JALAN UNTUK BERTEMAN DENGAN PARA NABI, SHIDDIQIN, SYUHADA & SHALIHIN DI AKHIRAT

JALAN UNTUK BERTEMAN DENGAN PARA NABI, SHIDDIQIN, SYUHADA & SHALIHIN DI AKHIRAT
(NGAJI MBAH K.H SYA’RONI AHMADI DI MENARA KUDUS)
By: MOHAMMAD BAHAUDDIN, M.Hum
24/5/2018

QS. An-Nisa’ [4]: 66-71
بسم الله الرحمن الرحيم
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا (66) وَإِذًا لَآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًا (67) وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (68) وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا (69) ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا (70) ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا (71)

Artinya : (66) Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka) (67) dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami (68) dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus (69) Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (70) Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui (71) Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama

Ayat 66-68

Setelah menetapkan bahwa tidak ada iman sebelum bertahkim kepada Rasulullah, maka Allah mengatakan kembali bahwa manhaj yang mereka seru kembali kepadanya dan syariat yang mereka perintahkan marupakan manhaj yang mudah, lapang dan penuh kasih kasah. Dia tidak membebani tugas sesuatu pun melebihi kemampuan mereka, menyulitkan atau dengan perngorbanan yang berat.

Islam memberikan kemudahan kepada mereka semua untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan yang harus mereka tunaikan dan menghindari kemaksiatan-kemaksiatan yang dilarang.

Berikut contoh tuntutan yang mengindikasikan betapa mudahnya menjalankan manhaj pentaubatan umat dahulu dan umat Nabi Muhammad:

1 Umat bani Israil diberi tuntutan untuk melakukan bunuh diri atau keluar dari kampung dari kampung halamannya jikalau mau diterima taubatnya.

2 Umat Nabi Muhammad cukup dengan membaca istighfar atau sayyidul istighfar maka Allah sudah menerima taubatnya.

Membunuh diri sendiri dan keluar dari kampung halaman merupakan dua buah contoh tuntutan yang amat berat, yang seandainya diwajibkan kepada mereka niscaya tidak akan ada yang mau melaksanakanya kecuali sebagian kecil saja. Taklif itu dimaksudkan untuk mengatur masyarakat muslim dengan segala tingkat spiritualitas, himmah dan kodratnya , oleh karenya hal itu tidak dituntut atas mereka. Persoalanya hanyalah kemauan manusia dan keikhlasan niat untuk melaksanakanya.

Seandainya mereka mau menunaikan tugas-tugas mudah yang diwajibkan Allah atas mereka serta mau menderngarkan nasihat dan pengajaran yang diberikan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan kebaikan yang besar di dunia dan di akhirat.

Ayat 69-70

Asbabun Nuzul

ذكر سبب نزول هذه الآية الكريمة:
قال ابن جرير: حدثنا ابن حميد، حدثنا يعقوب القُمي، عن جعفر بن أبي المغيرة، عن سعيد بن جُبير قال: جاء رجل من الأنصار إلى النبي صلى الله عليه وسلم وهو محزون، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: “يا فلان، ما لي أراك محزونًا؟” قال: يا نبي الله شيء فكرت فيه؟ قال: “ما هو؟” قال: نحن نغدو عليك ونروح، ننظر إلى وجهك ونجالسك، وغدا ترفع مع النبيين فلا نصل إليك. فلم يرد النبي صلى الله عليه وسلم عليه شيئا، فأتاه جبريل بهذه الآية: { وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَم اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ [وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا] } فبعث النبي صلى الله عليه وسلم فبشره.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah diinformasikan kepadanya oleh Ibnu Humaid, dari Ya’qub as-Saqami, dari Ja’far bin Abil Mughirah, dari Said bin Jubair bahwa ia berkata, “Seorang laki-laki Anshar datang kepada Rasulullah dalam keadaan sedih hati. Lalu Nabi bertanya kepadanya, “Wahai Fulan, mengapa saya lihat kamu bersedih hati? Dia menjawab, ‘Wahai Nabi Allah, ada sesuatu yang ku pikirkan’, Beliau bertanya, ‘Apa itu? Dia menjawab ‘Kami biasa bersamamu pagi dan petang, kami lihat wajahmu, dan duduk bersamamu. Akan tetapi besok, Engkau akan berada ditampat yang tinggi bersama para nabi, sehingga kami tidak akan dapat menggapaimu’. Maka Nabi tidak menjawabnya sama sekali, kemudian Malaikat Jibril datang menbawa ayat ini. Maka bangkitlah Nabi dan memberikan kabar gembira kepada orang itu.

Tafsiran Ayat

ثم قال تعالى: { وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا } أي: من عمل بما أمره الله ورسوله، وترك ما نهاه الله عنه ورسوله، فإن الله عز وجل يسكنه دار كرامته، ويجعله مرافقًا للأنبياء ثم لمن بعدهم في الرتبة، وهم الصديقون، ثم الشهداء، ثم عموم المؤمنين وهم الصالحون الذين صلحت سرائرهم وعلانيتهم. ثم أثنى عليهم تعالى فقال: { وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا }

‎Allah berfirman (وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا) “(69) Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (70) Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui” Artinya, barangsiapa melakukan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, serta meninggalkan apa yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya Allah akan menempatkanya di tempat kehormatan-Nya (Surga) dan menjadikanya pendamping para Nabi, kemudian orang-orang yang derajatnta dibawah mereka. Yaitu para Shiddiq, para suhada’ (orang yang mati syahid), lalu mukminin secara umum, yaitu orang-orang shalih yang baik (benar) pada sesuatu yang tersembunyi dan tampak. Kemudian Allah memuji mereka dengan firman-Nya (وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا) “Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”

NB: As-Shiddiqin (الصديقين) disini yang dimaksud adalah أفاضل أصحاب النبي yang artinya “Sahabat-sahabat nabi yang luhur”

Bagaimana mentaati Allah dan Rasul?
1. Memperbanyak baca Al-Qur’an
قال الإمام أحمد أيضا: حدثنا أبو سعيد مولى أبي هاشم، حدثنا ابن لهيعة، عن زَبَّان بن فائد، عن سهل بن معاذ بن أنس، عن أبيه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “من قرأ ألف آية في سبيل الله كتب يوم القيامة مع النبيين والصديقين والشهداء والصالحين، وحسن أولئك رفيقا، إن شاء الله”
Imam Ahmad meriwayatkan dari Sahl bin Muadz bin Anas dari Ayahnya , bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membaca seribu ayat di jalan Allah, niscaya Allah akan mencatatnya pada hari Kiamat bersama Nabi, Siddiqin, Syuhada’, dan Shalihin. Itulah sebaik-baik teman, insyaAllah”

2. Menjadi Pedagang yang Jujur lagi amanah
وروى الترمذي من طريق سفيان الثوري، عن أبي حمزة، عن الحسن البصري، عن أبي سعيد قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء”.
At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Said, ia berkata, Rasulullah bersabda: “Pedaganng yang jujur lagi amanah akan bersama para Nabi, Siddiqin, dan Syuhada”. (Kemudian dia berkata: “Hadis ini hasan yang kami tidak ketahui kecuali dari jalan ini)

3. Mencintai dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
المرء مع من أحب
Nabi Bersabda: “Seseorang akan bersama orang yang dicintainya”

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply