102 KHATAMAN, NGALAP BERKAH KHR. ASNAWI

Selepas maghrib, kawasan menara dipadati alumni Qudsiyyah yang akan melaksanakan 102 khataman dihadiahkan untuk muassis dan masyayikh Qudsiyyah. Kegiatan ini akan mengkhatamkan al-qur’an seb

anyak 102 mengenang 102 tahun lalu pendirian Madrasah Qudsiyyah oleh KHR. Asnawi. Acara yg pada Jumat malam (4/5) berlangsung dari pukul 19.20 WIB (bakda Isya’) diawali dengan daftar ulang 510 khatimin.

510 khatimin dibagi menjadi 102 grup yang bertugas menyelesaikan 1 khataman al-qur’an. Hasan, salah satu khotimin menuturkan rata-rata perpeserta membaca 6 juz. Menurut Amin Ikhwani, koordinator kegiatan menuturkan bahwa setiap kelompok diusahakan ada yang hafidz sehingga dapat membantu peserta lain yang belum menyelesaikan porsinya.

Ihsan, Ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah pemaknaan “ngaji” dari konsep Gusjigang. Ahmad Nadjib, selaku Ketua YAPIQ menuturkan khataman seperti ini akan dilaksanakan tiap tahun sebagai bukti bakti kita kepada pendiri dan guru Qudsiyyah.

Peserta kompak memakai pakaian ala kudusan berupa baju putih, bersarung batik dan mem

akai iket sebagai penutup kepala. Menurut Abdul Jalil, panitia menggagas konsep ini untuk lebih menyerukan islam nusantara dan mengaplikasikan pakaian rakyat kauman dulu kala.

Acara berlangsung khidmah dan setelah genap 102 khataman acara berakhir pukul 21.30 WIB. Kemeriahan dilanjutkan di Halaman depan Makam Sunan Kudus, tepat di Selatan Bangunan Menara, 120 ingkung telah ditata rapi untuk disuguhkan kepada para peserta. Ingkung merupakan makanan khas yang disajikan ketika prosesi bancaan, manaqiban maupun tirakatan.

Ingkung dinikmati secara kepungan merupakan tradisi santri yang tak kenal gengsi, mau berbagi dengan yang lain dan tidak memandang tinggi-rendah derajat lainnya. Perbedaan menyatu, luber dalam kebersamaan dan keharmonisan, begitu tutur salah panitia. Ingkung yang disediakan adalah nasi dengan lauk Opor Ayam yang masih utuh dan Sambel Goreng, kuliner khas Kudus.

“Ngalap berkah”, begitulah kesan dari peserta khatmil Quran terutama dalam memeriahkan program Festival Alquran yang digagas oleh Qudsiyyah. Mereka percaya bahwa berkah para salafus sholihin akan berimbas dalam kehidupan mereka, itulah alasan mengapa tanpa pamrih ratusan peserta mengikuti kegiatan tersebut. Wahyu, salah seorang percaya bahwa tepat kegiatan ini diisi dengan khataman Al-Qur’an karena Al Qur’an adalah sumber berkah.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply