PPQ Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik

QUDSIYYAH, KUDUS- Training Pres Jurnallistik oleh Perstuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) dilaksanakan pada Sabtu Legi –Ahad Pahing, 19-20 Agustus 2017. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan santri Tsanawiyyah Maupun Aliyyah Qudsiyyah, yang bertempat di Aula Ma’had , Lab MA dan Aula MA Qudsiyyah.

Kegiatan ini mengambil tema “Penguasan Teknologi Jurnalistik Santri”, dan bertujuan agar santri tidak ketinggalan dengan teknologi karena sekarang orang-orang lebih sering bermain dengan teknologi. Diharapkan, para Santri Qudsiyyah harus menguasai teknologi khususnya yang terkait dengan teknologi jurnalistik.

Secara khusus, Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan tentang dunia kejurnalistikan tetapi juga untuk memilih pimpinan redaksi (pimred) EL WIJHAH & EL QUDSY untuk tahun depan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan crew El WIjhah dan EL Qudsy dapat lebih baik dari tahun sebelumnya.

Acara ini berlanggsung dengan meriah. Pasalnya acara ini dapat mendatangkan Alumni Qudsiyyah yang sudah lama menggeluti dunia tulis menulis. Salah satu pemateri,Nor Kholidin, dari Jepara mengatakan, dunia kejurnalistikan itu dunia yang seru. “ Selain bisa menambah pengetahuan juga bisa menambah teman,” kata dia.

Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan supaya Madrasah Qudsiyyah tidak tertinggal dengan madrasah lain. “Mereka sudah sanggat canggih dalam jurnalistik,” ujar Yusrul Wafa, alumni yang kini aktif di dunia bloger dan Youtube ini. (M Khoirul umam-Saiful effendi-Salahudin Yusri/Kharis)

FIKRY PIMPIN PPQ TAHUN INI

QUDSIYYAH, KUDUS – Syaikhuddin Bahri Al Fikry akhirnya memenangkan pemilihan Ketua PPQ yang dilaksanakan pada Kamis, 22 September 2016. Hasil akhir penghitungan, dari 1536 pemilih yang telah menggunakan hak suaranya, Fikri mendapatkan suara terbanyak sejumlah 669 suara.

Kerja keras tim pendukung Fikri membuahkan hasil yang cukup baik. Mulai dari memasang profil dan visi misi, serta berkampanye terbuka di hadapan seluruh siswa-siswa Qudsiyyah yang memiliki hak suara, mengantarkan santri dari Damaran Kota Kudus ini menjadi top leader santri Qudsiyyah Kudus.

Usai memenangkan pemilihan, akhirnya, Fikri dan seluruh jajaran pengurus PPQ dilantik oleh al Mudirul Am Madrasah Qudsiyyah, KH Nur Halim Ma’ruf pada Selasa Pahing, 4 Oktober 2016. (*)

Enam Kandidat Berebut Jadi “Presiden Santri Qudsiyyah”

QUDSIYYAH, KUDUS – Bila di ibu kota Jakarta sedang memanas soal kandidat bakal calon yang akan diusung dalam Pilkada awal 2017 mendatang, maka di Qudsiyyah Kudus juga sedang panas. Sebanyak enam kandidat berebut menarik simpati pemilihnya untuk memenangkan pertarungan menjadi ketua umum Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ).

Keenam calon tersebut adalah 1- Syaikhuddin Bahri Al Fikry (Damaran Kudus – Partai Sepur), 2- M. Iqbal Surya Negara (Cengkalsewu Sukolilo Pati – Partai MMC), 3- Khulafaur Rosyidin (Way Kanan Lampung – Partai Maju Terus), 4- Ahmad Khasan Fathoni (Dersalam Bae Kudus – Partai Seerrtek), 5- M. Agus Sholihuddin (Lau Dawe – Partai KUDU IQU), dan 6- Muhammad Siddiq (Undaan Kudus – Partai Santri Kece).

Salah satu cara yang dilakukan para kandidat ini adalah dengan menggelar kampanye terbuka oleh calon dan jurkamnya masing-masing. Orasi terbuka ini dilaksanakan pada Senin (19/9/2016) di tiga titik lokasi yang berbeda. Mulai dari lapangan MI Qudsiyyah, dilanjutkan di lapangan MTs Qudsiyyah dan terakhir lapangan MA Qudsiyyah Kudus.

Untuk menarik minat para pendengar dan calon pemilihnya, enam kandidat calon tersebut didandani dengan pakaian khas Kudusan tempo dulu, yakni memaki sarung batik, baju putih dan memaki iket kepala. Ini dilakukan oleh penyelenggara kegiatan “Pemilu PPQ” untuk lebih mengenalkan kandidat di akar rumput calon pemilihnya, yakni seluruh siswa MI mulai kelas V hingga seluruh siswa MTs dan seluruh siswa MA Qudsiyyah.

Selain itu, kampanye dan orasi ini dilakukan untuk menggenjot tingkat partisipasi pemilih saat pencoblosan Kamis (22/9/2016) mendatang.

Pencoblosan ini adalah untuk memperebutkan jabatan Ketua umum PPQ periode 2017-2018. Di Madrasah Qudsiyyah, dari dulu hingga sekarang, jabatan yang sedang diperebutkan ini merupakan jabatan prestisius yang selalu diperebutkan. Ini karena jabatan ini bak seperti menjadi “Presiden” bagi seluruh santri Qudsiyyah mulai dari tingkat paling kecil, MI hingga tingkat MTs dan tingkat MA.

Selain dengan menggelar kampanye, poster-poster dan gambar calon juga menyebar di berbagai titik strategis madrasah Qudsiyyah. Mulai dari poster gambar dan visi misi calon, hingga profik utuh mengenai keenam calon tersebut.

Ketua Umum PPQ, yang telah purna, M. Yusrul Muna, mengungkapkan, keenam kandidat calon yang terpilih ini merupakan hasil dari berbagai seleksi yang telah dilaksanakan. “Calon ini adalah hasil dari usulan siswa, hasil proses wawancara, dan hasil masukan dari dewan Pembina dan pembimbing PPQ. Jadi inilah enam orang yang handal, penerus tongkat estafet PPQ,” kata dia.

Ia menjelaskan, tahapan pemilihan ini meliputi penjaringan calon kandidat, Rapat Anggota, yang merupakan laporan pertanggungjawaban yang telah terlaksana pada Sabtu (17/9/2016) dilanjutkan dengan masa kampanye dan pencoblosan. “Senin sampai Rabu adalah masa kampanye, puncaknya Kamis nanti pencoblosan dan penghitungan suara,” pungkasnya. (*)

Qudsiyyah Gelar Rajabiyyah dan MBSR

Rajabul Ashom, bulan yang dimuliakan oleh Allah dimana Nabi-Nya diberangkatkan dan diangkat dalam prosesi Isra’ Mi’raj. Sebagai generasi penerus umat Muhammad SAW memperingati Rajabiyyah adalah cara kita merayakan dan merefleksi kejadian agung silam. Bersama PPQ, Qudsiyyah menggelar Rajabiyyah dan MBSR (Menyongsong Bulan Suci Ramadlan) pada Rabu (4/5) di 2 tempat sekaligus. Santri MI bertempat di Lantai 2 Gedung MI Qudsiyyah, sedangkan kegiatan untuk santri MTs dan MA dipusatkan di Gedung YM3SK.

Menurut panitia pelaksana, Kegiatan rajabiyyah tidak hanya memperingati isra’ mi’raj tetapi sebagai bentuk ta’dhim bulan rajab yang penuh dengan fadhilah. Adapun MBSR memang telah menjadi tradisi di Qudsiyyah dalam menyambut bulan Ramadlan.

Dengan mengadakan pengajian dan menyerukan akan dekatnya bulan puasa, santri dibekali bentuk-bentuk ibadah dalam Bulan Ramadlan. Tradisi MBSR telah ada di Qudsiyyah sejak lama dan diprakarsai oleh KH. Sya’roni Ahmadi. Sebuah hadits menerangkan bahwa bahagia memasuki Bulan Ramadlan akan dijamin dari api neraka.

Menurut Salah satu staf guru, Ali Yahya, untuk tahun ini, MBSR dibarengkan dengan rajabiyyah karena tuntutan kalender pendidikan, biasanya MBSR diadakan pada bulan Sya’ban akan tetapi tahun ini tidak sesuai jadwalnya.

 

Generasi Harus Berprinsip Budaya

Dalam hal budaya, Nabi Muhammad adalah figur yang menjaga bahkan memperbaiki budaya. “Pesan tersebut disampaikan oleh KH. Ahmad Asnawi dalam acara CISS (Ceramah Ilmiah Siswa) yang diadakan Kamis (28/4) di Aula Ponpes Raudlatul Muta’allimin, Langgardalem. Beliau mencontohkan budaya rodloah atau menyusui di Tanah kelahiran Nabi. “Ketika nabi mendapatkan risalah, menyusui dijadikan sunnah dan diatur dalam tatanah syariah”, imbuhnya.

Kebudayaan Kudus yang sebelumnya ada dan dijalankan oleh komunitas sebelum kedatangan Sunan Kudus pun diadopsi sehingga tidak menyakiti yang lain. Beliau mencontohkan fungsi blangkon sebagai satrur ro’si atau tutup kepala yang bentuk dan kegunaanya seperti sorban. “Bukan memaksakan sorban dalam budaya jawa. Budaya yang diadopsi dengan syariat tidak akan menimbulkan keresahan dan fanatik,” tandasnya dalam acara bertajuk “Kudus dalam Potret Budaya Lokal”

Pemateri lainnya, Dr. Ihsan menambahkan budaya lokal “Gusjigang” sebagai local wisdom warisan Sunan Kudus. Gusjigang harus dibumikan mengingat makna dan kegunaannya. Tidak sepenuhnya budaya bersifat kuno, beliau mencontohkan budaya ater-ater yang mulai pudar. “Budaya harus dilestarikan meski bisa disesuaikan dengan situasi kekinian, ater-ater bisa menggunakan menu hamburger”, jelasnya dengan canda.

Dikuatkan dengan penjelasan Drs. Zaenuri dari Dinas Pendidikan bahwa generasi sekarang harus punya prinsip budaya. Itupun menurut KH. Ahmad Asnawi selama tidak bersebrangan dengan agama.

Kegiatan CISs memang merupakan annual program yang rutin dilaksanakan PPQ, menurut ustadz Hanafi, Pembina PPQ. Kegiatan ini diikuti oleh santri Qudsiyyah dari MTs hingga MA, dan turut mengundang delegasi dari sekolah mitra. Untuk tahun ini kegiatan, tercatat 33 peserta dari 14 sekolah mitra.

 

 

 

CIPTAKAN DIRI MANDIRI MENGHADAPI AFTA!

KUDUS, QUDSIYYAH – Salah satu tawaran strategi bagi pelajar dalam menghadapi ekonomi ASEAN 2015 adalah menciptakan diri menjadi mandiri dan kreatif. Demikian salah satu hal yang diungkap oleh akademisi dan peneliti Kudus, DR Abdul Jalil, M.E.I dalam diskusi bertema “Menyiapkan Sumber Daya Kompetitif Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015” di gedung Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) di Jl Sunan Kudus No. 198, pada Sabtu (2/5/2015).

Dalam diskusi yang digagas oleh Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) Kudus dengan menghadirkan sekitar 200 pelajar tingkat MA/SMA se-Kabupaten Kudus ini, Jalil menyerukan kepada pelajar untuk selalu optimis dalam segala hal. “Gagal, lupa, berbuat salah, tidak naik kelas, mendapat nilai jelek, tidak masalah asalkan anda bangkit dari semua itu. Yang jadi masalah adalah ketika anda tidak bangkit dan terpuruk dengan hal-hal itu,” tegasnya.

Lebih jauh dijelaskan ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau kawasan perdagangan bebas ASEAN merupakan kesepakatan Negara-Negara Asia Tenggara untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan menciptakan pasar regional. Praktisnya, dalam AFTA nanti tidak ada lagi pajak bea masuk impor komoditas pada wilayah Negara ASEAN. “Imbasnya, negeri kita akan diserbu dengan barang-barang luar negeri. Sebaliknya, kita juga bebas menyerbu Negara tetangga dengan barang-barang produk kita. Persoalannya, sudah siapkah kita?,” tanya pria yang juga Mudarris Ma’had Qudsiyyah Kudus.

Oleh karena itu, menghadapi hal ini, beliau berpesan agar para pelajar harus terus membaca potensi diri dan kemudian terus dikembangkan menjadi pribadi-pribadi yang kreatif dan inovatif. “Para siswa harus menjadi pribadi yang ulet, tangguh dan kreatif, sehingga pada gilirannya akan mampu mandiri dan mampu bersaing di pasar bebas dengan berbagai inovasi,” terangnya.

Inovasi adalah suatu ide baru bagi seseorang atau kelompok yang digunakan untuk mencapai tujuan untuk memecahkan masalah tertentu atau juga penciptaan sesuatu yang baru. Hal ini identik dengan kreatif yang secara umum karakteristik orang kreatif adalah selalu melihat sesuatu dengan cara berbeda dan baru. “Proses kreatifitas yang melibatkan ide-ide baru, berguna dan dapat diimplementasikan inilah yang pada akhirnya menciptakan seseorang menjadi mandiri,” pungkasnya.

Nara sumber lain, KH Ahmad Asnawi mengungkapkan, kunci kesuksesan adalah dengan teguh menjaga kejujuran. “Dimanapun dan kapanpun kejujuran tetap menjadi andalan yang tak akan lekang oleh waktu,” ungkap kyai muda Qudsiyyah ini.
Lebih lanjut ditekankan, kepada para pelajar harus bersikap dan bertindak jujur dalam segala hal. “Menjadi pelajar harus jujur, bekerja juga harus jujur, menjadi pengusaha juga harus jujur,” katanya.

Sementara itu, Dzikri Fauqi Agbas, salah satu pengusaha Kudus yang juga menjadi nara sumber memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu bermental optimis dan tidak bermental psimis.
Ia juga menyatakan, salah satu hal yang dikembangkan dalam perusahaan keluarganya adalah dengan mengembangkan apa yang disebut sebagai spiritual company. Artinya, dalam bekerja, semua pihak, mulai dari tingkat paling bawah, karyawan, hingga tingkat paling atas hars menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual. (*)

REBANA DAN FUTSAL, PALING DIBANJIRI PENONTON

QUDSIYYAH, KUDUS – Ajang perlombaan intern antar santri Madrasah Qudsiyyah Kudus berlangsung meriah. Event dengan tajuk Classmeeting ini dikomandoi oleh Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) di halaman Madrasah Qudsiyyah pada 8 – 11 Januari 2014.

Dari 28 cabang perlombaan, Kejuaraan Futsal dan lomba Rebana menjadi salah satu favorit penonton. Hampir seluruh kelas yang ada di MI, MTs, dan MA ikut serta dalam ajang kejuaraan Futsal yang digelar di lapangan MTs Qudsiyyah ini. Begitu pula Lomba Rebana juga banyak diikuti perwakilan kelas yang menampilkan suara-suara merdu melantunkan sholawat ini.

Kedua jenis perlombaan ini sarat dengan penonton dan tepuk tangan meriah para pendukung masing-masing. Akhirnya Futsal tingkat MI-MTs dimenangkan oleh tim dari Kelas VII B, VI A di posisi ke dua dan VI B di posisi ke tiga. Sedang di tingkat MTs – MA, juara Futsal dimenangkan oleh kelas IX B pada juara pertama, menyusul kelas XI D di posisi kedua dan XI C di posisi ke tiga.

Sedangkan pada lomba Rebana, pada kategori MTs dimenangkan oleh kelas VII A pada peringkat pertama, menyusul kemudian IX C, dan di posisi ke tiga kelas IX B. sedang pada tingkat MA, juara I diraih oleh  kelas XII D, juara II oleh X E dan juara III diraih oleh XII C.

Selain Futsal dan Rebana, dalam Classmeeting tersebut memperlombakan Badminton, Tenis Meja, Adzan Iqamah,  sholawat, Kaligrafi, lomba kelereng, LCT kids, Wudhu, sholat, Hafalan Hadis Arbain, Memasukkan Pensil, tartil, Khitobah, mrwarnai, AL Barzanji, pecah air, memakai sarung, catur, Hafalan Alfiyyah, Qiro’ah, Stand up comedy, LCT Nahwu, Talqin, Falak, Zej, Melukis, PBB, Muthola’ah, puisi, seni peran, Fotografi, dan lomba desain grafis.  (*)

Kelas Santri Ma’had “Cetak Hattrick” Classmeeting

QUDSIYYAH, KUDUS – Untuk ketiga kalinya, kelas santri Ma’had Qudsiyyah angkatan pertama, XII D, berhasil menjadi juara umum dalam perlombaan antar kelas, Classmeeting yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Qudsiyyah. Setelah dua tahun yang lalu secara berturut-turut menjadi juara umum, kini untuk ketiga kalinya kelas tersebut juga sukses menjadi juara umum pada lomba yang diselenggarakan pada akhir Desember 2012 lalu.

Sejumlah 18 piala berhasil diraih dan dikumpulkan dari sekitar 30 perlombaan. Pada tingkat kelompok, dua piala disumbangkan, yakni juara II lomba Teater, dan juara II olahraga futsal.

Salah satu lomba yang semuanya diborong kelas XII adalah lomba Muthola’ah Kitab Fathul Qarib. Lomba ini tidak menyisakan juara untuk kelas lainnya dengan runtutan juara pertama diraih oleh Ahdanal Halim, juara II Hilmi Abdillah, dan juara III Musfar Munji. Lomba kategori kreatifitas juga menjadi lumbung piala dalam kejuaraan kali ini. Lomba Blog, dua piala dipersembahkan oleh Ahdanal Halim yang meraih juara I, dan M Zidni Nafi’ yang meraih juara III.

Lomba pidato Bahasa Arab dan Bahasa Jawa juga menyumbangkan masing-masing dua piala. Nor Asrori meraih juara I lomba pidato Bahasa Ara, sedang juara keduanya diraih oleh M Rifa’i.  Sedang Pidato bahasa Jawa kedua orang ini  lagi-lagi yang menjadi juara. M Rifa’i meraih juara I dan juara II diraih oleh Nor Asrori.

Lomba-lomba lain yang diraih santri kelas XII diantaranya: Miftahul Albab (puisi juara I), M Nasirul Haq (Stand up comedy juara II), Hilmi Abdillah (LKTI juara II), Musfar Munji (Qiro’ah juara I dan juara I Lomba LCT Nahwu), serta Ahdanal (juara I olahraga Catur dan Juara II Talqin). (*)

Maulidiyyah, Momentum Cinta Nabi dan Cinta Orangtua

QUDSIYYAH, KUDUS – Cuaca dingin di musim hujan tidak menyurutkan ribuan santri Qudsiyyah untuk menghadiri pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang diselenggarakan Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ), pada Selasa (23/1/2012) di gedung Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK).

Pada kegiatan tersebut, KH. M. Sya’roni Ahmadi, Nadhir Qudsiyyah, menyampaikan beberapa amanat dan pesan dalam mauidhoh hasanah. Salah satunya, beliau berpesan kepada santri-santri Qudsiyyah untuk selalu taat kepada orang tua, terutama terhadap Ibu. Bulan ini merupakan saat yang tepat untuk mengagungkan sekaligus mencintainya rasul dengan memperbanyak membaca shalawat. Sekaligus juga meniru perilaku rasul yang selalu mengangungkan dan menghormati orang tua.

“Berbakti kepada seorang Ibu memiliki keindahan. Keindahan tersebut terletak bukan pada anak yang pintar ataupun bodoh. Meskipun anak tersebut bodoh, namun bila berbakti kepada Ibu pasti akan memiliki keindahan,” ujar mbah yai.
Selain itu, beliau juga berpesan kepada para santri agar meniru seperti tawon (lebah, red). Di dalam Al-Qur’an, tawon merupakan serangga mulia yang selalu hidup di atas dan selalu memakan makanan yang halal dan suci. Juga, tawon menghasilkan sesuatu yang banyak manfaatnya, yakni madu. “Santri kudune perilakune becik, mongko hasile juga becik,” imbuhnya.

Kegiatan Maulidiyyah yang panitianya dari kelas VIII Tsanawiyyah tersebut terasa lebih special, kerana selain dimeriahkan grup Rebana Al Mubarok, juga dihadiri vokalis-vokalis handal seperti Ustadz Nizar, Ustadz Shofa, Ustad H. Ashfal Maula, Ustad Abdul Ghofur. (*)

Class Meeting Jadi Hiburan sebelum Liburan

QUDSIYYAH, KUDUS – Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) selalu mengagendakan acara lomba antar kelas yang biasa disebut classmeeting. Tahun ini diselenggaran tepat seusai tes semester akhir tahun, tepatnya pada Sabtu (15/12/2012) hingga Selasa (18/12/2012).

Kegiatan ini, menjadi kegiatan olahraga sekaligus untuk meningkatkan prestasi siswa, baik di bidang olahraga maupun akademik. Selain itu, kegiatan rutin itu menjadi ajang hiburan bagi santri melepas lelah menghadapi tes semester ganjil di pertengahan tahun pelajaran.

Pembukaan dilaksanakan pada Sabtu di halaman MTs Qudsiyyah. Semua peserta mulai dari Ibtidaiyyah, Tsanawiyyah dan Aliyah ikut dalam upacara pembukaan tersebut.

Sedangkan beberapa lomba-lomba yang diselenggarakan adalah talqin, muthola’ah, hafalan Alfiyyah, qiro’, shalawat, rebana, hafalan hadits arbain, LCT Nahwu, futsal, badminton, tenis meja, seni peran, baca puisi, melukis, khitobah bahasa Arab, khitobah bahasa Indonesia, khitobah bahasa Jawa, dll.

Acara classmeeting ini nampaknya disambut baik oleh santri-santri maupun guru-guru Madrasah Qudsiyyah. Lumayan banyak santri yang mengikuti lomba-lomba yang diadakan. Para guru pun bersedia menjadi juri dalam lomba-lomba tersebut.
Lomba lain yang ramai adalah futsal. Lomba ini ditempatkan di halaman MTs dengan didatangi santri-santri madrasah Qudsiyyah. Tak hanya pemain, supporter pun ramai mengelilingi lapangan dengan berbagai sorak dan yel-yel bagi tim favorit mereka. (*)