Puluhan Santri Khataman Alfiyyah di Makam KH Ma’ruf Asnawi

QUDSIYYAH, KUDUS – Ada pemandangan yang berbeda di pagi ini. Pada Kamis 14 Sya’ban 1438 H bertepatan tanggal 11 Mei 2017 TU sekitar pukul 10.00 di bawah pohon kamboja di area pemakaman Sedio Luhur Bakalan krapyak sejumlah santri sedang berkumpul di dekat makam shohibul fadlilah simbah KH Ma’ruf Asnawi.

Mereka adalah para santri kelas 12 MA Qudsiyyah. Dengan mengenakan baju batik “Kangkung” dan bersarung santri-santri itu berkumpul membentuk setengah lingkaran menghadap ke timur. Mereka melantunkan bait demi bait Nadham Alfiyyah Ibnu Malik, dan ditashih hafalannya. Mereka “sema’an” Nadham Alfiyah bersama para santri yang telah hafal 1002 bait utuh. Sebanyak 17 santri kelas 12 Aliyah berani unjuk gigi disimak dan disaksikan teman-temannya. Santri yang dinyatakan lolos akan mendapatkan syahadah yang akan dibagikan saat Muwadda’ah. Adapun tim pentashih khataman tersebut salah satunya H. Ashfal Maula.

Dipilihnya lokasi di makam simbah KH Ma’ruf Asnawi selain tempatnya yang adem juga untuk mengenalkan sosok Mbah Ji (sebutan akrab untuk simbah KH Ma’ruf Asnawi) kepada para santri. Semasa hidupnya, mbah Ji adalah pribadi yang sangat cinta terhadap Alfiyyah. “Saat masih sugeng mbah ji suka wiridan dan mendengarkan alfiyyah, jadi kita baca menurut apa yang disenangi beliau” ujar gus Apank menjelaskan.

Adapun santri yang ikut hafalan Alfiyyah tersebut adalah Ahmad Multazam, Achmad Aan Nahruddin, Atsnan Naja, Auva Nashan Mushoffa, Eko Nuristianto, Khusnil Mubarok, M. Haqul Muttaqin, M. Irfan Maulana, M. Bahrul ‘Ulum, M. Zuhal Fahmi, M. Shofiyullah, M. Agil Mubarok, Sani M Asnawi, M. Faiz Muzakki, M. Noor Halim, Agung Sulistyo, M. Nouris Sakhok, Lukman Nur Romadlon, Zusrul Hana, dan M. Wahyu Waliyyur Rohman.

Setiap tahun Madrasah Qudsiyyah memberikan apresiasi khusus bagi mereka yang dengan suka hati telah menghafal Alfiyyah utuh 1000 bait. Apresiasi itu berbentuk Syahadah yang ditandatangani oleh Al-Mudirul ‘Am Madrasah Qudsiyyah dan dibagikan saat Muwada’ah umum yang dihadiri wali santri kelas 6 MI, 9 MTs dan 12 MA.

Diharapkan para santri Qudsiyyah bisa meneladani para seniornya yang mampu menjaga hafalan Alfiyyah hingga lulus sebagai modal menghadapi tantangan zaman. Nadham Alfiyyah Ibnu Malik merupakan salah satu kitab terkenal di kalangan pesantren yang berisi tentang struktur bahasa Arab sebagai salah alat untuk membaca dan memahami kitab kuning. (Yasfin/Kharis)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply