PENTING, SINERGI GURU DAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK

QUDSIYYAH, KUDUS – Mendidik anak harus sinergi antara guru dan wali santri. Karenanya perlu adanya persamaan persepsi dan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru sehingga tidak timbul kegaduhan semacam orang tua menyalahkan Guru atau sebaliknya. Oleh karenanya, MA Qudsiyyah Kudus melakukan sosialisai dan sharing pendapat dengan orang tua santri yang diselenggarakan di aula MA pada Ahad (14/8/16).

Kegiatan ini dilaksanakan guna menemukan titik temu dan persamaan persepsi antara guru dan wali santri dalam mendidik anak. Sebanyak 210 Wali santri kelas 10 hadir untuk mendapatkan informasi tentang tata tertib madrasah, materi pelajaran, guru pengampu dan lain sebagainya.

Dalam sambutannya, al Mudirul Am Qudsiyyah, KH. Nur Halim Ma’ruf berpesan kepada para wali santri agar jangan bosan mengingatkan anak sendiri dan berdoa kepada Allah untuk kebaikan anak kita. Beliau menambahkan agar anak kita menjadi anak yang sholeh ada baiknya disedekahi dengan cara menyisihkan sebagian rejeki kita kepada anak yatim karena doa anak yatim sangat mustajab.

Kepala MA Qudsiyyah, Fahruddin, M.Pd.I, mengatakan, meskipun di MA Qudsiyyah Kudus sudah menggunakan absensi finger print dan ada CCTV di masing-masing kelas, namun kontrol orang tua sangat diperlukan. “Kita harus sama-sam mendidik untuk mewejudkan anak yang sholeh dan berkualitas,” kata Fahruddin.

Dengan kegiatan seperti ini diharapkan agar orang tua dan guru satu pemahaman dalam hal mendidik anak. Sehingga kejadian seperti yang menimpa guru Dasrul di Makassar tidak perlu terjadi di Kudus. (*)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply