Mempopulerkan Shalawat Kebangsaan Karya KHR Asnawi

DALAM rangkaian satu abad Qudsiyyah digelar acara “Mendaulat Shalawat Asnawiyyah sebagai Shalawat Kebangsaan” oleh Cak Nun bersama Kyai Kandjeng (3/8/2016). Pada hakikatnya acara itu adalah penegasan kembali tentang keberadaan shalawat Asnawiyyah yang sangat memiliki nilai cinta bangsa dan do’a abadi kedamaian Indonesia. Sebelum Cak Nun, Habib Syekh sudah membawa shalawat Aswiyyah dikumandangkan setiap majelis shalawat, baik di dalam negeri atau luar negeri.

Dan jauh sebelum itu, para kyai dan santri KHR Asnawi juga sudah mengenalkan dan mempopulerkan shalawat karya Mbah Asnawi ini. Buktinya nyata, bahwa di pesantren berbasis NU sangat mengenal bait-bait shalawat Asnawiyyah tersebut. Lagu dan nada pelantunannya memang berbeda-beda sesuai dengan selera dimana shalawat itu dikumandangkang.

Bagi generasi masa sekarang, memang sangat perlu penegasan kembali eksistensi shalawat ini. Tepat jika momentum satu abad menjadi pijakan untuk mendaulat shalawat Asnawiyyah sebagai shalawat kebangsaan. Dan pasca mendaulat, masih banyak PR yang harus dilakukan. Sebab jika hanya didaulat saja, maka akan sepi dari makna aslinya. Sebab shalawat itu adalah kalimat yang perlu dilafadzkan, bukan hanya didaulat.

Maka yang paling penting hari ini adalah mencetak generasi shalawat, kader yang cinta shalawat dengan membaca shalawat Asnawiyyah. Akan lebih mulia jika pembacaan shalawat Asnawiyyah dijam’iyyahkan dan dirutinkan. Maka jam’iyyah seperti Rebana Al Mubarok Qudsiyyah menjadi salah satu garda depan penjaga eksistensi shalawat Asnawiyyah. Sudah 11 album yang dikeluarkan oleh Al Mubarok selalu mengumandangkan shalawat Asnawiyyah.

Bagaimana isi dari shalawat Asnawiyyah sehingga layak disebut shalawat kebangsaan? Pertanyaan ini selalu saya terima dari banyak kawan yang masih belum paham secara detail isi dari shalawat itu. Maka ada tanggung jawab akademik yang harus dijelaskan. Penulis dengan segala kekurangan berikhtiyar membaca hermeneutika shalawat Asnawiyyah.

Sang pencipta shalawat Asnawiyyah bernama KHR Asnawi yang hidup di abad 19. Sosok Kyai Asnawi dikenal sebagai pejuang kemerdekaan dan penjaga garis Islam ahlussunnah wal jama’ah. Kiprahnya tidak hanya di lingkup lokal Kota Kudus, tetapi kiprah di level nasional dan internasional. Dalam bidang karya tulis, Mbah Asnawi juga melahirkan banyak karya: Fashalatan, Mu’taqad Seket, Fiqhun Nisa’ dan Syi’ir-Syi’ran Nasehat. Yang paling khas dikenal dari karya Mbah Asnawi adalah shalawat Asnawiyyah.

Dalam hal karya tulis, Mbah Asnawi memiliki karakter seperti gurunya KH Muhammad Sholih bin Umar Assamarani (Mbah Sholeh Darat). Dua tokoh ini meninggalkan karya-karya yang menggunakan bahasa Jawa dengan huruf pegon al-Marikiyyah. Dalam hal ketegasan menolak penjajah, pengaruh Mbah Sholeh Darat dalam pribadi Mbah Asnawi sangat kuat. Terbukti Mbah Asnawi sangat menolak dasi, celana dan pakaian yang menyerupai Belanda.

Sikap itu juga dimiliki oleh Mbah Sholeh Darat yang ditulis dalam Kitab Majmu’atus Syari’ah halaman 25: “Sopo wonge nganggo penganggone liyani ahli Islam kaya klambi jas, topi utowo dasi, moko dadi murtad rusak Islame senadyan atine ora demen” (barang siapa yang memakai pakaian yang bukan milik Islam seperti jas, topi dan dasi, maka ia menjadi murtad dan Islamnya rusak. Walaupun hatinya tidak suka).

Dari profil singkat itu dapat diketahui, bahwa rasa kebangsaan yang dimiliki oleh Mbah Asnawi memang didasarkan ajaran-ajaran gurunya, termasuk meniru Rasulullah dalam memperjuangkan agama Islam. KHR Asnawi paham betul bahwa Indonesia saat itu sangat membutuhkan kekuatan Islam dengan model damai. Shalawat Asnawiyyah yang diciptakan itu menandakan bahwa pribadi Mbah Asnawi adalah pribadi ulama yang sangat kuat cinta bangsanya.

Isi dari shalawat ini adalah sebagai berikut:

يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى الرَّسُوْ *  لِ مُـحَمَّدٍ سِرِّ العُلَا

وَالأَنْبِيَا وَالـمُرْسَلِيْــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ           * نَ الغُرِّ خَتْمًا أَوَّلَا

يَا رَبِّ نَوِّرْ قَلْبَنَـــــــــــــــــــــــــــــــــا            * بِنُوْرِ قُرْأَنٍ جَلَا

وَافْتَحْ لَــنَــــــــــــــــــا بِدَرْسِ أَوْ            * قِرَاءَةٍ تُرَتـَّـــــــــــــــــــــــلَا

وَارْزُقْ بِفَهْمِ الأَنْبِيَـــــــــــــــا   * لَنَا وَأَيَّ مَنْ تَلَا

ثَبِّتْ بِهِ إِيْـــمَانَـــنـَـــــــــــــــــــــــا  * دُنْيَا وَأُخْرَى كَامِلَا

أمان أمان أمان أمان   * بِانْدُنْسِيَا رَايَا أَمَانْ

أمين أمين أمين أمين   * يَا رَبِّ رَبَّ العَالـَمِيْن

أمين أمين أمين أمين   * وَيَا مُـجِيْبَ السَّائِلِيْن

Shalawat Asnawiyyah diterjemahkan oleh Ustadz Nur Amin (guru Qudsiyyah) sebagai berikut:

Wahai tuhanku berilah * sholawat kepada rasul

Baginda Nabi Muhammad * yang punya rahasia unggul

Dan para nabi dan rasul * awal akhir mulya betul

Wahai tuhanku berilah * sinar pada hati kami

Dengan cahaya al-Qur’an * yang agung serta nan suci

Dan bukalah kami sebab * baca Qur’an yang teliti

Dan berilah rizqi dengan * kefahaman para nabi

Untuk kami orang-orang * yang membaca dan mengaji

Iman tetap sebab Nabi * dunia akhirat terpuji

Aman  aman  aman aman * aman aman aman aman

Aman  aman aman aman * aman aman aman aman

Aman  aman aman aman * Indonesia raya aman

Amin amin amin amin * Amin amin amin amin

Amin amin amin amin * ya perumat alam semesta

Amin amin amin amins * ya pengkabul para peminta

Dari sebelas bait shalawat Asnawiyyah ini meman terkandung makna yang sangat luar biasa. Ruh yang paling inti adalah pujian kepada Rasulullah Saw. Sebab esensi dari shalawat adalah sanjungan kepada Nabi Muhammad Saw yang memiliki rahasia kehidupan. Do’a untuk penyinar hati juga disanjungkan dengan tuntunan al-Qur’an. Rasa cinta kepada al-Qur’an juga diaktualisasikan dengan mahirnya dalam membaca dan mengaji secara tartil. Dan itulah rizki yang sangat dinanti. Penguatan keimanan dan keselamatan dunia sangat dinanti. Do’a yang dipanjatkan setelah itu adalah keamanan bagi bangsa Indonesia. Kalimat qabul disandarkan pada Allah Swt.

Itulah hebatnya shalawat Asnawiyyah yang jika dibedah memiliki lima dimensi yang tidak bisa dipisahkan: Pertama, dimensi ketuhanan. Bahwa semua orang yang hidup selalu bergantung pada kekuasaan Allah. Kedua, dimensi kenabian. Bahwa Rasulullah Saw adalah figur idola yang sangat dinantikan syafa’atnya. Ketiga, dimensi Qur’ani. Untuk memahami Islam yang perlu dipegang adalah al-Qur’an dengan membaca isinya (paham bahasa Arab dan tafsir) dan ahli tarlil (paham tajwid dan ilmu al-Qur’an). Keempat, dimensi teologi. Penegasan keimanan dalam agama Islam itu menjadi sangat penting sebagai bekal selamat di akhirat. Dan kelima, dimensi kebangsaan. Mbah Asnawi memberi pesan bahwa empat dimensi yang terkandung dalam isi shalawat itu tidak akan mudah diwujudkan jika negara dalam kondisi tidak aman. Maka do’a untuk Indonesia aman, damai, gemah ripah loh jinawe itu yang dimaksudkan dari isi shalawat ini.

Jadi sangat mulia sekali isi shalawat ini. Dan perlu ditegaskan bahwa karya Mbah Asnawi yang berisi tentang nilai kebangsaan tidak hanya berupa shalawat Asnawiyyah ini. Hampir semua sya’ir-sya’ir yang dikaryakan selalu menyinggung tentang pentingnya cinta agama dan cinta bangsa Indonesia. Maka tepat jika, KH Musthofa Bisri menyebut bahwa KHR Asnawi adalah orang ‘alim yang sangat Indonesia, bukan kearab-araban walaupun lama di Arab. Maka sudah saatnya kita mempopulerkan shalawat Asnawiyyah sebagai shalawat kebangsaan. Wallahu a’lam. (*)

M. Rikza Chamami

Alumni Qudsiyyah 2000, Dosen UIN Walisongo & Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang

Keluarga Qudsiyyah Sambangi Pekalongan

QUDSIYYAH, PEKALONGAN – Dalam rangka , IKAQ wilayah Pekalongan mengundang keluarga besar Madrasah Qudsiyyah untuk maulid nabi di Kanzus Sholawat Pekalongan. Pengajian tersebut diadakan pada Rabu malam (20/7) dan dihadiri juga oleh para santri Maulana Habib Luthfi. Acara tersebut digagas oleh IKAQ wilayah Pekalongan dan Alumni Santri Kudus Pekalongan.

Meskipun habib Luthfi tidak dapat hadir karena menemani istri yang dirawat di Jakarta, namun kekhidmahan acara yang dipimpin oleh Habib Abidin teta[ berjalan khusyuk. Bersama para habaib dari Pekalongan, pembacaan simthud duror oleh para vokalis masyhur seperti Ust Fathur, Ust Apang, dan Ust Ilham. Kehadiran Grup rebana dari Pekalongan dan Jam’iyyah Al-Mubarok  memeriahkan pula acara yang maulid yang selesai pada pukul 23.00 WIB

Seusai maulid, perwakilan Qudsiyyah diminta untuk memberikan sambutan. KH Nadjib Hassan menceritakan perjuangan KHR. Dakwah yang memprakarsai komite Hijaz hingga akhirnya menjadi Nahdlatul Ulama. Habib Abidin pun memberikan sambutan balik dan berterimakasih atas kedatangan keluarga Qudsiyyah ke Pekalongan dan ikut membawa semangat KHR. Asnawi dalam berdakwah secara ikhlas dan tegas.

Satu Abad Qudsiyyah Jadi Trending Topic

KUDUS – Tagar grand event peringatan #1AbadQudsiyyah menjadi trending topic Indonesia pada Senin malam (1/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Hastag peringatan ulang tahun Qudsiyyah Kudus ke-100 ini menempati urutan ke-tiga trending topic Indonesia di jagad twitter.

Ucapan selamat serta kegiatan grand event Qudsiyyah digeber di dunia maya terutama di twitter. Berbagai event yang digelar serta begitu semaraknya acara satu, yang telah berlangsung lebih dari setahun ini membuat banyak kalangan begitu mudah membagikan ke segala penjuru dunia maya. Tagar ini mulai rame pada saat hari pertama grand event satu abad Qudsiyyah yang dmulai sejak Senin pagi.

Mulai dari opening ceremony, pentas budaya hingga halaqah, foto-foto dan ucapan selamat silih berganti berseliweran di dunia twitter. Selain itu ucapan selamat dari para tokoh juga menghiasi halaman tagar satu abad tersebut.

Seperti dari ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, yang mengucapkan selamat ulang tahun terhadap Qudsiyyah. “Qudsiyyah didirikan oleh tokoh hebat bernama KHR Asnawi, yang juga pendiri NU. Qudsiyyah tumbuh dan berkembang menjadi lembaga pendidikan yang hebat, banyak mencetak kader-kader hebat. Banyak sekali alumni Qudsiyyah yang menjadi pengurus di semua tingkatan, termasuk saya mengenal banyak alumni Qudsiyyah yang menjadi pengurus PBNU”. Tokoh-tokoh lain juga mengucapkan ucapan selamat dan sukses untuk Qudsiyyah.

Selain itu, gerakan “ayo ngetweet” yang ditujukan kepada seluruh alumni dan seluruh masyarakat ini terbukti sukses mengantarkan tagar #1AbadQudsiyyah menjadi trending topic di jagad sosial media twitter. (*)

EXPO RAMAIKAN PUNCAK SATU ABAD

QUDSIYYAH, KUDUS – Puncak satu abad Qudsiyyah, bakal digelar selama satu pekan pada Senin-Ahad (1-7 Agustus 2016). Selama puncak kegiatan tersebt, berbagai kegiatan dan perlombaan mewarnai dan memeriahkan ulang tahun ke-100 Qudsiyyah.

Kegiatan Santri & UMKM Expo selama seminggu penuh (1-7/8), memberikan wadah bagi para alumni dan masyarakat umum yang bergerak dalam bisnis dan semakin memperluas jaringan pasar. “Diharapkan melalui Expo ini semangat berwirausaha dari santri Qudsiyyah tumbuh subur,” kata ketua panitia, DR. H Ihsan,M,Ag.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan puncak satu abad ini, ada 29 Expo yang disiapkan panitia. “Stand ini terbuka untuk umum dengan harga Rp 3 juta,” lanjutnya.

Adapun secara rinci, proposal Expo SATU ABAD QUDSIYYAH dapat diunduh dalam tautan di bawah.

PROPOSAL EXPO SATU ABAD QUDSIYYAH

KOLABORASI MUSIK TRADISIONAL MERIAHKAN SATU ABAD QUDSIYYAH DI YOGYAKARTA

QUDSIYYAH, YOGYAKARTA – Tak ada yang menyangsikan bahwa Yogyakarta itu istimewa. Di kota Gudeg ini pula peringatan satu abad Qudsiyyah dikemas secara apik dan berbeda dari daerah-daerah lainnya. Setelah sebelumnya Roadshow Dakwah Qudsiyyah digelar di kota Pekalongan pada 20 Juli, Sabtu malam (23/7) lalu digelar di dusun Tajem desa Maguharjo kec Depok Kab Sleman D.I. Yogyakarta.

Bertajuk “Kenduri Kebangsaan; Meneladani Dakwah KHR Asnawi” acara ini dimeriahkan dengan kolaborasi musik tradisional dan rebana. Berbagai Sholawat diaransemen-ulang dan disuguhkan dengan cara unik dan menarik. Dengan panggung outdour dan lighting yang khas, kemeriahan acara hasil kerja bareng Alumni Qudsiyyah Yogyakarta (ALQY), keluarga Kudus Yogya (KKY), dan JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga ini, menampilkan ciri khas dan kreativitas Yogyayakata.

Acara ini dibuka dengan suguhan tari Gusjigang, yang merupakan visualiasi dari tema peringatan satu abad Qudsiyyah, “Membumikan Gusjigang untuk Kemandirian Bangsa”. Pembacaan puisi, Qiro’ah langgam Jawa, dan aransemen sholawat Asnawiyyah dan Sholawat Qudsiyyah membuat acara ini kian menarik untuk dilewatkan.

Dalam sambutannya, Ketua umum IKAQ, H, Ihsan, mengapresiasi apa yang disguhkan oleh alumni Yogyakarta. “Acara seperti ini belum pernah adi di kota-kota lain selama Roadshow. Ini kreatif,” katanya.

Selain menyuguhkan penampilan kesenian, acara juga dikemas dengan membedah materi gusjigang oleh Budayawan sekaligus pengasuh pesantren Kaliopak, M. Jadul Maula dan dosen UIN Sunan Kalijaga, Dr Abdul Rozaqi. (*)

LOMBA SANTRI DAN PELAJAR MERIAHKAN PUNCAK SATU ABAD QUDSIYYAH

QUDSIYYAH, KUDUS – Berbagai macam lombasantri dan pelajar tingkat Jawa Tengah, turut memeriahkan acara puncak satu abad Qudsiyyah yang digelar selama satu pekan, 1 – 7 Agustus 2016. Acara lomba ini akan digelar bertepatan pada hari Sabtu, 6 Agustus 2016 dengan tiga kategori, yakni kategori pendidikan, olahrga dan kesenian.

Adapun secara teknis perlombaan adalah sebagai berikut:

 

  1. TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN
  2. Tempat Pendaftaran: Kantor YAPIQ Jl. KHR Asnawi Gg. Kerjasan (pada jam kerja) atau melalui email: lomba1abadqudsiyyah@gmail.com

CP: 085640605640 (M. Isbah Kholili) 085641734610 (M. Shofiyuddin)

  1. Waktu             : Mulai beredarnya surat ini s/d tanggal 29 Juli 2016
  2. Keterangan :
  • Tiap siswa/santri hanya bisa mengikuti satu macam lomba/pertandingan
  • Siswa/Santri masih aktif sebagai pelajar pada tahun ajaran 2016-2017 dan dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah
  • Peserta tiap lomba maksimal 30 orang kecuali kategori olahraga (maksimal 16), kaligrafi dan short clip (maksimal 40)
  • Jika kuota peserta tiap lomba sudah terpenuhi, maka pendaftaran ditutup
  • Peserta wajib menggunakan pakaian yang sopan, dan bagi siswi/santriwati wajib berjilbab
  • Peserta wajib mengikuti upacara pembukaan lomba pada Sabtu, 6 Agustus 2016 pukul 08.00 di panggung utama (kecuali peserta lomba Bulutangkis dan Tenis Meja)
  • Pendaftaran @lomba Rp. 25.000,-
  • Uang Pembinaan : Juara 1 Rp. 750.000,-, Juara 2 Rp. 500.000,-, dan Juara 3 Rp. 250.000,-

 

  1. WAKTU PERLOMBAAN

Hari                 : Sabtu Pon

Waktu             : 08.00 WIB s/d selesai

Tanggal           : 03 Dzul Qo’dah 1437 H / 06 Agustus 2016 TU

 

  1. DAFTAR ULANG PESERTA

Hari                 : Sabtu Pon

Waktu             : 08.00 s/d 08.30 WIB

Tanggal           : 03 Dzul Qo’dah 1437 H / 06 Agustus 2016 TU

Tempat            : Panggung Utama kegiatan satu abad Qudsiyyah Jl. KHR Asnawi No. 32 Kudus

  1. JENIS LOMBA PELAJAR SE-JATENG SATU ABAD QUDSIYYAH

Kategori Pendidikan

No Jenis Lomba Tingkat Sekolah Wilayah Waktu Tempat Ket
1 Pranatacara Bahasa Jawa MTs-MA Jateng 10.00-selesai Kelas 7 B Pa/Pi
2 English News Anchor MTs-MA Jateng 10.00-selesai Kelas 7 E Pa/Pi
3 Presentasi Bahasa Arab MTs-MA Jateng 10.00-selesai Kelas 8 C Pa/Pi
4 Hafalan Alfiyyah MA Jateng 10.00-selesai Kelas 9 A Pa
5 Guyonan Santri / Stand Up Comedy MTs/MA/

Ponpes

Jateng 11.00-selesai Panggung Utama Pa
6 MQK MA Jateng 10.00-selesai Kelas 10 B Pa

 

Kategori Olahraga

No Jenis Lomba Tingkat Sekolah Wilayah Waktu Tempat Ket
1 Tenis Meja MA/Ponpes Jateng 08.00-selesai Aula MTs Pa
2 Bulu Tangkis MA/ponpes Jateng 08.00-selesai Menyusul Pa

 

Kategori  Kesenian

No Jenis Lomba Tingkat Sekolah Wilayah Waktu Tempat Ket
1 Kaligrafi MTs-MA Jateng 10.00-selesai Kelas 9 C Pa/Pi
2 MTQ MA Jateng 10.00-selesai Kelas 10 D Pa
3 Short Clip tema : Ayo  Ngaji umum Jateng 10.00-selesai Lab MTs Pa

 

JUKNIS LOMBA PRANATA ACARA BAHASA JAWA

TINGKAT MTS-MA / SEDERAJAT SE JAWA TENGAH

 

  1. Maksud dan Tujuan lomba
  2. Meningkatkan kepercayaan diri untuk membawakan berita acara menggunakan bahasa Jawa.
  3. Mengembangkan kreatifitas dan ekspresi diri dalam menyampaikan berita acara dengan mengguanakan bahasa Jawa
  4. Pelaksanaan Lomba

Lomba pranata acara bahasa Jawa diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 10.00 di kelas 7 B MTs Qudsiyyah.

  1. Ketentuan Peserta
  2. Peserta merupakan pelajar (putra/putri) MTs-MA atau sederajat di wilayah Jawa Tengah.
  3. Jumlah peserta dari tiap sekolah maksimal 1 peserta.
  4. Teknis lomba
  5. Peserta melakukan registrasi, mendapatkan nomor urut, menyerahkan 3 rangkap naskah.
  6. MC membuka lomba
  7. MC memperkenalkan juri dan membacakan prosedur pelaksanaan perlombaan
  8. MC mempersilahkan peserta pertama untuk menampilkan diri, lalu mempersilahkan urutan kedua (begitu seterusnya sampai peserta terakhir)
  9. Penyampaian pranata acara diberi durasi waktu antara 10 menit.
  10. Time keeper memberikan peringatan pada menit 1 menit sebelum berakhir.
  11. Peserta diwajibkan mempersiapkan materi sebelum pelaksanaan.
  12. Sistem lomba dilaksanakan secara langsung dengan tanpa adanya babak penyisihan atau semi final.
  13. Aba-aba lomba
  14. Tanda hijau menandakan dimulainya penyampaian materi.
  15. Tanda kuning menandakan waktu yang tersisa 1 menit lagi.
  16. Tanda merah menandakan waktu penyampaian telah selesai.
  17. Aspek Yang Dinilai
  18. Isi (runtutan kandungan dan materi tambahan).
  19. Penyampaian (penampilan, gestur, kelancaran, volume suara, pandangan, intonasi, ekspresi, interaksi dan pelafalan)
  20. Bahasa (gaya bahasa dan pemilihan kata)
  21. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3) tingkat MTs dan (1, 2, dan 3) tingkat MA.

  1. Peraturan
  2. Peserta hadir ditempat perlombaan maksimal sepuluh menit sebelum acara dimulai.
  3. Peserta tampil dengan mengenakan pakaian rapi sebagaimana layaknya pembawa acara profesional.
  4. Peserta laki-laki memakai celana bahan panjang. Peserta wanita memakai celana bahan panjang atau rok panjang (berkerudung).
  5. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat perlomban (kecuali atas izin panitia)
  6. Peserta dan pendukungnya diwajibkan menjaga kebersihan dan kerapian tempat berlangsungnya lomba
  7. Diskualifikasi
    Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya.
  8. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

JUKNIS LOMBA NEWS ANCHOR
TINGKAT MTS-MA / SEDERAJAT SE JAWA TENGAH

  1. Maksud dan Tujuan Lomba
  2. Meningkatkan kepercayaan diri untuk menyampaikan berita dalam bahasa Inggris
  3. Mengembangkan kreatifitas dan ekspresi diri dalam menyampaikan berita dalam bahasa Inggris
  4. Pelaksanaan Lomba

Lomba News Anchor diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 10.00 di kelas 7 E MTs Qudsiyyah.

  1. Ketentuan Peserta
  2. Peserta merupakan pelajar (putra/putri) MTs-MA sederajat di wilayah Jawa Tengah.
  3. Jumlah peserta dari 1 madrasah/ sekokah maksimal 1.
  4. Teknis lomba
  5. Peserta melakukan registrasi, mendapatkan nomor peserta.
  6. MC membuka lomba
  7. MC memperkenalkan juri dan membacakan rules
  8. Peserta pertama mengambil nomor peserta lain untuk tampil setelahnya (begitu seterusnya sampai peserta terakhir).
  9. Peserta boleh menggunakan gambar atau video untuk ditampilkan sebagai bahan berita yang disampaikan.
  10. Penyampaian berita diberi durasi waktu maksimal 10 menit (tidak termasuk persiapan).
  11. Time keeper memberikan peringatan 1 menit sebelum berakhir.
  12. Peserta diwajibkan mempersiapkan materi dengan tema Gusjigang disertai dengan foto atau video yang ditayangkan untuk diberitakan.
  13. Naskah berita yang disampaikan adalah naskah yang telah dikirim ke email lomba1abadqudsiyyah@gmail.com dan peserta diharuskan membawa 2 rangkap hardcopy pada saat perlombaan.
  14. Aba-aba lomba
  15. Tanda hijau menandakan dimulainya penyampaian berita
  16. Tanda kuning menandakan waktu yang tersisa 2 menit lagi
  17. Tanda merah menandakan waktu penyampaian telah selesai.
  18. Kriteria Penilaian
  19. Content (structure, organization, and support material).
  20. Delivery (appearance, body language, fluency, volume, enthusiasm, eye contact, intonation, expression, interaction and pronunciation)
  21. Language (grammar and diction)
  22. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3) tingkat MTs dan (1, 2, dan 3) tingkat MA.

  1. Peraturan
  2. Peserta diharuskan mengirim naskah berita paling lambat tiga hari sebelum hari pelaksanaan lomba ke email lomba1abadqudsiyyah@gmail.com. Dengan format sebagai berikut:
  3. Font size          : 12
  4. Font Style       : Times new roman
  5. Page size         : A4
  6. Margin : 4:3
  7. Peserta hadir di tempat perlombaan maksimal 10 menit sebelum acara dimulai.
  8. Peserta tampil dengan mengenakan pakaian rapi sebagaimana layaknya pembaca berita dengan ketentuan sebagai berikut:
  9. Peserta memakai kemeja dan blazer/jas (bukan jas almamater sekolah).
  10. Peserta laki-laki memakai celana bahan panjang. Peserta wanita memakai celana bahan panjang atau rok panjang (berkerudung).
  11. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat perlomban (kecuali atas izin panitia)
  12. Peserta dan pendukungnya diwajibkan menjaga kebersihan dan kerapihan tempat berlangsungnya lomba
  13. Diskualifikasi
    Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya.
  14. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.


JUKNIS LOMBA PRESENTASI BAHASA ARAB
TINGKAT MTS-MA / SEDERAJAT SE JAWA TENGAH

  1. Maksud dan Tujuan Lomba
  2. Mengembangkan potensi dan ekspresi diri dalam presentasi bahasa Arab
  3. Membangun budaya kompetisi secara sehat, dan sportif
  4. Menumbuhkembangkan kepercayaan diri siswa
  5. Memberi kesempatan dan penghargaan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya untuk dapat beraktualisasi diri
  6. Pelasaksanaan Lomba

Lomba Presentasi Bahasa Arab diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 10.00 di kelas 8 C MTs Qudsiyyah.

  1. Ketentuan Peserta
  2. Peserta merupakan pelajar (putra/putri) MTs-MA sederajat di wilayah Jawa Tengah.
  3. Peserta adalah tim dari 1 madrasah/ sekokah maksimal 3 (1 penyaji dan 2 penanya) MTs-MA sederajat di wilayah Jawa Tengah.
  4. Teknis Lomba
  5. Peserta mengirim file presentasi dalam bentuk pdf atau doc (M.Word) dikirim selambat-lambatnya pada tanggal 4 Agustus 2016 ke email: lomba1abadqudsiyyah@gmail.com
  6. Peserta wajib mengenakan seragam identitas sekolah/ madrasah masing-masing
  7. Peserta hadir di tempat lomba selambat-lambatnya 10 menit sebelum tampil.
  8. Peserta yang dipanggil tiga kali dan tidak hadir diperkenankan tampil setelah nomor urut peserta terakhir. (Apabila peserta tidak hadir pada kesempatan kedua maka peserta dinyatakan gugur)
  9. Seluruh peserta wajib mempresentasikan karya tulisnya masing-masing secara kreatif, logis, dan sistematis dengan menggunakan media presentasi Power Point, AdobeFlash, atau media yang lainnya.
  10. Slide Presentasi dibuat selengkap dan semenarik mungkin, dengan disertai data, foto-foto dan bila perlu video yang aktual dan akurat.
  11. Struktur dari Slide Presentasi adalah sebagai berikut :
  12. Cover, Nama, dan Asal Sekolah
  13. Pendahuluan (latar belakang, masalahnya) 10% dari total esai
  14. Isi Presentasi (pembahasan) 80% dari total esai
  15. Penutup/ kesimpulan 10% dari total essai
  16. Peserta tidak diperkenankan membawa dan atau membaca teks saat tampil.
  17. Alokasi waktu setiap tim yaitu 15 menit, dengan rincian waktu presentasi 10 menit, dan tanya jawab 5 menit.
  18. Waktu tanya jawab hanya disediakan 5 menit, harap untuk dimaksimalkan sebaik mungkin tanpa melewati batas waktu yang ditentukan.
  19. Petugas akan memberi tanda :
  20. Waktu presentasi dimulai, bel berbunyi sekali (*)
  21. Waktu presentasi kurang 2 menit, bel berbunyi 2 kali (**)
  22. Waktu presentasi habis, bel berbunyi 3 kali (***)
  23. Presentasi dilalukan di dalam ruangan, disaksikan oleh Dewan Juri, Peserta, dan Panitia yang bertugas.
  24. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
  25. Aspek Yang Dinilai
  26. Aspek yang dinilai meliputi:
  27. Kemampuan vokal (kejelasan suara, tempo, dan intonasi)
  28. Materi presentasi
  29. Penguasaan materi presentasi dan kelancaran
  30. Kefasihan (Penggunaan bahasa Arab yang baik dan benar)
  31. Penampilan (performance) dan penguasaan panggung.
  32. Ketepatan waktu
  33. Peserta dengan urutan skor tertinggi akan menjadi pemenang
  34. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3) tingkat MTs dan (1, 2, dan 3) tingkat MA.

  1. Peraturan
  2. Peserta hadir ditempat perlombaan maksimal sepuluh menit sebelum acara dimulai.
  3. Peserta tampil dengan mengenakan pakaian rapi sebagaimana layaknya pembawa acara profesional.
  4. Peserta laki-laki memakai celana bahan panjang. Peserta wanita memakai celana bahan panjang atau rok panjang (berkerudung).
  5. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat perlomban (kecuali atas izin panitia)
  6. Peserta dan pendukungnya diwajibkan menjaga kebersihan dan kerapian tempat berlangsungnya lomba
  7. Diskualifikasi
    Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya.
  8. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

JUKNIS HAFALAN ALFIYYAH
TINGKAT MA/ SEDERAJAT SE JAWA TENGAH

 

  1. Maksud dan Tujuan lomba
  2. Memacu semangat hafalan dan belajar para penghafal nazham Alfiyah Sehingga para penghafal di daerah semakin meningkat dan berkembang setiap tahun.
  3. Mengembangkan potensi diri dalam menghafal nazham Alfiyah.
  4. Meningkatkan daya ingat dan kualitas hafalan para penghafal nazham Alfiyah.
  5. Pelaksanaan Lomba

Lomba Presentasi Bahasa Arab diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 10.00 di kelas 9 A MTs Qudsiyyah.

  1. Ketentuan Peserta
  2. Peserta merupakan pelajar MA / sederajat di wilayah Jawa Tengah.
  3. Jumlah peserta dari madrasah / sekolah maksimal 2 orang (Putra).
  4. Teknis Lomba
  5. Peserta harus hadir 10 menit sebelum lomba dimulai
  6. Peserta maju sesuai nomor undian
  7. Materi hafalan dari bait 1-1002 yang diacak sesuai arahan dewan juri
  8. Durasi hafalan adalah 5 menit
  9. Apabila nama peserta sudah di panggil 3 kali tetapi tidak hadir, maka peserta tersebut dianggap gugur / diskualifikasi
  10. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
  11. Aspek Yang Dinilai
  12. Kebenaran hafalan
  13. Kelancaran
  14. Kejelasan pelafadzan
  15. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3).

  1. Peraturan
  2. Peserta hadir ditempat perlombaan maksimal sepuluh menit sebelum acara dimulai.
  3. Peserta tampil dengan mengenakan pakaian rapi.
  4. Peserta memakai celana bahan panjang.
  5. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat perlomban (kecuali atas izin panitia)
  6. Peserta dan pendukungnya diwajibkan menjaga kebersihan dan kerapian tempat berlangsungnya lomba
  7. Diskualifikasi
    Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya.
  8. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

 

 

 

JUKNIS GUYONAN SANTRI / STAND UP COMEDY
TINGKAT MTS/MA/PONPES SE JAWA TENGAH

 

  1. Maksud dan Tujuan Lomba
  2. Mengembangkan potensi dan ekspresi diri dalam melawak atau melucu
  3. Membangun budaya kompetisi secara sehat, dan sportif
  4. Menumbuhkembangkan kepercayaan diri siswa
  5. Memberi kesempatan dan penghargaan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya untuk dapat beraktualisasi diri
  6. Pelakasnaan Lomba

Lomba Guyonan Santri / Stand Up Comedy diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 11.00 di Panggung Utama Peringatan 1 Abad Qudsiyyah.

  1. Ketentuan Peserta
  2. Peserta merupakan pelajar MTs/MA/Ponpes di wilayah Jawa Tengah.
  3. Jumlah peserta dari madrasah / sekolah maksimal 1 orang (Putra).
  4. Teknis Lomba
  5. Semua peserta lomba sudah siap di tempat pelaksanaan lomba 60 menit sebelum lomba dilaksanakan dan melakukan registrasi ulang.
  6. Penampilan peserta lomba akan dilaksanakan atau dipanggil berdasarkan nomor urut undian penampilan.
  7. Apabila dalam 3 kali pemanggilan dan yang bersangkutan belum dapat tampil, maka peserta tersebut akan ditampilkan pada penampilan terakhir dan nilainya akan dikurangi 100 poin.
  8. Apabila pada kondisi sebagaimana dimaksud pada nomor 3 ternyata peserta tetap tidak dapat tampil, maka peserta yang bersangkutan dinyatakan gugur.
  9. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  10. Aba-aba lomba
  11. Tanda hijau menandakan dimulainya stand up comedy
  12. Tanda kuning menandakan waktu yang tersisa 2 menit lagi
  13. Tanda merah menandakan waktu stand up comedy telah selesai.
  14. Peserta dilarang menjiplak isi Guyonan Santri / Stand Up Comedy yang sudah ada.
  15. Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
  16. Wajib memakai pakaian dengan rapi.
  17. Waktu tampil maksimal 7 menit.
  18. Materi harus orisinil, tidak diperbolehkan memakai kodian, plesetan atau singkatan.
  19. Peserta dilarang menggunakan kata-kata umpatan (pisuhan)
  20. Aspek Yang Dinilai
  21. Teknik
    • Penguasaan panggung dan audien
    • Tawa permenit
  22. Public Speaking
    • Kelancaran berbicara
    • Cara penyampaian
    • Pemilihan kata
  23. Penampilan
    • Pakaian sesuai dengan tema
    • Gesture, mimik atau ekspresi
  24. Materi
    • Tema “Santri”
    • Orisinalitas Ide
    • Bobot Materi
  25. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3).

  1. Peraturan
  2. Peserta tampil dengan mengenakan pakaian rapi.
  3. Peserta memakai celana bahan panjang atau bersarung.
  4. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat perlomban (kecuali atas izin panitia)
  5. Peserta dan pendukungnya diwajibkan menjaga kebersihan dan kerapian tempat berlangsungnya lomba
  6. Pelaksanaan penilaian dan penentuan pemenang lomba dilakukan dengan cara langsung tanpa melakukan tahap penyisihan.
  7. Lomba Guyonan Santri / Stand Up Comedy dilakukan dengan alat bantu pengeras suara (sound system) yang telah disediakan panitia.
  8. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  9. Diskualifikasi
    Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya.
  10. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

 

 

 

JUKNIS LOMBA MQK
TINGKAT MA SE JAWA TENGAH

 

  1. Maksud dan Tujuan Lomba
  2. Maksud Kegiatan Musabaqah Qira`atil Kutub (MQK) adalah perlombaan kemampuan dalam membaca, memahami, serta mengungkapkan kandungan kitab kuning secara komprehensif.
  3. Tujuan Kegiatan Musabaqah Qira`atil Kutub (MQK) adalah untuk mendorong dan meningkatkan kecintaan para siswa kepada kitab-kitab rujukan berbahasa Arab, untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dari sumber kitab-kitab berbahasa Arab, serta untuk menjalin silaturahim antar Madrasah/ sekolah seluruh kota di propinsi Jawa tengah, dalam rangka terwujudnya persatuan dan kesatuan nasional.
  4. Pelaksanaan lomba

Kegiatan MQK diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 10.00 di kelas X B MA Qudsiyyah.

  1. Ketentuan peserta
  2. Peserta merupakan pelajar MA atau sederajat di wilayah Jawa Tengah
  3. Jumlah peserta dari 1 madrasah / sekolah maksimal 1 (Putra)
  4. Pemilihan Maqro’
  5. Kitab yang dimusabaqohkan adalah kitab Fathul Mu’in (Bab Ubudiyyah)
  6. Pemilihan maqra’ oleh peserta dilakukan melalui undian sebelum peserta naik mimbar musabaqah;
  7. Maqra’ yang telah dipilih oleh masing-masing peserta tidak dapat ditukar kepada peserta lain.
  8. Teknis Lomba
  9. Peserta melakukan registrasi, mendapatkan nomor urut
  10. MC membuka lomba
  11. MC membacakan peraturan
  12. Peserta maju ke majlis musabaqah setelah mendapatkan panggilan petugas, berdasarkan nomor urut dan mengambil undian maqro’.
  13. Peserta membaca teks maqra’ disertai dengan makna gandul. Dilanjutkan dengan me-murodi atau menerjemahkan maqro’ ke dalam bahasa Indonesia.
  14. Setiap peserta musabaqah disediakan waktu maksimal 7 menit, dengan mengikuti tanda waktu yang diatur oleh panitia.
  15. Aspek yang dinilai.
  16. Harakat i’rab
  17. Pemaknaan (ma’na gandul)
  18. Murod (terjamah)
  19. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3).

  1. Peraturan
  2. Peserta wajib selalu memelihara akhlaqul karimah, selalu berpakaian sopan dan rapi ala santri (sarung, busana muslim dan berkopiah), serta selalu menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan;
  3. Peserta harus menggunakan nomor yang diperoleh dari panitia dan diatur dengan jadwal;
  4. Peserta yang akan tampil harus hadir 10 menit sebelum acara dimulai;
  5. Peserta yang berhalangan tampil harus memberitahukan 10 menit sebelum musabaqah dimulai;
  6. Peserta yang melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi oleh panitia. Adapun bentuk pelanggaran dan sanksi sebagai berikut:
  7. Peserta yang melakukan pembohongan administratif dinyatakan gugur dengan sendirinya, meskipun telah dinyatakan sebagai pemenang.
  8. Peserta yang melakukan suatu perbuatan yang dinyatakan mengganggu ketertiban proses musabaqah maka keabsahan dirinya sebagai peserta akan dipertimbangkan kembali;
  9. Peserta yang pada saat tampil lomba dipanggil 3 (tiga) kali berturut-turut tidak hadir, maka hak tampilnya dinyatakan gugur.
  10. Keputusan dewan juri adalah keputusan final dan tidak dapat diganggu gugat.

 

 

Hasil Penilaian

  1. Angka penilaian ditulis langsung oleh dewan juri pada form penilaian yang disediakan (Form Penilaian Lomba Membaca dan Memahami Kitab Kuning)
  2. Nilai dari para juri diserahkan kepada panitia, untuk segera dilakukan pembobotan dan penjumlahan. Adapun system penilaian adalah sebagai berikut:
  3. Range score menggunakan huruf abjad A – B – C – D.
  4. Adapun bobot nilai untuk ketiga aspek yang dinilai adalah sebagai berikut:
    • Harokat I’rob
    • Makna Gandul
    • Murod
  5. Keputusan pemenang didasarkan atas rangking hasil penilaian tertinggi
  6. Jika terjadi kesamaan skor pemenang, maka keputusan didasarkan atas penilaian tertinggi dari aspek makna.
  7. Hasil penilaian para anggota dewan juri dibuat rekapitulasinya oleh panitia
  8. Pemenang akan diumumkan pada penutupan acara.
  9. Diskualifikasi
    Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya.
  10. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

 

 

JUKNIS LOMBA TENIS MEJA
TINGKAT MA SE DERAJAT / PONPES SE JAWA TENGAH

 

 

  1. Maksud dan Tujuan Lomba
  2. Meningkatkan kepercayaan diri untuk tampil sebagai pelajar yang berprestasi di bidang olahraga tenis meja.
  3. Mengembangkan kreatifitas dan ekspresi diri dalam bidang olah raga tenis meja.
  4. Pelaksanaan Lomba

Lomba Tenis Meja diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 08.00 di Aula MTs Qudsiyyah.

  1. Ketentuan Peserta
  2. Peserta merupakan pelajar MA sederajat dan Ponpes di wilayah Jawa Tengah.
  3. Jumlah tim dari 1 madrasah hanya 1 peserta.
  4. Teknis lomba
  5. Peserta melakukan registrasi pendaftaran ulang, mendapatkan nomor urut, dan mendapatkan snack.
  6. MC membuka lomba.
  7. MC memperkenalkan juri dan membacakan tata cara dan aturan lomba.
  8. Peserta membawa perlengkapan sendiri (bet tenis meja)
  9. Permainan dilakukan hanya 2 set. Dengan sistim gugur. Dan jika berakhir imbang maka dilanjutakan set ketiga dengan setengah babak.
  10. peserta wajib datang 10 menit sebelum pertandingan dimulai.
  11. Apabila peserta tidak ada saat waktu dipanggil waktu pertandingan dalam waktu 3 menit dianggap gugur.
  12. keputusan wasit tidak deapat diganggu gugat.
  13. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3).

  1. Peraturan
  2. Peserta diwajibkan membawa perlengkapan sendiri (bet tenis meja).
  3. Peserta hadir ditempat perlombaan maksimal sepuluh menit sebelum acara dimulai.
  4. Peserta tampil dengan mengenakan pakaian seragam olahraga sekolah masing-masing.
  5. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat perlomban (kecuali atas izin panitia)
  6. Peserta dan pendukungnya diwajibkan menjaga kebersihan dan kerapihan tempat berlangsungnya lomba
  7. Diskualifikasi
    Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya.
  8. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

 

 

 

JUKNIS LOMBA BULU TANGKIS

TINGKAT MA SE DERAJAT / PONPES SE JAWA TENGAH

 

 

  1. Maksud dan Tujuan lomba
  2. Meningkatkan kepercayaan diri untuk tampil sebagai pelajar yang berprestasi di bidang olahraga Bulu Tangkis.
  3. Mengembangkan kreatifitas dan ekspresi diri dalam bidang olah raga Bulu Tangkis.
  4. Tempat Pelaksanaan Lomba

Lomba Bulu Tangkis diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 08.00 WIB. Adapun tempat menyusul.

  1. Ketentuan Peserta
  2. Peserta merupakan pelajar MA sederajat dan Ponpes di wilayah Jawa Tengah.
  3. Jumlah tim dari 1 madrasah hanya 1 peserta.
  4. Teknis lomba
  5. Peserta melakukan registrasi pendaftaran ulang dan mendapatkan nomor urut.
  6. MC membuka lomba.
  7. MC memperkenalkan juri dan membacakan tata cara dan aturan lomba.
  8. Peserta membawa perlengkapan sendiri (raket)
  9. Permainan dilakukan hanya 2 set. Dengan sistem gugur. Dan jika berakhir imbang maka dilanjutakan set ketiga.
  10. Peserta wajib datang 10 menit sebelum pertandingan dimulai.
  11. Apabila peserta tidak ada saat waktu dipanggil waktu pertandingan dalam waktu 3 menit dianggap gugur (kalah).
  12. Keputusan wasit tidak deapat diganggu gugat.
  13. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3).

  1. Peraturan
  2. Peserta hadir ditempat perlombaan maksimal sepuluh menit sebelum acara dimulai.
  3. Peserta tampil dengan mengenakan pakaian seragam olahraga sekolah masing-masing dan bersepatu.
  4. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat perlomban (kecuali atas izin panitia)
  5. Peserta dan pendukungnya diwajibkan menjaga kebersihan dan kerapihan tempat berlangsungnya lomba
  6. Diskualifikasi
    Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya.
  7. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

 

 

KALIGRAFI KONTEMPORER
TINGKAT MTS-MA / SEDERAJAT SE JAWA TENGAH

  1. Maksud dan Tujuan lomba
  2. Meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan kreativitas melalui goresan Kaligrafi Kontemporer.
  3. Mengembangkan kreatifitas dan ekspresi diri dalam melukis kaligrafi kontemporer.
  4. Pelaksanaan Lomba

Lomba Kaligrafi Kontemporer diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 10.00 di kelas 9 C Mts Qudsiyyah

  1. Ketentuan Peserta
  2. Peserta merupakan pelajar MA atau sederajat di wilayah Jawa Tengah.
  3. Jumlah tim dari 1 madrasah/ sekokah maksimal 2 (Putra / Putri).
  4. Peraturan Perlombaan
  5. Jenis Khat: pilihan salah satu atau hasil kombinasi dari Kontemporer Tradisional, Figural, Simbolik, Ekspresionis, dan Abstrak.
  6. Pilihan ayat yang digunakan
  7. سلام قولا من رب الرحيم
  8. رب زدني علما وارزقني فهما
  9. ان اكرمكم عند الله اتقاكم
  10. الله نور السموات والارض
  11. واعتصموا بحيل الله جميعا
  12. لقد خلقنا الانسان في احسن تقويم
  13. Media kertas Manila ukuran A2 (disediakan panitia)
  14. Masing-masing peserta menyediakan perlengkapan sendiri (alat tulis, kuas dll)
  15. Ukuran kuas/alat tulis untuk penulisan khat disesuaikan dengan ruangan media dan menggunakan cat air (non kolase) yang mudah kering.
  16. Karya (baik tulisan maupun latar belakang lukisannya) digoreskan secara langsung tanpa bantuan alat cetak dalam bentuk dan jenis apapun.
  17. Dilarang menggunakan ornamen dari bahan-bahan jadi seperti bunga, daun atau stiker.
  18. Dilarang menonjolkan latar belakang makhluk hidup atau yang menyalahi norma kesopanan.
  19. Dilarang menggunakan karya jadi atau gambarnya, seperti foto, foto copy dan gambar visual untuk dijadikan acuan atau referensi karya di saat musabaqah.
  20. Peserta memasuki ruangan hanya membawa peralatan saja
  21. Alokasi waktu 240 menit (4 jam) termasuk istirahat.
  22. Hasil karya menjadi hak milik panitia
  23. Aspek Yang Dinilai
  24. Kebenaran tulisan
  25. Kreatifitas dan kekayaan imajinasi
  26. Kebersihan
  27. Komposisi warna
  28. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3) tingkat MTs dan (1, 2, dan 3) tingkat MA.

  1. Peraturan
  2. Peserta hadir ditempat perlombaan maksimal sepuluh menit sebelum acara dimulai.
  3. Peserta tampil dengan mengenakan pakaian rapi.
  4. Peserta laki-laki memakai celana bahan panjang. Peserta wanita memakai celana bahan panjang atau rok panjang (berkerudung).
  5. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat perlomban (kecuali atas izin panitia)
  6. Peserta dan pendukungnya diwajibkan menjaga kebersihan dan kerapian tempat berlangsungnya lomba
  7. Diskualifikasi

Apabila ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya.

  1. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

 

 

 

JUKNIS LOMBA MTQ
TINGKAT MA / SEDERAJAT SE JAWA TENGAH

  1. Maksud dan Tujuan Lomba
  1. Mendekatkan jiwa umat Islam kepada kitab suci dan meningkatkan semangat membaca, mempelajari, serta mengamalkan al-Qur’an.
  2. memperindah suara yang dapat mendorong untuk merenungkan dan memahami al-Qur’an yang mulia dengan khusyu’, tunduk, dan patuh penuh ketaatan.
  1. Pelaksanaan Lomba

Lomba Kaligrafi Kontemporer diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 10.00 di Kelas X D MA Qudsiyyah

  1. Ketentuan Peserta
  2. Peserta merupakan pelajar MA atau sederajat di wilayah Jawa Tengah.
  3. Jumlah peserta dari madrasah/sekolah maksimal 2 (Putra).
  4. Teknis Lomba
  5. Peserta hadir 10 menit sebelum lomba dimulai
  6. Peserta wajib mengenakan nomor peserta yang telah disiapkan oleh panitia selama lomba berlangsung.
  7. Peserta akan didiskualifikasi apabila tidak hadir ketika tiba giliran untuk membacakan maqro’, dengan toleransi tiga kali pemanggilan.
  8. Para peserta tidak diperbolehkan mengganggu peserta lain saat tampil dengan membuat kegaduhan atau semacamnya.
  1. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  2. Lomba yang diadakan adalah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dengan maqro’ pilihan yang telah tersedia di bawah ini :

 

No. Juz Surat Awal Ayat Bacaan Ayat
1 1 Al – Baqarah 21 يا ايها الناس اعبدوا
2 1 Al – Baqarah 197 الحجّ أشهرمعلومات
3 4 Ali – Imron 144 وما محمد إلّا رسول
4 21 Ar Rum 21 ومن اياته ان خلق لكم
5 28 At Tahrim 06 يا ايها الذين امنوا قوا انفسكم
  1. Durasi Waktu

Untuk setiap penampilan durasi waktunya maksimal 7 menit, dengan aba-aba :

Lampu Kuning      : Persiapan

Lampu Hijau         : Mulai

Lampu Kuning      : Waktu telah berjalan 5 menit dan tersisa 2 menit

Lampu Merah       : Waktu habis

  1. Aspek Yang Dinilai
  1. Bidang Suara dan Lagu
  • Kejernihan suara
  • Pengaturan nafas
  • Keutuhan lagu
  • Variasi
  1. Bidang Tajwid
  • Makhraj al – huruf
  • Shifat al – huruf
  • Ahkam al – huruf
  • Ahkam al – mad wa al qashar
  1. Bidang Fashohah
  • Ahkam al waqof al ibtida’
  • Mura’atul huruf wal harokat
  • Mura’atul kalimat wal ayat
  1. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3).


 

  1. Peraturan
  2. Peserta hadir ditempat perlombaan maksimal sepuluh menit sebelum acara dimulai.
  3. Peserta tampil dengan mengenakan pakaian rapi.
  4. Peserta memakai celana bahan panjang.
  5. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat perlomban (kecuali atas izin panitia)
  6. Peserta dan pendukungnya diwajibkan menjaga kebersihan dan kerapian tempat berlangsungnya lomba
  7. Diskualifikasi

Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya

  1. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

 

 

JUKNIS LOMBA SHORT CLIP
TINGKAT UMUM SE JAWA TENGAH

 

  1. Maksud dan Tujuan Lomba
  2. Meningkatkan kepercayaan diri untuk menyampaikan ide dan kreativitas dalam bentuk film pendek.
  3. Mengembangkan kreatifitas dan ekspresi diri dalam menyampaikan gagasan melalui film pendek.
  4. Pelaksanaan Lomba

Lomba Short Clip diselenggarakan hari Sabtu Pon, tanggal 03 Dz. Qo’dah 1437 H./ 06 Agustus 2016, pukul 10.00 di Lab MTs Qudsiyyah

  1. Ketentuan Peserta

Peserta merupakan masyarakat umum (putra) di wilayah Jawa Tengah.

  1. Teknis Lomba
  2. Peserta mengirimkan soft file dari short clip yang dilombakan kepada panitia paling lambat 1 minggu sebelum pelaksanaan, 31 Juli 2016.
  3. Short clip yang telah diterima akan dipilih oleh panitia bersama dewan juri sebagai babak penyisihan. Kemudian diambil 10 film yang akan ditayangkan pada pelaksanaan lomba (final).
  4. Short clip pada babak final akan dinilai oleh dewan juri dan dipilih 3 sebagai pemenang.
  5. Hasil karya menjadi hak milik panitia.
  6. Pengumpulan karya dalam bentuk CD-R ke Kantor YAPIQ (MA Qudsiyyah) Jl. KHR. Asnawi Gang Kerjasan Kota Kudus 59315 pada jam kerja.
  7. Persyaratan dan ketentuan
    1. Tema : Ayo Ngaji!
    2. Durasi : 5-7 menit
    3. Dianjurkan adanya pesan moral dalam film tersebut
    4. Minimal resolusi 480×800 pixel
    5. Short clip berupa video dan boleh diselingi foto/gambar.
    6. Film merupakan produksi orisinil tidak boleh diselingi klip dari youtube atau sejenisnya
    7. Film belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun
    8. Apabila memakai bahasa selain bahasa Indonesia diharapkan menyertakan subtitlenya
    9. Tidak boleh mengandung unsur sponsor
    10. Tidak boleh mengandung SARA dan pornografi
    11. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
  8. Aspek Yang Dinilai
  9. Editing video
  10. Kemampuan akting
  11. Cinematography
  12. Alur cerita
  13. Juara

Juara adalah peserta terbaik (1, 2, dan 3).

  1. Peraturan
  2. Peserta hadir ditempat perlombaan maksimal sepuluh menit sebelum acara dimulai.
  3. Peserta tampil dengan mengenakan pakaian rapi.
  4. Peserta memakai celana bahan panjang.
  5. Selama perlombaan berlangsung, peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat perlomban (kecuali atas izin panitia)
  6. Peserta dan pendukungnya diwajibkan menjaga kebersihan dan kerapian tempat berlangsungnya lomba
  7. Diskualifikasi

Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya

  1. Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

 

Download Formulir Pendaftaran

 

Habib Syekh Hadiri Pengajian Satu Abad Qudsiyyah

Rindu para pecinta sholawat serasa terobati, ketika Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf hadir di Bumi Gemiring Kidul dalam rangka pengajian ‪#‎1abadqudsiyyah. Acara yang masih satu rangkaian Roadshow peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus ini mampu menyedot perhatian warga Jepara dan Kudus, walaupun panitia belum mengkonfirmasi, diperkirakan 5000 jamaah hadir dan memeriahkan pengajian bertajuk Jepara Bershalawat; Meneladani Dakwah KHR. Asnawi pada Kamis (14/7/2016) malam.

Sembari Maghrib para jamaah telah memenuhi area depan panggung menunggu acara dimulai, dan setelah Isya panitia menghadirkan Jam’iyyah Al-Mubarok Qudsiyyah bersama Gus Apank untuk mengawali acara malam itu. Rangkain acara berlangsung seperti pembacaan Ayat suci Al-Quran dan Tahlil oleh alumni Qudsiyyah di Jepara. Kehadiran Habib Syekh tepat selepas doa Tahlil disambut meriah oleh ribuan pecinta shalawat yang hadir seraya membawakan poster “Kami Rindu Habib Syekh Hadir Di Kudus”. Saat ini Habib Syekh terus berdakwah dengan shalawat baik di dalam maupun luar negeri, dan memang telah lama beliau tidak hadir di Kudus sehingga pantas warga Kudus berbondong-bondong datang mengingat lokasi Desa Gemiring Kidul sangat dekat dengan perbatasan Kudus.Sebelum Habib Syekh memulai, beliau persilahkan Drs. Em. Nadjib Hassan, sosok yang sangat ingin ia temui dan tidak menyangka bertemu dalam momen malam itu. Nadjib selaku Ketua YAPIQ memberikan sambutan singkat dan menyatakan bahwa Qudsiyyah akan terus menyiarkan dakwah ahlussunnah wal jamaah seperti dzikir dan shalawat. Dengan telah sampainya usia yang ke-100 ini, Nadjib berharap Qudsiyyah menjadi semakin maju dan berkembang pesat. Apalagi dengan usia yang sudah cukup tua, eksistensi Qudsiyyah semakin tinggi dengan semakin banyaknya alumni yang berhasil menjadi sosok yang mampu bermanfaat di lingkungan masing-masing.

Lantunan merdu nan kuat ala Habib Syekh semakin indah dengan kehadiran penerbang dari Jepara dan Kudus seperti Hadroh Ahbabul Musthofa Kudus, Jam’iyyah Al-Mubarok Qudsiyyah, Penerbang Polres Kudus dll. Syi’ir Jawa yang dilagukan dengan nada sholawat beriringan dengan  Sholawat yang sering dibawakan oleh Habib Syekh, tak ayal para hadirin dengan lancar bershalawat bersama dan “hanyut” dalam pengajian malam itu. Beliau memang sering membawakan syair jawa yang konon merupakan karya Sunan Kalijaga ketika berdakwah dan beliau menemasnya dengan shalawat yang sangat pas diiringi dengan tabuhan Terbang Habsyi.

Hal yang tidak bisa dilupakan adalah ketika habib Syekh berulang kali mengucapkan selamat hari jadi kepada Qudsiyyah dalam beberapa lagu, salah satunya adalah lagu “Alfa Mabruk” yang beliau deklarasikan sebagai lagu ucapan ulang tahun untuk warga nahdliyyin. Setelah menyanyikan lagu tersebut, Habib Syekh menjelaskan bahwa 1000 keberkahan adalah arti dari lagu tersebut dan sudah sepatutnya menjadi persembahan untuk nahdliyyin yang berulang tahun. Selamat ulang tahun Qudsiyyah yang ke-100, beliau mengakhiri.

Dalam sela-sela bershalawat beliau juga mempersilakan keponakannya, Habib Muhammad bin Farid al-Muthohhar (Semarang) untuk memberikan tausyiah. Ceramah singkatnya menjelaskan tentang Dakwah KHR. Asnawi yang tegas dan istiqomah sebagai teladan. “KHR. Asnawi meniru dakwah sayyidina Umar yang tak pernah takut dan Tegas,”. Menjelang Qiyam,  Habib Syekh menuturkan, “Saya kangen ceramah yai Asnawi Kudus”, sambil memberikan microphone kepada KH. Ahmad Asnawi. Yai Asnawi pun memberikan ceramah tentang Muslimin yang berpuasa di Bulan Ramadlan bagaikan bayi yang baru lahir, karena mereka tidak akan dibenci justru disayangi oleh makhluk. Tak jarang dalam ceramahnya yang berisi dan sarat candaan, Yai Asnawi pun menyindir Habib Syekh untuk mampir lagi di Kudus dan bershalawat bersama.

Habib Syekh mengajak para hadirin untuk “qiyam” dan melantukan shalawat Nabi dari Kitab Simtud Duror. Setelah shalawat usai Gus Aapank dipersilakan untuk memandu peserta melantunkan shalawat Asnawiyyah dan Shalawat Qudsiyyah Satu Abad. Masih dalam keaddan berdiri, Habib Syekh mengajak hadirin menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” dan acarapun purna ditutup doa ikhtitam dari KH. Ahmad Asnawi.

Salah satu panitia kegiatan, M Zamroni mengatakan, kegiatan ini masih merupakan rangkaian dari peringatan satu abad Qudsiyyah dengan tema membumikan Gusjigang untuk kemandirian Bangsa. Pihaknya mengaku senang dengan antusiasme jamaah yang hadir pada pengajian dan selawat tersebut. “Ini merupakan hasil dari kerja sama dengan pihak-pihak terkait sehingga pengajian dan  selawat dalam rangka peringatan 1 abad Qudsiyyah di Jepara ini berjalan lancar,” ucapnya.

IKAQ Tangerang Adakan Bhaksos

QUDSIYYAH-TANGERANG, Memperingati 100 tahun Qudsiyyah, Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) menggelar kegiatan bakti sosial Ramadhan di Masjid An-Nur, Kelurahan Pondok Betung, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Sabtu (18/6/2016) malam.
Bakti sosial yang dihadiri sekitar 200 orang alumni se-Jabodetabek tersebut antara lain berupa pemberian santunan kepada 100 anak yatim/piatu dan dhuafa,  pengobatan serta pangkas rambut gratis. “Bakti sosial ini, selain sebagai ajang silaturahmi  juga  sebagai bentuk kepedulian sosial  para alumni Qudsiyyah se-Jabodetabek pada masyarakat,” kata Ketua IKAQ Jabodetabek, Dr Akhmad Shunhaji, M Pd.I.
Sementara itu, Kepala Litbang Kementerian Agama, KH Prof. Abdurrahman Mas’ud yang juga alumni Madrasah Qudsiyyah Kudus (Jawa Tengah) dalam ceramahnya mengatakan, peringatan 1 abad Qudsiyyah harus dapat dijadikan momentum pengabdian alumni pada masyarakat dengan cinta sesama yang penuh kedamaian , memiliki jiwa sosial serta memiliki semangat kerja keras. “Hikmah Ramadhan adalah mengajarkan kesamaan kedudukan semua umat di hadapan Allah SWT,” ujar Abdurrahman.
Kegiatan peringatan 1 bbad Qudsiyyah ini mengangkat tema ‘Gusjigang’, singkatan dari kata Bagus , Ngaji dan Dagang, yang mempunyai arti bahwa para alumni Qudsiyyah harus dapat mewarisi nilai nilai perjuangan pendiri Madrasah Qudsiyyah yaitu, KH.R Asnawi dengan sebuah bentuk perjuangan pengamalan ahlak mulia, ilmu yang mumpuni dan melakukan kerja keras dalam upaya mewujudkan kemandirian bangsa.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama IKAQ Jabodetabek dengan Pengurus Masjid An Nur, LPM Lentera dan PT Indofood.300X100 SPANDUK

 

Parade Bedhug Dhandang Sambut Ramadlan

IMG_0549

Deretan Dokar Meramaikan Parade Bedhug Dhandang

QUDSIYYAH – KUDUS, Ada yang menarik melintas jalanan kota Kudus pada Selasa (31/5). Rombongan dokar dan arak-arakan replika Menara Kudus berparade dari pagi hingga siang. Parade yang digelar oleh Qudsiyyah masih dalam rangka memperingati satu abad Qudsiyyah ini mengambil tema Bedhug Dhandang. Ramadhan  1437 H tinggal menghitung hari, umat muslim di Kudus memiliki Bedhug Dhandang yang merupakan tradisi yang dimulai sejak zaman Sunan Kudus untuk mengumumkan mulainya bulan Ramadlan. Dalam kegiatan tersebut, bedhug kuno yang dahulu merupakan bedhug utama di Menara Kudus diarak juga. Bedhug yang dimusiumkan oleh YM3SK itu semakin menambah kesan historis dalam parade sembari ditabuh dengan nada khas “bedhug dhandang”. Denny, staf YM3SK menjelaskan bahwa ini kali pertama minitur menara dan bedhug bersejarah diarak.

Rombongan parade berangkat dari Hotel Griptha, disana para peserta yang sehari sebelumnya telah mengikuti seminar sudah berkumpul sedari pagi. Dokar berjumlah 20 ditambah 2 mobil yang membawa replika Menara Kudus dan bedhug tersebut menuju ke arah Demak.  Miftah selaku kordinator parade menuturkan bahwa perjalanan sebenarnya dimulai dari Karanganyar, dikandung maksud merefleksikan rombongan Sunan Kudus yang memasuki Kudus dari kerajaan Demak, melewati Sungai Serang.

Bedhug Kuno Menara Kudus yang diarak dan ditabuh selama Parade

Bedhug Kuno Menara Kudus yang diarak dan ditabuh selama Parade

Rombongan berlanjut ke Masjid Wali Loram, tempat dimana Sunan Kudus menemui Thai Ling Sing untuk mengatur strategi dakwah di Kudus. Setelah itu, perjalanan panjang menuju ke Desa Kauman, lokasi dimana situs Menara Kudus berada. “Karena sudah memasuki masa dhandangan, maka rombongan akan check point di MTs Qudsiyyah, untuk selanjutnya berjalan bersama ke Kompleks makam Sunan Kudus untuk berziarah,” jelas Miftah.

Setibanya di makam Sunan Kudus, rombongan yang kala itu berpakaian serba putih dan memakai udeng-udeng/ iket sebagai penutup kepala ini membaca tahlil dipimpin oleh Kyai Mas’an dan Kyai Fahruddin. Para peserta parade turut haru, salah satu peserta berkesan positif tentang perjalanan kirab yang tidak hanya mengingatkan kembali tradisi para leluhur namun mengajak agar tak lupa jasa-jasa leluhur melalui tradisi ziarah juga. Rombongan bertolak pulang ke Hotel Griptha lagi setelah sebelumnya melewati simpang tujuh alun-alun Kudus.

SEMINAR TRADISI BEDHUG DHANDANG

Sebelum Parade bedhug dhandang digelar, malam harinya diadakan seminar dengan Tema “Bedhug Dhandang; Napak Tilas Laku Sunan Kudus dalam Penentuan Awal Ramadlan”. Seminar yang terlaksana dengan kerjasama YM3SK dan KESBANGPOL-LINMAS Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan pada Senin malam (30/5) di Aula Hotel Griptha. Seminar ini membahas astronomi terapan, khususnya dalam penentuan awal Ramadlan oleh Sunan Kudus dan dihadiri oleh 100 peserta serta diisi oleh 3 pemateri;

  • Drs. H. M. Nadjib Hassan, Ketua YM3SK (Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus)
  • Fahruddin, M.Pd (Praktisi Falak/ Astronomi Islam)
  • Dr. Abdul Jalil, M.E.I. (Dosen dan Sejarawan)
_MG_7411

Seminar Tradisi Bedhug Dhandang; Napak Tilas Laku Sunan Kudus dalam Penentuan Awal Ramadlan

Nadjib menuturkan betapa bijak Sunan Kudus dalam menentukan awal ramadlan. Bedhug dhandang menjadi sarana mengumumkan awal wajib puasa Ramadlan. Pada masanya, para muslimin menunggu di halaman masjid sehingga banyak pedagang yang berdagang disana. Nadjib menyayangkan masyarakat hanya mengetahui dhandangan sebagai pusat keramaian saja, bahkan keadaan sekarang terlihat seperti pasar malam, tidak ada unsur kebudaayaan atau sejarah. Ia menengarai dhandangan lebih bersifat ekonomi dan komersil, terbukti tradisi dhandangan justru diolah oleh Dinas Pasar, dan bukanlah Dinas Kebudayaan. Nadjib khawatir jika dhandangan akan dikenang sebagai hura-hura menyambut ramadlan saja, dan lebih meguntungkan warga luar bukan menguntungkan warga setempat.

Pendapat yang sama diutarakan Jalil, pemateri kedua. Dhandangan memiliki nilai religi yang sangat tinggi. Semakin memperteguh fungsi Menara Kudus dan Masjid al-Aqsha sebagai pusat kota Kudus. Bedhug Dhandang ditabuh setelah ashar menjelang maghrib sebagai pertanda bahwa setelah matahari terbenam sudah memasuki bulan Ramadlan, sehingga amalan-amalan ramadlan seperti tarawih, qiyamul lail dan niat puasa bisa mulai dilakukan. Jalil yang juga akademisi ekonomi ini memperhatikan betapa banyak keuntungan pemerintah dalam hajatan dhandangan, namun sayang tidak diimbangi dengan kebijakan yang tepat. Para pedagang yang meramaikan dhandangan justru berasal dari luar Kudus, sedangkan penduduk asli tidak begitu banyak. “Pribumi harusnya yang paling kaya karena kegiatan dhandangan, bukannya malah setor kekayaan ke pedagang luar dan menguntungkan yang lain,” ugkapnya mengkritik.

Kerjasama Harmonis antara Qudsiyyah dan Asy-Syafi’iyyah Demak

QUDSIYYAH – DEMAK, Jauhnya lokasi pengajian pada Kamis malam (26/5) tidak menyurutkan semangat santri Qudsiyyah untuk turut hadir dan bershalawat bersama masyarakat Lengkong. Semangat tak surut untuk menghadiri pengajian ‪‎1 abad Qudsiyyah‬ di Lengkong, Desa Mulyorejo, Kec. Demak, Demak. Pengajian keliling atau yang disebut roadshow dakwah berlokasi di halaman Madrasah Asy-Syafiiyah yang juga membantu terlaksananya pengajian malam itu, sekaligus merayakan haflah akhirussanah. Para hadirin tampak memenuhi halaman yang diperkirakan mencapai 1000 hadirin dari Desa Mulyorejo dan sekitarnya, menambah ramainya pengajian tersebut.

Setelah dimulai selepas isya’, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an dan sholawat Asnawiyyah. Sholawat Qudsiyyah 1 Abad juga dipopulerkan dalam acara ini. Pembacaan maulidurrasul dipimpin oleh ustadz H. Ashfal Maula diiringi Jam’iyyah ad’Dufuf al-Mubarok Kudus, dilanjutkan pembacaan Tahlil untuk para masyayikh dipimpin oleh Kyai Asmudi Sujud.

Setelah pembacaan tahlil, K. Ahmad Abbas selaku pengurus Madrasah Asy-Syafi’iyyah memberikan sambutan menghaturkan selamat kepada Qudsiyyah yang telah berusia satu abad. Dalam sambutannya, beliau juga menuturkan beberpa program madrasah Asy-Syafi’iyyah. Kyai Ahmad Sudardi menjawab selamat dari Kyai Ahmad Abbas dalam sambutannya mewakili dewan guru Qudsiyyah.

Acara selanjutnya ialah sambutan dari Camat Demak, Fatkhur Rahman, S.H. M.M. Beliau sangat senang dapat hadir diantara warga Mulyorejo dan civitas akademika Qudsiyyah. Beliau berharap kerjasama seperti ini terus dilanjutkan mengingat banyak alumni Qudsiyyah di wilayah Demak, dan bantuan keilmuan sangat bermanfaat.
pengajian malam itu ditutup dengan mauidloh KH. Noor Halim Ma’ruf dan Doa penutup KH. Fathur Rahman. Pengajian di Lengkong merupakan penutup Roadshow pengajian jilid pertama. Menurut Ketua Kegiatan satu abad Qudsiyyah, H. Ihsan, M.Ag bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan alumni Qudsiyyah di Jepara, Yogyakarta bahkan Pekalongan setelah Hari raya lebaran 1437.