Teater Qudsiyyah Sukses Raih Terbaik Dua

QUDSIYYAH, KUDUS – Teater MA Qudsiyyah, Jangkar Bumi, sukses menempatkan diri meraih juara Terbaik Kedua pada Festival Teater Pelajar (FTP) Djarum Kudus tahun 2017. Torehan ini merupakan progres yang baik dalam capaian tiga tahun terakhir. Tahun 2015 kali pertama mengikuti FTP, teater ini kandas pada babak kualifikasi. Tahun berikutnya, 2016, teater Qudsiyyah, sukses masuk babak final dan meraih jura Terbaik ketiga, dan tahun 2017 ini, progresnya naik meraih juara Terbaik Kedua.

Pada babak final FTP yang digelar digelar di GOR Djarum Kaliputu, 24-26 November 2017, selaian meraih juara Terbaik Dua, juga meraih kelompok teater terfavorit dan meraih aktor utama terbaik (Afif Khairudin/peran Petruk) dan aktor pembantu terbaik (Muhammad Adnan Naufala Zhafir/Gareng).

Dengan disutradai oleh Nur Kholis dan mementaskan naskah yang berjudul “Petruk Dadi Ratu: Petruk Gugat” teater Qudsiyyah, Jangkar Bumi, sukses masuk lima besar dan meraih juara di babak final. Adapun terbaik pertama dimenangkan oleh juara bertahan, teater Apotik dari SM Duta Karya dan terbaik ketiga diraih oleh Teater Saka (SMK 2 Kudus). Pada tahun ini juga ada jura harapan yang masing-masing diraih oleh Teater Oscar (SMKNU 2 Hasyim Asy’ari 2 Karangamalang) dan harapan 2 Teater Studio One (SMA 1 Kudus).

Selain juara tingkat SLTA, FTP yang kali ini dengan dewan juri yang terdiri dari Inayah Wulandari (pegiat Teater), Sita Nursanti (pemain opera) dan Waryoto Giyok (Sutradara Teater) juga melakukan penilaian pada teater tingkat SLTP. Para pemenang dalam FTP kali ini adalah Teater Terbaik 1 tingkat SMP Teater Ukur (MTs NU Maslakul Huda Glagah Undaan), terbaik 2 Teater Bobot (SMP 1 Kudus), terbaik 3 Teater Essaka ((SMP 1 Kaliwungu) Harapan 1 Teater PR (MTs NU Nahdlatul Athfal). (Ilma/Kharis)

Teater Jangkar Bumi Masuk Lima Besar FTP 2017

QUDSIYYAH, KUDUS – Dengan mementaskan naskah yang berjudul “Petruk Dadi Ratu” teater Qudsiyyah, Jangkar Bumi, akhirnya masuk lima besar Festival Teater Pelajar Djarum Kudus tahun 2017. Dengan hasil ini, praktis teater Qudsiyyah menembus babak final dalam pagelaran kesenian tahunan tersebut.

Dari 13 peserta tingkat SLTA, Jangkar Bumi terpilih menjadi lima finalis yang akan beradu acting di tingkat final, yang akan digelar pada awal November mendatang di GOR Djarum Kaliputu Kudus.
Dari lima finalis tersebut, teater Qudsiyyah merupakan satu-satunya teater di MA yang berhasil lolos di babak final. Empat lainnya adalah teater Oscar, SMK NU Hasyim Asy’ari 2, Teater Saka, SMK 2 Kudus, teater Apotik, SMK Duta Karya, dan teater Studi One, SMA 1 Kudus.

Seleksi yang dilaksanakan oleh teater MA Qudsiyyah dilaksanakan pada Rabu, 25 Oktober 2017 di Gedung Muslimat Glantengan Kota Kudus sekitar pukul 09.00 pagi.

Adapun tingkat SLTP, empat kelompok teater masuk ke babak final. Keempat terater tersebut adalah tetar Bobot, SMP 1 Kudus, teater Essaka, SMP 1 Kaliwungu, teater Ukur, MTs NU Maslakul Falah, dan teater PR, MTs Nahdlatul Athfal. (Kharis)

TEATER QUDSIYYAH RAIH JUARA III FTP 2016

QUDSIYYAH, KUDUS – Kerja keras tim teater Jangkar Bumi MA Qudsiyyah Kudus memberikan hasil yang cukup apik. Setelah beberapa kali ikut serta dan tidak bisa masuk di babak final, kini Teater yang dibimibing oleh alumni Qudsiyyah, Miftah Ali dan Nor Kholis ini, mampu masuk di babak final dan merebut juara III dalam Festival Teater Pelajar tahun 2016.

Dalam pengumuman yang dibacakan oleh tiga dewan juri, yakni seorang pemain film, aktor panggung dan juga sutradara, Sha Ine Febriyanti, Agus “Kriwil” Syarofuddin, Aktor Teater Kudus dan Gunawan “Cindhil” Maryanto, awak teater Garasi Yogyakarta, teater Qudsiyyah dengan lakon berjudul “Ngaluamah” mampu mengungguli tiga kelompok terater SMA/MA lain yang juga tampil di babak final. Adapun kelompok terater yang meraih juara 2 adalah Teater Studio One, SMA 1 Kudus, dengan lakon “Calon Arang”, dan juara pertama diarih Teater Apotek, SMK Duta Karya dengan menampilkan naskah berjudul “Selat Pemisah”.

Festival Teater Pelajar 2016 dibagi ke dalam dua tahap, yakni babak seleksi dan final. Babak seleksi sudah diadakan di sekolah masing-masing, dari 31 Oktober hingga 9 November. Ada 37 pertunjukan teater pelajar peserta FTP. Sebanyak 11 teater pelajar tingkat SMP dan 26 teater pelajar tingkat SMA.

Kemudian, ada 9 teater pelajar teater terbaik yang lanjut ke babak final yag digelar pada Sabtu dan Ahad, 19 – 20 November 2016 mulai pukul 13.00 di GOR Djarum Kaliputu Kudus. Dengan mengadaptasi dongeng khas Indonesia, inilah para finalis Festival Teater Pelajar 2016 yang maju ke babak
final. Untuk tingkat SMP, antara lain: Teater Ukur – MTs NU Maslakul Falah dengan naskah Baru Klinting, Teater NSA – SMP 3 Satu Atap Gebog dengan The Legend of Malin Kundang, Teater Espero – SMP 2 Kudus dengan Jaka Tarub.

Sementara di tingkat SMA, finalisnya adalah Teater Studio One – SMA 1 Kudus dengan Calon Arang, Teater Ganesha – SMA 2 Kudus menampilkan Timun Mas, Teater Sate Madu – MAN 2 Kudus dengan Mbako Melayang, Teater Jangkar Bumi – MA NU Qudsiyyah dengan naskah Ngaluamah, Teater X-Miffa – SMK NU Miftahul Falah yang menampilkan Ande Ande Lumut dan Teater Apotek – SMK Duta Karya dengan naskah Selat Pemisah.

Adapun juara Kelompok tingkat SMP adalah terbaik 3, diraih oleh Teater Mts NU Maslakul Falah, terbaik 2, diraih oleh Teater Espero SMP 2 Kudus, dan terbaik 1, diraih oleh Teater SMP 3 Satu Atap. (Kharis)

QURBAN DAN BAKSOS DIMERIAHKAN TARI SUFI

QUDSIYYAH, KUDUS – Ada yang berbeda dalam kegiatan Qurban dan Baksos tahun ini. Kegiatan yang rutin digelar setiap Idul Adha oleh Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) ini digebyar dengan nuansa satu abad Qudsiyyah.
Acara yang dihelat selama tiga hari pada Kamis-Sabtu (23-25/09/2015) di lapangan Peganjaran Kudus ini memang menjadi bagian dari rangkaian gebyar satu abad Qudsiyyah Kudus yang puncaknya akan digelar pada Juli 2016 mendatang.

Berbagai acara turut memeriahkan acara utama Qurban dan Baksos ini, antara lain kegiatan bazar dan pameran oleh alumni dan Madrasah Qudsiyyah Kudus. Serta acara puncak pada peringatan ini adalah pengajian umum yang dimeriahkan dengan grup rebana Al Mubarok, Tari sufi serta dengan pembicara utama KH. Ahmad Asnawi Kudus.

IMG_7040Sebanyak empat penari sufi turut memeriahkan pembacaan maulid nabi Simtudduror dalam pengajian tersebut. Selain tari sufi yang menjadi banyak perhatian masyarakat adalah adanya pameran dan bazar dari produk dari alumni Qudsiyyah. Sebanyak 20 stan disiapkan untuk menampung pameran dan produk-produk dari alumni dan pemaran andalan dari Qudsiyyah sendiri.

Salah satu stand yang banyak menjadi tujuan adalah stand kaligrafi. Di sini di stand madrasah Qudsiyyah ini diberikan kaligrafi gratis penulisan nama dengan kaligrafi arab. Setiap pengunjung mendapatkan tulisan kaligrafi arab yang diberikan secara cuma-cuma dari karya para siswa dan santri Qudsiyyah yang menjadi andalan.

Ratusan masyarakat berbondong-bondong menyerbu stand ini. Selain stand kaligrafi juga yang menjadi andalan adalah stand falak. Di sini dipamerkan berbagai macam alat falak yang menjadi rujukan dan pameran, diantara theodolit untuk meneropong hilal dan sebagainya. Secara umum kegiatan ini sangat meriah dengan peserta kemah juga berasal dari sekitar 15 ambalan dari tamu undangan di sekolah MA/SMA sekitar.(*)

SUSUNAN DEWAN AMBALAN KHR ASNAWI

SUSUNAN DEWAN AMBALAN KHR ASNAWI GUDEP 01.161
PANGKALAN MADRASAH QUDSIYYAH KUDUS
MASA BHAKTI 2013-2014

Pradana : Ahmad Azam Khoiruddin
Kerani : Ahmad Aflahanal Halim
Juru Uang : Moh. Ali Rif’an
Pemangku Adat : Abdul Latif
Juru Gudang : Abdul Wahid Maulana
Evalitbang : Anggar Dwi Julianto
Agus Supriyadi
Tek. Pram : Muhammad Fathur Rozaq
Muhammad Bahrul Ulum
Operasional : Aniq A’iza’ul Azza
Miftahul Huda
Humas : Agus Riyanto