BORONG 13 PIALA DI MQK

 

QUDSIYYAH, KUDUS – Hasil kejuaraan Musabaqah Qiratil Kutub (MQK) dan Pekan Seni dan Olahraga antar pondok pesantren se-kabupaten Kudus, 16 – 17 Desember 2013 yang diraih Ma’had Qudsiyyah Kudus cukup membanggakan. Total medali yang dibawa pulang dalam lomba yang digelar di Pendapa kabupaten Kudus tersebut sebanyak 13 piala.

Dari 16 cabang lomba MQK, Ma’had Qudsiyyah meraih 11 piala, dengan rincian 6 piala juara I, 2 piala juara II, dan 3 piala juara III. Sedang di lomba kesenian, Ma’had Qudsiyyah meraih 2 piala, yakni juara I seni kriya, dan juara III seni Kriya. Total, ada 13 piala yang diboyong ke Ma’had Qudsiyyah Kudus.

Atas hasil ini, dari pihak Ma’had akan terus melakukan pembinaan serta mengoptimalkan untuk meningkatkan prestasi santri lebih baik lagi. Apalagi, bagi yang juara pada cabang MQK akan melaju ke tingkat Jawa Tengah dan Nasional tahun 2014 nanti.

Adapun secara rinci perolehan piala adalah sebagai berikut:

CABANG MQK

NO

PERINGKAT

CABANG LOMBA

NAMA SANTRI

1

Juara I Tarikh Wustho AM Adzkiya Amiruddin

2

Juara I Ushul Fiqh Wustho Ahmad Nidhomul Haq

3

Juara I Balaghoh Wustho M. Chasanuddin

4

Juara I Nahwu Ulya Ahmad Amirul Wildan

5

Juara I Tarikh Ulya M Sahir Shodiq

6

Juara I Ushul Fiqh Ulya Margono

7

Juara II Hadits Wustho M. Muzakki Fuat

8

Juara II Hadits Ulya Ilham Kholik

9

Juara III Hadits Wustho M Nur Najib

10

Juara III Ushul Fiqh Ulya M Rifqi Yusuf

11

Juara III Balaghoh Ulya M Sahir Shodiq

 

CABANG SENI

NO

PERINGKAT

CABANG LOMBA

NAMA SANTRI

1

Juara I Kriya Lukman Nur Romadhan

2

Juara III Kriya Hilmi Maula

 

RAIH JUARA UMUM DI PERSADA

QUDSIYYAH, KUDUS – Kontingen Santri Ma’had Qudsiyyah Kudus yang dikirim dalam Perkemahan Santri Daerah (PERSADA) antar pondok pesantren se kabupaten Kudus, pada 9 – 10 Desember 2013 di Museum Keretek Kudus berhasil menorehkan hasil maksimal. Dalam kesempatan tersebut mereka berhasil menjadi juara umum dengan mengumpulkan 4 piala, dari 6 perlombaan yang digelar.

Piala pertama disumbangkan dari Pentas seni yang meraih juara I, kemudian PBB (Peraturan Baris Berbaris) juara I, Hasta Karya juara I, dan Lomba Caerdas tangkas (LCT) meraih juara II. Hanya lomba pioneering dan lomba K3 yang tidak memperoleh piala.

Dengan hasil ini Ma’had Qudsiyyah meraih juara umum dalam Persada tahun 2013 pada kontingen putra. Sedang pada kontingen putri untuk tahun ini juara umum diraih Pondok Pesantren Yanabi’ul Ulum War Rahmah, Kota Kudus. (*)

GELAR SEMINAR KEUANGAN SYARI’AH

QUDSIYYAH, KUDUSMa’had Qudsiyyah Menara Kudus bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan seminar Industri Keuangan Non Bank (IKNB) berbasis Syari’ah di aula Ma’had, kelurahanKerjasan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Sabtu (7/9/2013).

Seminar yang diikuti ratusan peserta menghadirkan pembicara direktur IKNB OJK Moch Muchlasin, Abdul Jalil (Akademisi dan Mudarris Ma’had Qudsiyyah), Fahmi Basyah (Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia-AASI), dan H Nusron Wahid (Komisi XI DPR RI).

Moch Muchlasin mengatakan OJK adalah lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain yang  mempunyai fungsi, tugas, wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyelidikan. Tujuannya, mendorong  kegiatan sektor jasa keuangan agar terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntable.

“Termasuk pula mewujudkan system keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta melindungi kepentingan konsumen,” terangnya.

Muchlasin menerangkan IKNB Syariah merupakan industri keuangan bukan bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Antara lain, bentuk badan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah.

Lainnya, berbentuk Unit Usaha Syariah (UUS) yang konsep syariahnya dilakukan hanya sebagian kegiatannya saja, tambah Muchlasin.

Anggota Komisi XI DPR RI H Nusron Wahid menguraikan peran lembaga keuangan mikro (LKM) dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Ia menilai terjadinya kemiskinan disebabkan adanya keterbatasan masyarakat dalam mengakses sumber daya alam, pendidikan, teknologi dan akses modal keuangan.

“Akses modal ini memperoleh jaminan mulai simpan pinjam, subsisi dari LKM,” kata Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid.

Sementara Fahmi Basyah mengenalkan Asuransi Syariah di Indonesia. Sedangkan Abdul jalil memaparkan makalahnya terkait IKNB Syariah.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang itu diikuti ratusan peserta yang terdiri pelaksana BMT/BPR, aktivis ormas, dan sejumlah pendidik.

Diharapkan dengan kegiatan tersebut masyarakat semakin menngerti akan peran lembaga Otoritas Jasa Keuangan  dan mampu mendayagunakannya untuk kepentingan yang lebih baik. (*)

DAI QUDSIYYAH NONGOL DI METRO TV

QUDSIYYAH, KUDUS – Salah satu profil guru Qudsiyyah Kudus yang telah mengabdi lebih dari sepuluh tahun diliput di Metro TV. Ya, setelah sehari sebelumnya salah satu santri yang telah tayang di Metro TV, kini giliran Ustadz M. Syukron yang kembali ditayangkan dalam Program Metro Siang, tepatnya dalam Java Overland Metro TV.

Untuk tahun ini, Tim Java Overland Metro TV telah menayangkan profil santri Qudsiyyah dan Profil Guru Qudsiyyah Kudus. Seperti apa liputannya, bisa disimak dalam video berikut ini.

SANTRI QUDSIYYAH TAYANG DI METRO TV

QUDSIYYAH, KUDUS – Tim Java Overland Metro TV yang datang ke Ma’had Qudsiyyah Kudus beberapa waktu lalu, telah melaksanakan tugasnya. Hasilnya telah ditayangkan oleh Metro TV pada program Metro Siang  pada Ahad, 27 Juli 2013.

Tim yang terdiri dari 4 orang dan didampingi dari BAZ Kota Semarang ini secara khusus meliput salah satu profil santri dan guru Ma’had Qudsiyyah. Hasilnya, dapat dilihat di tayangan Metro TV program Metro Pagi (Pukul 06.20 WIB) dan  Metro Siang (Pukul 12.20 WIB)

Pada Liputan di Ma’had Qudsiyyah Kudus ini, Tim Java Overland akhirnya memilih profil santri yang berprestasi di bidang pembuatan film pendek. Santri yang bernama lengkap Muhammad Sigit Wicaksono meraih juara satu nasional dalam POSPENAS di Gorontalo beberapa waktu lalu. Dari prestasi ini, tim Java Overland mencoba mengangkat  profil santri tersebut. Hasilnya, secara lengkap dapat dilihat dalam video ini.

JAVA OVERLAND METRO TV SINGGAH DI QUDSIYYAH KUDUS

QUDSIYYAH, KUDUS – Program Java Overland Metro TV yang tayang pada bulan Ramadhan tahun ini singgah di Qudsiyyah Kudus. Tim yang berjumlah 4 orang dari Stasiun Televisi Nasional tersebut datang ke Qudsiyyah pada Sabtu – Senin, 13-15 Juli 2013.

Tim yang juga ditemani dari Badan Amil Zakat (Baz) Kota Semarang tersebut meliput segala aktivitas pesantren Qudsiyyah serta Madrasah Qudsiyyah. Qudsiyyah menjadi salah satu lokasi yang diliput di wilayah Jawa Tengah. Selain Kudus tim itu juga liputan di pesantren Rembang, Demak dan Semarang.

Program Java Overland adalah program khusus Ramadhan kerjasama Metro TV dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jakarta yang tayang 2 kali setiap hari selama Ramadhan. Program itu tayang sekitar pukul 06.20 dalam Metro Pagi dan tayang pada pukul 12.20 pada Metro Siang. Program yang berdurasi sekitar 5 menit tersebut, tahun ini mengangkat sosok profil dari da’i inspiratif dan santri yang berprestasi.

Dengan apik, Kameramen Metro, Desta Livyami, Reporter Yasir Neneama, Landi, dan Editor, Johandi membidik segala aktivitas yang ada di Qudsiyyah selama tiga hari. Mereka juga mengangkat profil sosok da’I inspiratif dari Qudsiyyah serta santri Qudsiyyah yang berprestasi.

Siapa kedua orang tersebut? “Lihat aja nanti tayanganya di televisi setiap pukul 06.20 pagi dan 12.20 siang,” jawab H. Yusrul Hana, Naib Mudir Ma’had Qudsiyyah saat ditemui tim redaksi Web Qudsiyyah.

Dijelaskan lebih lanjut, akan banyak kejutan  dalam tayangan nanti. “Pokoknya jangan sampai terlewatkan,” tambahnya.

Tayangan Java Overland di Qudsiyyah sendiri rencananya akan tayang sekitar dua pekan nanti. “Ya sekitar Sabtu (20 Juli 2013) atau Ahad (21 Juli 2013) pekan depan,” katanya, saat ditanya kapan tayangan ini akan bisa dinikmati seluruh pemirsa di Indonesia.  (*)

SANTRI MA’HAD JUARA SATU NASIONAL DI POSPENAS

QUDSIYYAH, KUDUS – Kado manis dipersembahkan santri Ma’had Qudsiyyah menjelang bulan Ramadhan. Salah satu wakil kontingen Jateng dalam Pekan Olahraga dan Seni Nasional (POSPENAS) Antar Pondok Pesantren VI di Gorontalo , Sulawesi, 24 – 30 Juni 2013 yang berasal dari Santri Ma’had Qudsiyyah Kudus meraih emas dalam lomba kategori Video Dokumenter.

M Sigit Wicaksono, santri kelas X yang berasal dari Ngembal Kulon Jati ini berhasil meraih juara pertama nasional dalam ajang antar pesantren tiga tahunan tersebut. Dengan menampilkan video dokumenter yang berjudul  “Menara Kudus Sebagai  Bukti Toleransi Beragama”  (lihat Videonya) berhasil memukau dewan juri sehingga mengantarkannya meraih medali emas.

Dalam ajang POSPENAS tersebut dua santri Ma’had ikut serta dalam even itu. Hal ini karena dua santri Qudsiyyah sukses meraih juara pertama dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Daerah (POSPEDA) antar Pondok Pesantren Provinsi Jawa Tengah awal Juni lalu. Selain Sigit dalam lomba Video Dokumenter, juga ada M Bahrul Ulum yang mewakili Jawa Tengah dalam lomba Cipta Puisi Islami di ajang POSPENAS VI Gorontalo. (*)

Dua Santri Ma’had Mewakili Jateng di Pospenas Gorontalo

QUDSIYYAH, KUDUS – Dua santri Ma’had Qudsiyyah Kudus ikut serta dalam kontingen Jawa Tengah dalam ajang bergengsi Pekan Olahraga dan Seni Nasional (POSPENAS) VI antar Pondok Pesantren di Gorontalo 24 – 30 Juni 2013. Kedua santri tersebut adalah M Sigit Wicaksono dalam lomba video dokumenter dan M Bahrul Ulum pada lomba Cipta Puisi Islami.

Keduanya lolos menjadi wakil Jawa Tengah dalam ajang bergengsi tiga tahun sekali tersebut setelah keduanya suskses mearih juara satu dalam lomba yang sama tingkat Jawa tengah beberapa waktu lalu di Grobogan. Dengan mengangkat tema Menara dan keunikannya, Sigit mampu meraihjuara pertama di Jawa Tengah. Rencananya, dalam ajang tingkat nasional nanti juga akan menggunakan video yang sama setelah dilakukan editing dan penambahan di sana sini.

Sedang M Bahrul Ulum, berhasil maju setelah dalam pekan seni tingkat Jawa Tengah menyingkirkan 30 peserta lain di Jawa Tengah dalamlomba cipta puisi islami. Keduanya juga telah menjalani pemusatan pelatihan di Gedung Haji Semarang pada 14 – 16 Juni 2013.

IMG-20130613-00874Kabupaten Kudus sendiri mengirimkan beberapa santrinya dalam kontingan Jawa Tengah kali ini. Diataranya kerajinan tangan putri, senam santri putri, fotografer putri dan kaligrafi mushaf putri. (*)

DUA PIALA HARUMKAN MA’HAD QUDSIYYAH

QUDSIYYAH, KUDUS – Prestasi santri Ma’had Qudsiyyah kembali meraih juara. Pada pekan Seni Pondok Pesantren tingkat Jawa Tengah, 3-6 Juni 2013, di Grobogan, dua medali emas diraih santri Ma’had Qudsiyyah Kudus. Dua juara tersebut diraih oleh M. Sigit Wijaksono dalam perlombaan Video Dokumenter/Cerita Pendek yang meraih juara pertama, serta M. Bahrul Ulum yang juga meraih juara pertama pada lomba Cipta Puisi Islami.

Atas prestasi ini, kedua santri ini direncanakan bakal mengikuti Pekan Seni Pondok Pesantren tingkat Nasional yang bakal digelar pada 30 Juni mendatang di Provinsi Gorontalo, Sulawesi bagian Utara.

Dalam video dokumenter tersebut, santri Ma’had Qudsiyyah mengangkat tema tentang Masjid Menara Kudus dan keunikannya. Sekitar sebelas menit film pendek tersebut mampu memukau dewan juri dn mengantarkannya meraih juara pertama tingkat Jawa Tengah. (lebih lengkapya: lihat videonya)

Sedang dalam cipta puisi, Bahrul Ulum mengangkat tema tentang minuman keras dan narkotika. Dalam loba cipta puisi tersebut, setiap peserta dikasih waktu sekitar 4 jam, sementara temanya adalah berasal dari salah satu ayat Al qur’an yang diberikan dewan juri saat itu juga. Dalam lomba tersebut ada penggalan 5 ayat, tanpa harakat dan tanpa terjemahan yang berbeda tentang tema dan isinya.

Dari salah satu ayat tersebut peserta dipersilahkan memilih salah satunya dan kemudian menguraikan dalam tulisan berbentuk puisi, bait demi bait.

Dalam Pekan seni tersebut, Ma’had Qudsiyyah mewakili Kudus dan turut serta mengharumkan nama Kudus di level Jawa Tengah. Secara keseluruhan, Kudus meraih juara umum dengan perolehan 4 piala pertama, 3 piala ketiga dan beberapa juara harapan.

Selain 2 piala pertama yang diraih Ma’Had Qudsiyyah, Kudus juga meraih juara pertama Seni Kriya Putri (Arina Zulfa: PP Yanabiul Ulum Warrahmah, Kota), dan juara pertama kaligrafi Hiasan Mushaf Al Qur’an Putri (Zakiyatul Amiroh: PP Miftahul Falah Cendono, Dawe).

Sedangkan Juara tiga diraih oleh M Izzul Aufa (PP Miftahul Falah Cendono, Dawe) dalam Seni Kaligrafi Hiasan Mushaf Al Qur’an Putra, M Imron Hamzah (Ma’had Ulumis Syar’i Yanbuul Qur’an Putra) dalam Seni Lukis Islami Putra, dan Ahmad Yusron (PP Darul Falah Jekulo) pada seni Kriya Putra. (*)

Prof Dur Berikan Kuliah Umum bagi Santri

QUDSIYYAH, KUDUS– Di sela-sela pembelajaran sekolah pagi dan pembelajaran di pesantren, Mahad Qudsiyyah Kudus mendatangkan Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph. D untuk menberikan kuliah umum kepada para santri, pada Ahad, 21 April 2013. Dalam kesempatan tersebut, Prof Dur, sapaan akrabnya, memberikan kiat-kiat dan motivasi belajar bagi santri.

Prof Dur, yang kini sebagai Kepala Litbang Kemenag RI, memberikan wacana terkait pembelajaran yang efektif yang bisa dilakukan para santri. “Santri harus terus aktif belajar tanpa menunggu perintah,” ungkapnya.

Salah bentuknya adalah dengan rajin membaca. “Saya sudah sering belajar di luar negeri. Kuncinya adalah, lembaga pendidikan yang baik adalah didukung dengan perpustakaan yang baik,” terangnya.

Di luar negeri, kenapa pendidikan mereka maju, karena perpustakaan mereka menjadi denyut nadi pendidikan. “Perpustakaan selalu ramai, menjadi pusat kajian. Tidak hanya siswanya, guru-guru dan dosennya selalu aktif. Perpustakaanya buka hingga jam sebelas atau dua belas malam setiap hari,” ceritanya panjang lebar.

Oleh karenanya, ia berulangkali berpesan kepada para santri untuk rajin membaca. Membaca kitab, membaca buku, koran dan sebagainya. “Kita harus praktikkan Iqr’a sebagai ayat pertama yang turun kepada umat Islam. Jangan terbalik, kita yang memiliki ajaran, tetapi orang lain yang mempraktikkanya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, tanya jawab dan diskusi antara Prof Dur dan para santri dilakukan dengan cara wajib menggunakan bahasa asing, yakni bahas Arab, bahasa Inggris atau bahasa Jawa Kromo Inggil. (*)