SANTRI MI QUDSIYYAH GELAR UPACARA DAN NOBAR “SANG KYAI”

QUDSIYYAH, KUDUS – Pada hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2017, ratusan santri MI Qudsiyyah Kudus menggelar upacara Hari Kesaktian pancasila, di lapangan MI Qudsiyyah, Kerjasan Kota Kudus. Ratusan santri berseragam batik “kangkung”, seragam khas Qudsiyyah, berjajar rapi dalam barisan.

Dalam amanat upacara, kepala MI, M. Afthoni, menyerukan kepada seluruh santri untuk tidak melupakan sejarah. Sejarah perjanalan panjang kemerdekaan bangsa ini seyogyanya dijadikan acuan bagi generasi muda sekarang untuk selalu bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan nikmat kesatuan dan persatuan serta kedamaian negeri ini.

Lebih lanjut, kepala MI yang bertempat tinggal di Karangampel Kaliwungu Kudus ini berharap para santri dapat meneladani keberanian serta perjuangan para pahlawan bangsa. “Di hari kesaktian Pancasila ini, kita harus berusaha semaksimal mungkin mengamalkan isi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, bersamaan dengan momentum Asyuro di bulan Muharram, juga dilaksanakan santunan Yatim bagi santri Qudsiyyah yang Yatim. Selain upacara dan santunan yatim, kegiatan yang dilaksankan tepat sesuai Tes Mid semester ini adalah berbagai macam kegiatan hiburan, seperti lomba anak-anak, seperti lomba mewarnai, lomba gelang sarung dan lomba pindah botol.

Juga, tak ketinggalan, acara juga dimeriahkan dengan nonton bareng film perjuangan. Film yang dipilih adalah film “Sang Kiai” yang mengangkat profil dan perjuangan ulama terkemuka KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Film yang diproduksi tahun 2013 ini dipilih karena sebentar lagi juga berbarengan dengan momentum Hari Santri Nasional, 22 Oktober, dimana film tersebut menceritakan tentang resolusi jihad, yang kemudian diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari, terjadi tepat pada tanggal 22 oktober tahun 1945 di Surabaya. Resolusi ini dikeluarkan untuk mencegah kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA.

KH. Hasyim Asy’ari sebagai ulama pendiri NU menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu“.

Seruan Jihad yang dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari itu membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby. Jenderal Mallaby pun tewas dalam pertempuran yang berlangsung 3 hari berturut-turut tanggal 27, 28, 29 Oktober 1945, ia tewas bersama dengan lebih dari 2000 pasukan Inggris yang tewas saat itu.

Hal tersebut membuat marah angkatan perang Inggris, hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945, yang tanggal tersebut diperingati sebagai hari Pahlawan.

Kemerdekaan Indonesia memang tidak lepas dari para santri dan ulama, karena memang tak hanya tentara yang berperang melawan penjajah, tercatat banyak ulama dan santri yang ikut berperang untuk mengusir penjaah dari bumi Indonesia. Itulah mengapa tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. (Kharis)

PERINGATAN RAJABIYYAH MI QUDSIYYAH MENGAJAK GIAT SHOLAT

QUDSIYYAH, KUDUS – Setelah sukses dengan Peringatan Rajabiyyah dan MBSR di gedung YM3SK pada Sabtu, 13 Mei 2017, hari ini (Ahad, 14/05/2017) PPQ menggelar acara yang sama dengan peserta santri pada tingkatan Ibtidaiyyah. Acara ini berlangsung mulai pukul 08.00 – 10.30 yang bertempat di Aula Tanah Mas MA Qudsiyyah.

Acara ini berlangsung cukup meriah. Selain diisi mauidhoh hasanah oleh Ustadz Muhammad Hamdan Al Hafidz, acara ini juga dihadiri oleh pihak kepolisian Polsek Kota Kudus.

Kepada seluruh santri yang hadir, pihak kepolisian menyampaikan pesan tentang ajakan untuk menjauhi narkoba. Selain itu juga menyampaikan pentingnya disiplin lalu lintas. Gemuruh suara santri-santri Ibtidaiyyah pun pecah seketika saat para polisi berinteraksi dengan santri-santri Qudsiyyah.

Pesan-pesan yang disampaikan dalam mauidhoh hasanah oleh Ustadz Muhammad Hamdan Al Hafidz antara lain menggemakan ajakan bagi para santri untuk lebih giat melaksanakan sholat. Ini karena sebagai buah manis dari perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw.

Acara ini berlangsung dengan lancar. Alunan nada terbang dari Al-Mubarok Kids pun menutup acara ini dengan wajah bahagia dari santri-santri Ibtidaiyyah yang beranjak pulang. Rangkaian acara yang berlangsung antara lain, pembukaan, pembacaan ayat suci al Qur’an dan Sholawat Asnawiyah, tahlil, sambutan ketua panitia, sambutan kepala MI, sosialisasi dari kepolisian, mauidhoh hasanah dan terakhir penampilan Renana dari santri-santri MI Qudsiyyah yang tergabung dalam Al-Mubarok Kids. (M Iqbal Marzuqi/Kharis)

MI Gelar Senam dan Sarapan Bersama

Kamis pagi (14/4), santri dan ustadz MI Qudsiyyah melaksanakan Senam dan sarapan bersama. Hal ini ditujukan untuk menjaga kebugaran santri agar tetap sehat dan semangat dalam melakukan aktifitas KBM. Kegiatan dimulai jam 08.00 WIB di Halaman MI Qudsiyyah Kudus. Bekerjasama dengan produsen food & baverage, MI Qudsiyyah menyediakan 700 sarapan dan membagi mie instan kepada setiap santri.

Santri MI memperhatikan penjelasan akan pentingnya Sarapan

Santri MI memperhatikan penjelasan akan pentingnya Sarapan

Setelah senam bersama, tim ahli gizi memberikan penyuluhan akan pentingnya sarapan pagi untuk aktifitas sehari-hari. Sarapan pagi akan meningkatkan semangat dan meningkatkan konsentrasi belajar, tentunya meningkatkan prestasi siswa. Santri juga ditatar untuk benar dalam sarapan, yakni memastikan kandungan gizi seperti karbohidrat, protein dan tinggi serat.

Ustadz MI juga mencontohkan kepada adik-adik santri untuk membaca doa/ basmalah sebelum dan setelah makan serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Lingkungan yang bersih dan makanan yang kaya gizi menjadikan tubuh sehat, berikut penjelasan salah satu ustadz.