UIN Walisongo Bershalawat bersama Qudsiyyah

QUDSIYYAH, SEMARANG – Setelah Kudus, Demak dan Jakarta, kini pengajian “mubeng” atau roadshow dakwah Qudsiyyah bergerak menuju Ibukota Jawa Tengah, Semarang. Pengajian di gelar di Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang pada Selasa (24/5). Sebagai kelanjutan dari rangkaian roadshow dakwah “Meneladani Dakwah KHR. Asnawi”, pengajian dihadiri oleh santri-santri Kudus yang kini menimba ilmu dan para alumni Qudsiyyah yang menetap di Kota Semarang.

Selain memeriahkan gaung satu abad Qudsiyyah, pengajian diselenggarakan dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Menyongsong Bulan Suci Ramadlan, mengingat bulan Ramadlan tinggal menghitung hari saja. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama MAQDIS (Mahasiswa Qudsiyyah di Semarang) bekerjasama dengan JQH Fak. Syariah dan KMKS (Keluarga Mahasiswa Kudus Semarang). Menurut penuturan anggota KMKS, bahwa Qudsiyyah adalah bagian dari keluarga dan Mbah Asnawi merupakan guru dan pejuang bangsa, “turut bangga meneladani dakwah beliau, kami siap membumikan Gusjigang,” imbuhnya.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh KH. Noor Halim ini dihadiri juga ustadz H. Ashfal Maula dan ustadz Elham (Yogyakarta) yang akan memimpin maulidurrasul simthud duror. Dalam dakwahnya, Yai halim mengingatkan semua hadirin untuk tidak menyia-nyiakan shalat. “Shalat adalah oleh-oleh Nabi dari perjalanan mi’raj”, terangnya, “sepadat apapun aktivitas kita sebagai civitas akademika ataupun pekerja, jangan sekali-kali mengakhirkan shalat”. Beliau menekankan betapa mengakhirkan shalat dari waktunya merupakan tindakan yang ceroboh, apalagi jika ditinggalkan tanpa udzur.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 1000 jamaah tersebut, Dr. Izzuddin, Dosen Falak di UIN Walisongo serasa bernostalgia meski hanya seminggu bersekolah di Qudsiyyah, dan harus pindah karena suatu alasan. Beliau berkesan betapa kompak alumni Qudsiyyah, tanpa menghiraukan lama studi atau kelulusan. Perihal kekompakan, Drs. Nadjib Hassan, Ketua YAPIQ ini setuju dan mengakui. beliau berharap momen ‎ satu abad Qudsiyyah menjadi perekat alumni, sehingga ikatan ukhuwwah ala Qudsiyyah semakin kuat dan bermanfaat.

Pengajian malam tersebut ditutup dengan Doa oleh KH. Fatkhur Rahman. Suasana khidmah para hadirin mengamini runtutan doa menutup kegiatan roadshow pengajian ini. Selanjutnya, pengajian akan diadakan di Kota Demak, tepatnya di desa Mulyorejo pada 26 Mei 2016
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply