MTS – MA Qudsiyyah Siap Jalankan UNBK

QUDSIYYAH, KUDUS – Madrasah Tsanawiyah Qudsiyyah dan Madrasah Aliyah Qudsiyyah Kudus siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2017 ini. Berbagai langkah dan persiapan sarana prasarana telah rampung dilakukan.

Persiapan yang telah dilaksanakan adalah dengan menyiapkan dua ruang lab komputer yang terintegrasi dengan server. Masing-masing lab terdiri atas 36 unit komputer dan satu unit server yang telah rampung dilakukan singkronisasi. Dari jumlah siswa yang ikut UNBK di MTs dan MA, dua lab komputer sudah cukup dengan asumsi pelaksanaan tiga sesi, yakni sesi pagi, siang dan sore.

Untuk tahun ini, jumlah siswa Aliyah Qudsiyyah yang ikut UNBK sebanyak 184, sedang untuk MTs jumlah siswa kelas IX yang ikut UNBK sebanyak 183 orang.

Sebagaimana dirilis oleh website resmi Kemdikbud, UNBK disebut juga Computer Based Test (CBT), yakni sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan. Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK.

Penyelenggaraan UNBK tahun 2017 ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online. (Kharis)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply