SOSIALISASI PENERIMAAN BRIGADIR POLRI

QUDSIYYAH, KUDUS – Suasana kelas siang itu tampak berbeda. Para siswa sangat antusias, fokus dan sesekali gelak tertawa terdengar mengiringi proses kegiatan siang itu. Ternyata, beberapa Polwan menjadi juru bicara di depan kelas di siang itu.

Ya, Rabu (2/4/2014), Madrasrah Aliyah Qudsiyyah, Kerjasan Kota Kudus menjadi salah satu lokasi Sosialisasi Penerimaan BRIGADIR POLRI tahun 2014. Sosialiasi ini dilaksanakan oleh Polres Kudus yang dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Kudus IPTU Rahmawati Tumulo. kegiatan sosialiasi juga dilaksanakan pada SMA/MA se kabupaten Kudus.

Pada tahun 2014 ini, pihak kepolisian membuka sebanyak 17750 Personil , terdiri dari 10.750 POLKI dan 7.000 POLWAN. Jumlah ini merupakan salah satu yang terbesar, terutama pada Polwan yang mencapai 7000 personil.

Secara umum pendaftaran ini dibuka mulai 26 Maret – 15 April 2014.  Adapun persyaratannya adalah lulus SMA/MA/SMK dengan nilai minimal 6.0, umur minimal 17 tahun maksimal 22 tahun dan tinggi badan 163 (pria), 155 (wanita). Lebih lengkapnya bisa dibuka pada  web berikut.

 

H. ARIF FAIZA BERPULANG

QUDSIYYAH, KUDUS – Keluarga besar Qudsiyyah Kudus berduka dan kehilangan salah seorang ustadz. H. Arif Faiza, guru yang mengabdikan diri di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Qudsiyyah Kudus sejak tahun 1981 ini meninggal dunia pada Jumu’ah, 21 Rabi’ul Akhir  1435 H/21 Februari 2014 TU.

Beliau meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB di Rumah Sakit Karyadi Semarang.  Kemudian jenazah disemayamkan di rumah duka di Janggalan Kota Kudus dan dimakamkam di pemakaman umum Sediyo Luhur Bakalan Krapyak pada Sabtu (22/2/2014) pagi.

Selamat jalan Guruku…
Semoga Khusnul Khotimah, Amal Ibadahnya diterima di sisi-Nya diampuni semua dosa-dosanya dan kekhilafannya ..amiiinnn,,

REBANA DAN FUTSAL, PALING DIBANJIRI PENONTON

QUDSIYYAH, KUDUS – Ajang perlombaan intern antar santri Madrasah Qudsiyyah Kudus berlangsung meriah. Event dengan tajuk Classmeeting ini dikomandoi oleh Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) di halaman Madrasah Qudsiyyah pada 8 – 11 Januari 2014.

Dari 28 cabang perlombaan, Kejuaraan Futsal dan lomba Rebana menjadi salah satu favorit penonton. Hampir seluruh kelas yang ada di MI, MTs, dan MA ikut serta dalam ajang kejuaraan Futsal yang digelar di lapangan MTs Qudsiyyah ini. Begitu pula Lomba Rebana juga banyak diikuti perwakilan kelas yang menampilkan suara-suara merdu melantunkan sholawat ini.

Kedua jenis perlombaan ini sarat dengan penonton dan tepuk tangan meriah para pendukung masing-masing. Akhirnya Futsal tingkat MI-MTs dimenangkan oleh tim dari Kelas VII B, VI A di posisi ke dua dan VI B di posisi ke tiga. Sedang di tingkat MTs – MA, juara Futsal dimenangkan oleh kelas IX B pada juara pertama, menyusul kelas XI D di posisi kedua dan XI C di posisi ke tiga.

Sedangkan pada lomba Rebana, pada kategori MTs dimenangkan oleh kelas VII A pada peringkat pertama, menyusul kemudian IX C, dan di posisi ke tiga kelas IX B. sedang pada tingkat MA, juara I diraih oleh  kelas XII D, juara II oleh X E dan juara III diraih oleh XII C.

Selain Futsal dan Rebana, dalam Classmeeting tersebut memperlombakan Badminton, Tenis Meja, Adzan Iqamah,  sholawat, Kaligrafi, lomba kelereng, LCT kids, Wudhu, sholat, Hafalan Hadis Arbain, Memasukkan Pensil, tartil, Khitobah, mrwarnai, AL Barzanji, pecah air, memakai sarung, catur, Hafalan Alfiyyah, Qiro’ah, Stand up comedy, LCT Nahwu, Talqin, Falak, Zej, Melukis, PBB, Muthola’ah, puisi, seni peran, Fotografi, dan lomba desain grafis.  (*)

DI HARI IBU, PUISI SANTRI MASUK KORAN NASIONAL

QUDSIYYAH, KUDUS – Menjelang pergantian tahun ini, salah satu puisi santri Ma’had Qudsiyyah Kudus berhasil nangkring di Koran nasional JAWA POS. Ya, tepat pada ulang tahun JAWA POS FOR HER ke tiga sekaligus merayakan Hari Ibu, Muhammad Bahrul Ulum (XI D MA Qudsiyyah Kudus) berhasil mencatatkan namanya di JAWA POS sebagai salah satu peserta yang  termuat karyanya.

Pada pengantar Redaksi JAWA POS dijelaskan, dari sekitar 1700 lebih surat cinta untuk ibu dari pembaca yang dikirim ke JAWA POS, akhirnya dipilih sebanyak 53 surat dan kemudian ditayangkan di JAWA POS pada edisi Jumat, 20 Desember 2013. Adapun puisi Bahrul Ulum tampil di halaman B 11, di bagian tengah atas.

Bahrul Ulum sendiri sebelumnya juga pernah menyabet juara I dalam lomba cipta puisi islami tingkat Jawa Tengah pada POSPEDA pertengahan 2013 lalu. (*)

 

MAAF, BARU KUSADARI PERJUANGANMU

 

Terang atau padam, pasti jelas

Mentari nan rembulan, engkau rupakan

Ketulusan mengiringi lega

Pamrih, mandi keringat dihiraukan

 

Karena kekuatanku, bercabang darimu

Tanpamu, daya hidupku samar

Ketika menyatakan rindu, gengsi meniru

Tapi, keikhlasanmu menyambar

Karena aliran derasmu, mengantarkan miliaran atom

 

Tanpamu, aku hanya alienasi alam

Ketika meminta, engkau kira aku melapor

Tapi, nurani itu, jelas perhatian

Karena penderitaan kebahagiaan itu, kerusakan kesadaran

Tanpamu, suka jadi duka

gaib, tapi nyata

Ketika tetesan air mengalir, tak diacuhkan

Tapi, kesabaran mengajarkan prioritas

 

MENJADI JAWARA LKTI JATENG

QUDSIYYAH, KUDUS – Di penghujung tahun 2013 ini, lagi-lagi santri-santri Qudsiyyah berhasil meraih prestasi. Sekelompok santri MA Qudsiyyah Kudus menorehkan prestasi menjadi juara I LKTI tingkat Jawa Tengah.

Dalam even yang bertajuk “Olimpiade Bahasa dan Karya Ilmiah Siswa Santri se-Jawa Tengah” yang diselenggarakan oleh CSS MORA IAIN Walisongo Semarang pada Kamis, 16 Desember 2013, Mirza Muhammad Iqbal (XII B) dan Muhammad Syafiq Ma’ruf (XII D) berhasil mengungguli lawan-lawannya.

Karya tulis santri Qudsiyyah yang berjudul “Kearifan Lokal Sebagai Penunjang Generasi Muda Berkarakter Keagamaan” (lebih lengkapnya bisa didownload di sini) menjadi karya terbaik dalam even tersebut. Karya yang mengangkat budaya masyarakat Kudus ini diminati oleh para audien, panitia bahkan dewan juri juri. Selain pembahasan yang menarik, presentasi yang ditunjukkan kedua santri ini memukau dan menarik perhatikan hadirin. Hal inilah yang menjadikan santri Qudsiyyah layak menjadi juara. (*)

 

KALENDER 2014

Kalender Qudsiyyah Kudus tahun 2014, dapat diunduh di sini

JADWAL TES SEMESTER MA & MTs

Jadwal Tes Semester Gasal MA Qudsiyyah Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014 bisa didownload di sini

 

Sedangkan Jadwal Tes semester Gasal MTs Qudsiyyah Kudus Tahuan pelajaran 2013/2014 dapat diunduh di sini

SILATURRAHIM YAPIQ DENGAN PBNU: MENYAMBUNG KEMBALI SEJARAH QUDSIYYAH DENGAN NU

QUDSIYYAH, JAKARTA – Setelah sempat tertunda beberapa waktu, niat Madrasah Qudsiyyah Kudus bersilaturrahim ke kantor PBNU akhirnya terwujud. Pada Kamis pagi (10/10) sekitar 70 orang yang terdiri atas pengurus, dewan guru dan staf yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah tiba di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jl. Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.

Peserta rombongan yang diangkut oleh dua bus itu disambut langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU, H. As’ad Said Ali, Ketua PBNU H. Maksum Mahfud, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Enceng Shobirin dan Ketua LAZISNU KH. Masyhuri Malik.

Dalam sambutannya, H. Em Nadjib Hassan selaku ketua rombongan sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (YAPIQ) mengungkapkan bagaimana hubungan historis antara Qudsiyyah dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Ia mengungkapkan, Madrasah Qudsiyyah didirikan oleh Mbah Raden Asnawi pada tahun 1919. Mbah Raden Asnawi juga salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. “Bahkan NU di Kudus adalah cabang pertama yang diresmikan keberadaannya oleh Nahdlatul Ulama,” tutur Nadjib di hadapan pengurus PBNU dan sekitar 100 orang, termasuk alumni Qudsiyyah Jakarta, yang hadir pada acara silaturrahim tersebut. 

Jejak peninggalan dan bukti sejarah keberadaan Madrasah Qudsiyyah dan Nahdlatul Ulama di Kudus yang dirintis oleh Mbah Raden Asnawi dapat dilihat pada bangunan yang ada saat ini. Salah satunya adalah aktifitas belajar mengajar Madrasah Qudsiyyah yang berada di lingkungan Masjid dan Menara Kudus yang masih berlangsung hingga kini.

H. As’ad, Wakil Ketua Umum PBNU yang duduk di depan berdampingan dengan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah, H Em Nadjib Hasan dan Ketua alumni Qudsiyyah (Ikaq), Muhammad Ihsan berdialog dengan peserta mengenai pesantren, pendidikan nasional, dan NU.

Menurut dia, pesantren dengan sistem pendidikan salafiyah berkontribusi besar terhadap kemajuan Islam Indonesia yang ramah dan menghargai perbedaan. Bagaimana pun, katanya, pesantren semacam ini harus terus dipertahankan.

Namun, lanjut As’ad, dirinya juga mengaku prihatin dengan kondisi beberapa pesantren salafiyah yang tidak sanggup mempertahankan keberlangsungannya. Karena itu, ia mendorong pesantren salafiyah tidak anti terhadap unsur luar yang relevan sebagai solusi agar pesantren bergaya tradisional ini tetap dapat diterima khalayak.

“Supaya tak hilang, pesantren salafiyah juga bisa mengakomodir, misalnya, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan),” tuturnya seraya menegaskan bahwa sikap ini termasuk dari pelaksanaan prinsip pesantren al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal al-akhdzu bil jadidil al-ashlah (melestarikan tradisi lama yang baik mengambil hal baru yang lebih baik).

Di samping berdialog dengan jajaran PBNU, acara siang itu juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan alumni. Salah satu alumni Madrasah Qudsiyah yang diminta memberikan sambutannya adalah Mustolihin. Alumni Qudsiyyah Jakarta yang berasal dari Kota Kudus ini, menduduki Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU.

Mustolihin menceritakan bagaimana banyaknya peluang yang bisa dikerjakan bersama para alumni. Ia mengajak supaya peluang tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama untuk pengembangan diri alumni dan Madrasah Qudsiyah pada umumnya.

Rombongan Yapiq berangkat menuju Jakarta sejak Rabu pagi. Sebelumnya, rombongan itu berziarah ke makam Sunan Kudus, Sunan kalijaga Demak Jawa Tengah, makam Habib Ahmad Pekalongan, Jawa Tengah, dan makam Sunan Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat.(*)

 Noor Aflah, Alumni Qudsiyyah

DAI QUDSIYYAH NONGOL DI METRO TV

QUDSIYYAH, KUDUS – Salah satu profil guru Qudsiyyah Kudus yang telah mengabdi lebih dari sepuluh tahun diliput di Metro TV. Ya, setelah sehari sebelumnya salah satu santri yang telah tayang di Metro TV, kini giliran Ustadz M. Syukron yang kembali ditayangkan dalam Program Metro Siang, tepatnya dalam Java Overland Metro TV.

Untuk tahun ini, Tim Java Overland Metro TV telah menayangkan profil santri Qudsiyyah dan Profil Guru Qudsiyyah Kudus. Seperti apa liputannya, bisa disimak dalam video berikut ini.

KH YASIN JALIL TUTUP USIA

QUDSIYYAH, KUDUS – Keluarga besar Qudsiyyah Kudus pada bulan Ramadhan tahun ini berduka cita. Salah satu sesepuh Qudsiyyah, KH Yasin Jalil meninggal dunia pada Rabu Wage, 15 Ramadhan 1434 H/24 Juli2013 TU, sekitar pukul 11.00 WIB.

Guru sepuh ini meninggal dunia pada usia 80 tahun. Kemudian guru yang telah mengabdi di Madrasah Qudsiyyah Kudus mulai tahun 1959 ini dimakamkan di pemakaman Sedio Luhur, Krapyak Kudus sekitar pukul 16.00 sore.

Dalam pengabdiannya di Qudsiyyah selama 54 tahun ini telah menorehkan banyak jasa dan telah mendidik ribuan santri di Qudsiyyah. Hampir semua guru yang sekarang mengajar dan mendidik di Qudsiyyah merupakan murid langsung dari Mbah Yasin ini.

Beliau terkenal dengan kejujuran dan kedisiplinan dalam mendidik anak. Hingga di usia senja, beliau masih terus aktif mengajar di Madrasah Qudsiyyah Kudus. Setiap pagi, kendati selalu datang dengan naik becak, beliau hampir tidak pernah datang terlambat.

Guru yang tinggal di Langgardalem Kota Kudus ini meninggalkan berjuta kesan di kalangan murid-muridnya. Beliau lebih dari sepuluh tahun terakhir ini selalu mengajar ilmu Falak dan Hadis di tingkatan Tsanawiyah. Dengan metode dan cara mngajarnya, beliau meninggalkan kesan yang mendalam di kalangan kerabat, lebih-lebih di kalangan para santri-santrinya. (*)