Kyai Saifuddin: Kudus Berdiri 19 Rajab

QUDSIYYAH, KUDUS – Menurut prasasti di atas mihrab Masjid Menara, Kudus didirikan tanggal 19 Rajab 956 H. Hal itu diutarakan oleh KH. Saifuddin Luthfi dalam Sarasehan yang diadakan pengurus Yayasan Masjid, menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK). Acara yang bertajuk “Pesan Prasasti Masjid al-Aqsha Menara Kudus dilaksanakan pada Selasa malam (26/4) di Gedung YM3SK.

“Kenapa 19 Rajab padahal tanggal 27 Rajab lebih bersejarah? Kira-kira 19 adalah perpaduan angka terkecil dan terbesar,” tandasnya. Pesan dari Sunan Kudus agar masjid ini digunakan untuk berjamaah sebanyak-banyaknya ditandai 1 imam dan 9 makmum atau semaksimal mungkin. Beliau menambahkan filosofi angka 19 dalam pemerintahan, pesan daerah ini (kudus) rakyatnya 9 harus mengikuti pemimpinnya yang hanya 1.

Pemateri lain, Jadul Maula dari Lesbumi PBNU berpendapat bahwa 1 melambangkan yudhistira dengan pusaka Jamus Kalimosodo yang berarti setiap nafas harus dzikir kepada Allah SWT, sedangkan 9 adalah bolodewo atau batin kita jadi dzikir tidak hanya nafas tapi merasuk sampai ke batin.

Mbah ipud –panggilan akrab Kyai Saifuddin- membuatkan syair yang menjadi candrasengkala berdirinya Balad Quds, Nama Kota Kudus sesuai prasasti di Masjid al-Aqsha. Syair tersebut beliau diakuinya terinspirasi dari syair Syaikh Barzanji pengarang kitab Maulid.

المسجد الاقصى وقد بناه # سيدنا جعفر وقد سواه

في رجب الاصم يوم التاسع # من بعد عشر انه اواه

تاريخه من هجرة النبي وقد # اسس مسجده على تقواه

Dengan rangkaian syair berbahar rojaz ini, kyai yang masih aktif sebagai pengajar di Madrasah Qudsiyyah ini bermaksud bahwa al-Masjidil Aqsha telah dibangun oleh Sayyid Ja’far Shodiq atau Sunan Kudus pada 19 Rajab tahun 956. Uniknya penyebutan tahun ditulis dengan lafad

وقد  اسس  مسجده  على  تقواه

512    101   112    121   110

Yang jika dijumlahkan dengan perhitungan abajadun berjumlah 956. Jika dalam prasasti jelas menyebutkan bahwa berdirinya masjidil Aqsha sebagai deklarasi berdirinya Kota Kudus maka Kudus berdiri pada hari itu juga yang jika dikonversi ke tarikh umum menjadi 23 Agustus 1549.

Para Pemateri dalam sarasehan "Pesan Prasasti al-Masjidil Aqsha Menara Kudus"

Para Pemateri dalam sarasehan “Pesan Prasasti al-Masjidil Aqsha Menara Kudus”

Selain mbah Ipud, hadir juga H. Em Nadjib Hassan, Ketua YM3SK selaku penyelanggara memberikan keynote speech, Hasyim Asy’ari, Ph.D selaku moderator memandu para pemateri Drs. Musaddad M.Hum (UGM), Dr. Abdul Jalil, M.E.I. (Akademisi) dan M. Jadul Maula (Budayawan). Acara sarasehan tersebut diadakan tanggal 19 Rajab 1437 sesuai penanggalan hijriyyah, dan dimaksudkan untuk merayakan harlah Kudus dengan dialog pesan Sunan Kudus yang tersirat dalam Prasasti peninggalannya (*).