MENGUDUSKAN QUR’AN, MENEBAR KEDAMAIAN

Memulai dari titik koordinat Menara dengan mendaulat shalawat Asnawiyyah sebagai shalawat kebangsaan dalam peringatan satu abad Qudsiyyah dua tahun silam, ternyata memberi spirit tersendiri untuk bangkit menata barisan. Shalawat asnawiyyah semakin menggema di bumi Nusantara, MTs dan Pesantren Putri Qudsiyyah lahir, tokoh-tokoh muda mulai bermunculan di berbagai sektor, organisasi santri dan alumni (PPQ-IKAQ) mulai menampakkan signifikansinya, dan masih banyak lagi kiprah ‘Generasi Gusjigang’ di bawah panji-panji Menara Kudus sebagai simbol toleransi (Ukhuwwah Qudusiyyah) yang multi etnis-multi religi.

Kini, semangat itu akan kita gelorakan kembali agar semakin bersemi. Generasi Gusjigang siap menggelar acara Festival Al-Qur’an, Pameran Khazanah Islam Nusantara Dan Parade Benteng Pancasila pada 18-24 Sya’ban 1439 H/4-10 Mei 2018 TU di Bumi bersejarah Qudsiyyah. Tujuh hari tujuh malam Bumi Kudus akan berhias hikmah, sains dan seni untuk menurunkan kebijakan langit menjadi kedamaian bumi.

Cara yang kami tempuh adalah dengan membentuk “Majlis Gusjigang” yang menyatukan berbagai unsur perilaku secara sinergis, sehingga di dalamnya ada keterlibatan teologis (theological involvement), keterlibatan intelektual (intellectual involvement), keterlibatan ritual (ritual involvement), dan keterlibatan pengalaman (experiential involvement). Kohesi masing-masing unsur ini akan selalu bertransformasi dan memunculkan energi positif kemandirian yang tercerahkan (spiritual independence).

Serangkaian acara telah siap digelar. Sebagai penerus tradisi salaf, acara akan dimulai dengan mohon doa restu kepada Masyayikh di Kudus (Ziarah Masyayikh). Selanjutnya kita akan mengeksplorasi kebijakan langit dengan khataman Kolosal 102 Khataman, Nyerat al-Qur’an Kolosal (Khotmil Qur’an bil Kitabah bersama 666 santri putra dan 333 santri putri) serta Festival Tilawah. Dalam rangka menurunkan kedamaian bumi, telah disiapkan agenda Halaqah “Rasm Utsmany di Nusantara”, Olimpiade Sains Qur’ani, Lomba Mewarnai Ornamen Mushaf, Pameran “Sejarah al-Qur’an”, Pameran Khazanah Islam Nusantara, Napak Tilas Islam Nusantara Benteng Pancasila, Seminar “Jateng Benteng Pancasila Melawan Narkoba”, Sarasehan “Gusjigang dan Ketahanan Ekonomi Jawa Tengah”, Sinau Seni dan Sains Qur’an bersama Sabrang “Noe” Letto, Festival Seribu Terbang al-Mubarok all Generation, Malam Sastra Qur’ani, Pertunjukan Teater “Jangkar Bumi”, Gambusan “alladzifih”, Pertunjukan “Tari Gusjigang” dan Gusjigang Expo sebagai artikulasi kongkrit karakter Gusjigang.

Kami yakin, dengan merapatkan barisan untuk bergandengan tangan secara jama’i, tangan-tangan suci para mu’assis akan menuntun kita untuk mampu menguduskan Qur’an menebar kedamaian. Secara teknis kita akan bermetamorfosa ke peradaban baru yang lebih damai dan ber tepo seliro. Kita akan mendayung bersama dari pusat pengkaderan ulama (center of exellence) ke pencetakan bibit unggul (human resources) di berbagai bidang menuju pulau pemberdayaan sosial (agent of development).

Akhirnya, selamat menguduskan Qur’an, selamat menebar kedamaian, dan selamat menemukan kembali Jadi diri yang terlupakan. [dj]

oleh:
ABDUL JALIL
Sekretaris Umum IKAQ

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply