penanda awal menyebarnya Islam di tanah Kudus ini. Berdasarkan beberapa literatur yang ada, pertemuan antara Sunan Kudus dan Kyai Telingsing pertama kali terjadi di Loram, yang kini berdiri Masjid Wali Loram.

Drama menceritakan kedatangan Sunan Kudus yang telah melepas semua jabatan di Kerajaan Demak dan meminta Ling untuk bersama-sama membentuk Kota yang sekarang dikenal dengan Kota Kudus. Sunan Kudus menancapkan pondasi kota Kudus yang memiliki karakter, pandai dan cerdas serta lihai dalam berdagang. Hal tersebut digambarkan dari tokoh Ling yang meminta agar Sunan Kudus tetap memberikan kesempatan warga untuk terus berkreatifitas, mengembangkan seni dan berdagang. Sunan Kudus setuju bahwa hal tersebut tidak bertentnangan dengan Gusjigang, sebuah konsep untuk membentuk warga Kudus nantinya. Setelah keduanya sepakat, mereka menetapkan “tajug” sebagai sentra penyebaran dakwah.

Roadshow di Kabupaten Demak, tidak berakhir malam itu, karena selanjutnya Roadshow pengajian akan dilanjutkan di Mulyorejo, Lengkong, Kec. Kota, Demak. Bertempat di Madrasah Asy-Syafiiyah, pengajian akan dilaksanakan pada 20 Sya’ban 1431/ 26 Mei 2016.

Ali Yahya, selaku panitia pelaksana roadshow menuturkan bahwa semangat para alumni yang tersebar di berbagai kota tidak menutup kemungkinan roadshow di Kota selain Demak. Pengajian Roadshow juga akan dilaksanakan di Jakarta pada 22 Mei 2016 dan di Semarang pada 24 Mei 2016.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply