KOLABORASI MUSIK TRADISIONAL MERIAHKAN SATU ABAD QUDSIYYAH DI YOGYAKARTA

QUDSIYYAH, YOGYAKARTA – Tak ada yang menyangsikan bahwa Yogyakarta itu istimewa. Di kota Gudeg ini pula peringatan satu abad Qudsiyyah dikemas secara apik dan berbeda dari daerah-daerah lainnya. Setelah sebelumnya Roadshow Dakwah Qudsiyyah digelar di kota Pekalongan pada 20 Juli, Sabtu malam (23/7) lalu digelar di dusun Tajem desa Maguharjo kec Depok Kab Sleman D.I. Yogyakarta.

Bertajuk “Kenduri Kebangsaan; Meneladani Dakwah KHR Asnawi” acara ini dimeriahkan dengan kolaborasi musik tradisional dan rebana. Berbagai Sholawat diaransemen-ulang dan disuguhkan dengan cara unik dan menarik. Dengan panggung outdour dan lighting yang khas, kemeriahan acara hasil kerja bareng Alumni Qudsiyyah Yogyakarta (ALQY), keluarga Kudus Yogya (KKY), dan JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga ini, menampilkan ciri khas dan kreativitas Yogyayakata.

Acara ini dibuka dengan suguhan tari Gusjigang, yang merupakan visualiasi dari tema peringatan satu abad Qudsiyyah, “Membumikan Gusjigang untuk Kemandirian Bangsa”. Pembacaan puisi, Qiro’ah langgam Jawa, dan aransemen sholawat Asnawiyyah dan Sholawat Qudsiyyah membuat acara ini kian menarik untuk dilewatkan.

Dalam sambutannya, Ketua umum IKAQ, H, Ihsan, mengapresiasi apa yang disguhkan oleh alumni Yogyakarta. “Acara seperti ini belum pernah adi di kota-kota lain selama Roadshow. Ini kreatif,” katanya.

Selain menyuguhkan penampilan kesenian, acara juga dikemas dengan membedah materi gusjigang oleh Budayawan sekaligus pengasuh pesantren Kaliopak, M. Jadul Maula dan dosen UIN Sunan Kalijaga, Dr Abdul Rozaqi. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply