Qudsiyyah Putri Peringati Hari Kartini

QUDSIYYAH, KUDUS – Untuk pertama kalinya Qudsiyyah Putri mengadakan upacara hari Kartini yang bertepatan pada hari Sabtu 21 April 2018. Hal ini tak lain karena Qudsiyyah adalah madrasah dengan santri yang kesemuanya laki-laki sehingga tidak pernah mengadakan peringatan Hari Kartini. Setelah dibukanya Qudsiyyah Putri maka baru tahun inilah peringatan hari kartini dilaksanakan.

Dengan memakai sarung batik dan baju batik kangkung para santri sangat khidmah dalam mengikuti upacara tersebut. Dalam kesempatan ini ibu Lailatus Sa’diyah (waka humas) didaulat menjadi pembina upacara.

Dalam amanatnya, bu Laila menceritakan sejarah Kartini bahwa beliau adalah putri dari bupati jepara yang pada masa itu sangat prihatin dengan keadaan pendidikan di Indonesia. Wanita-wanita Indonesia dikekang dalam rumah sehingga kurang mendapatkan pendidikan baik pendidikan agama maupun umum. Kartini pernah berjumpa dengan Mbah Sholeh Darat semarang. Dalam perjumpaan itu beliau tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya dan meminta kepada Mbah sholeh Darat agar mau menerjemahkan Al Qur’an sehingga mudah dipahami oleh orang awam. Akhirnya permintaan itu dikabulkan oleh Mbah Sholeh Darat. Dalam terjemahan tersebut Kartini sempat membaca surat Al Baqarah ayat 257 khusunya ayat
يخرجهم من الظلمات الى النور

Sehingga ayat tersebut menginspirasi beliau untuk memberikan nama buku karya beliau “habis gelap terbitlah terang”
Buku itu merupakan kumpulan surat-surat beliau kepada temannya di Belanda mengenai keadaan wanita dan pendidikan di Indonesia.

Sebelum upacara ditutup tidak lupa santri-santri menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini” lagu wajib yang selalu dinyanyikan pada upacara hari Kartini. Semoga dengan peringatan hari kartini santri-santri Qudsiyyah Putri bisa meneladani perjuangan beliau. (Isbah)

Pendaftaran Santri Baru Qudsiyyah Dibuka Hingga 7 Juni 2018

QUDSIYYAH, KUDUS  –  Pendaftaran santri baru Qudsiyyah Kudus baik putra dan putri tahun 2018/2019 telah dibuka.  Secara resmi pendaftaran dan sekaligus tes seleksi bakal dilaksanakan pada 2 – 7 Juni 2018. Pada saat tanggal 2-7 Juni tersebut, pendaftaran santri baru dapat dilaksanakan dengan one day services, pendaftaran tes seleksi serta hasil seleksi dilakukan dalam satu hari . Sementara,  sebelum tanggal 2-7 Juni itu, pendaftaran bisa dilayani di kantor MTs Qudsiyyah, tetapi untuk tes seleksi serta hasil seleksi dapat dilakukan pada tanggal 2 – 7 Juni 2018.

 

Pada tahun 2018/2019 ini Qudsiyyah membuka 4 pendidikan formal dan 2 pendidikan non-formal. Keempat pendidikan formal tersebut masing-masing MI Qudsiyyah (khusus putra), MTs Qudsiyyah (putra), MTs Qudsiyyah (Putri) dan MA Qudsiyyah (khusus putra). Sedangkan dua pendidikan non formal adalah Ponpes Qudsiyyah Putra dan Ponpes Qudsiyyah putri yang masing-masing membuka jurusan Tahfid Qur’an dan jurusabn Fiqih (kitab).

 

Baca: Dua Jurusan Ponpes Qudsiyyah Putri Mulai Menerima Santri Baru

 

Adapun Persyaratan administrasi pendaftaran santri MI Qudsiyyah, M Ts Qudsiyyah (Putra) dan MA Qudsiyyah meliputi:

  • Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)
  • Menyerahkan uang infaq pengembangan madrasah sebesar Rp 1.800.000,- (Satu juta delapan ratus ribu rupiah)
  • Foto Copy Akte kelahiran sebanyak 1 lembar
  • Foto copy kartu keluarga (KK) sebanyak 1 lembar
  • Foto copy KIP/PKH/KPS (bagi yang memiliki)
  • Fotocopy ijazah terakhir dan SHUN (menyusul)
  • Semua persyaratan dimasukkan dalam stop map warna merah.

 

Adapun tes seleksi akan dilaksanakan pada saat pendaftaran tanggal 2-7 Juni 2018. Sedangkan materi tes yang diujikan meliputi Baca Al Qur’an, Nahwu Shorof dan membaca kitab kuning Taqrib (khusus tes masuk MA).

 

Sementara persyaratan pendaftaran santri Pondok Pesantren Qudsiyyah Putra adalah:

  • Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)
  • Foto Copy Akte kelahiran/Surat kenal lahir sebanyak 1 lembar
  • Foto copy kartu keluarga /KK sebanyak 1 lembar
  • Fotocopy ijazah terakhir dan SHUN (menyusul)
  • Semua persyaratan dimasukkan dalam stop map warna hijau.

 

Adapun tempat pendaftaran di Qudsiyyah disentralkan dalam satu tempat. Artinya, pendaftaran MI Qudsiyyah (putra), MTs Qudsiyyah (Putra), MTs Qudsiyyah (putri), MA Qudsiyyah (Putra), Pondok Pesantren Qudsiyyah putra dan Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri dalam satu tempat yang sama, yakni di Kantor MTs Qudsiyyah (Putra), Jl KHR Asnawi gang Kerjasan Kota Kudus (0291) 435938. Panitia pendaftaran yang yang bisa dihubungi antara lain H. Nurul Adlha (081325701326), Nailal Muna (08157735137).  Untuk brosur Pendaftran santri Baru Putra Qudsiyyah dapat diunduh di sini. (*)

 

 

Dua Jurusan Ponpes Qudsiyyah Putri Mulai Menerima Pendaftaran Santri Baru

QUDSIYYAH, KUDUS  –  Pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri  Kudus tahun 2018/2019 telah dibuka dengan membuka dua jurusan, Tahfidz Al Qur’an dan Fiqih (kitab). Secara resmi pendaftaran dan tes seleksi bakal dilaksanakan pada 2 – 7 Juni 2018, tetapi sebelum tanggal itu, pendaftaran bisa dilayani di kantor MTs Qudsiyyah.

 

Pesantren Qudsiyyah putri  merupakan lembaga pendidikan yang memadukan antara metode tradisional pesantren dan metode akademik dengan mengintegralkan aspek-aspek proses pendidikan formal sekolah mulai tingkat MTs.  Berada di Jl. Lambau No 1 Singocandi, kecamatan Kota kabupaten Kudus, pondok pesantren Qudsiyyah putri bersinergi dengan MTs Qudsiyyah Putri.

 

Baca: Pendaftaran Santri Baru Qudsiyyah dibuka Hingga 7 Juni 2018

 

Untuk pendaftaran di pondok pesantren, calon santri putri diwajibkan juga mendaftar di MTs Qudsiyyah putri terlebih dahulu.  Adapun Persyaratan pendaftaran santri MTs Qudsiyyah Putri meliputi:

 

  • Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)
  • Menyerahkan uang infaq pengembangan madrasah sebesar Rp 1.800.000,- (Satu juta delapan ratus ribu rupiah)
  • Foto Copy Akte kelahiran sebanyak 1 lembar
  • Foto copy kartu keluarga (KK) sebanyak 1 lembar
  • Foto copy KIP/PKH/KPS (bagi yang memiliki)
  • Fotocopy ijazah terakhir dan SHUN (menyusul)
  • Semua persyaratan dimasukkan dalam stop map warna hijau.

 

Sedangkan persyaratan pendaftaran santri Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri adalah:

 

  • Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)
  • Foto Copy Akte kelahiran/Surat kenal lahir sebanyak 1 lembar
  • Foto copy kartu keluarga /KK sebanyak 1 lembar
  • Fotocopy ijazah terakhir dan SHUN (menyusul)
  • Semua persyaratan dimasukkan dalam stop map warna hijau.

 

Informasi lengkap mengenai Ponpes Qudsiyyah Putri,  silakan menghubungi M. Isbah Kholili (085640605640) atau M. Khotibul Umam (085726212216). Untuk brosur pendaftaran Qudsiyyah Putri dapat didownload di sini.

 

Adapun tempat pendaftaran di Qudsiyyah disentralkan dalam satu tempat. Artinya, pendaftaran MI Qudsiyyah (putra), MTs Qudsiyyah (Putra), MTs Qudsiyyah (putri), MA Qudsiyyah (Putra), Pondok Pesantren Qudsiyyah putra dan Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri dalam satu tempat yang sama, yakni di Kantor MTs Qudsiyyah (Putra), Jl KHR Asnawi gang Kerjasan Kota Kudus (0291) 435938. Panitia pendaftaran yang yang bisa dihubungi antara lain H. Nurul Adlha (081325701326), Nailal Muna (08157735137). (*)

 

Maulid Nabi Pertama di Qudsiyyah Putri

QUDSIYYAH, SINGOCANDI – Qudsiyyah Putri yang baru berumur sekitar 6 bulan terus berupaya melahirkan generasi yang handal. Selain melalui kegiatan pembelajaran formal melalui kelas MTs dan nonformal melalui pondok pesantren, kegiatan ekstra kulikuler dan kegiatan peringatan hari besar juga rutin dilaksanakan.

Pada bulan kelahiran Nabi ini, Qudsiyyah putri melaksanakan peringatan Maulid pada, Sabtu pagi 27 Rabiul Awwal 1439/ 16 Desember 2017. Ini merupakan peringatan Maulid Nabi pertama yang diadakan oleh MTs Qudsiyyah Putri. Dalam kesempatan ini, grup Rebana Putri dari santri juga tampil dengan melantunkan beberapa lagu, diantaranya adalah lagu andalan peringatan maulid nabi yaitu “Keluarga Nabi” dengan lirik ‘kanjeng nabi Muhammad din lahirno ono ing Makkah” karya beliau Almaghfurlah KH Ma’ruf Irsyad.

Dalam peringatan kali ini MC menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris dengan susunan acara pembukaan,pembacaan ayat suci Al Quran dan sholawat asnawiyyah,pembacaan maulid Al Barzanji, sambutan dewan guru, Mauidloh hasanah serta doa penutup.

Dalam sambutan dewan guru, ibu Lailatus Sa’diyyah, S.Pd memberikan wejangan kepada santri putri agar senantiasa rajin belajar dan meniru akhlaq mulia Rasulullah SAW. Adapun mauidloh hasanah pertama diisi oleh kyai muda Qudsiyyah ust. Miftakhur Rohman,M.Pd pengarang lagu ‘ya saikhona’ yang sangat populer tersebut. Dalam mauidlohnya beliau banyak berpesan agar selalu meneladani Rosulullah saw dalam berbagai hal. Rosulullah merupakan uswatun hasanah yang harus diidolakan oleh umat islam. Sedangkan mauidloh hasanah kedua disampaikan olehsesepuh Qudsiyyah KH Fathur Rahman. Dalam penyampaiannya beliau menceritakan tentang sejarah nabi mulai beliau lahir sampai perkembangan Islam di tanah Jawa.

Di akhir acara diadakan pengumuman juara class meting yang dalam kesempatan kali ini juara umumnya adalah kelas 7 H. (Isbah/Kharis)

Qudsiyyah Putri Peringati HSN dengan Pembacaan Sholawat Nariyyah dan Nobar

QUDSIYYAH, KUDUS – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2017 kali ini sangat meriah. Banyak sekali kegiatan yang diselenggarakan baik oleh pemerintahan maupun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta banomnya. Untuk pertama kalinya, Qudsiyyah Putri tak mau kehilangan momentum dalam HSN tahun ini. Berbagai kegiatan diadakan untuk mengisi HSN sekaligus mengurangi kepenatan dalam kegiatan belajar mengajar santri. Diantaranya adalah pembacaan Sholawat Nariyah, upacara dan nonton bareng (nobar) film pesantren.

Qudsiyyah putri turut serta menjadi bagian dari program PBNU dalam “Pembacaan 1 milyar sholawat” yang bertepatan dengan HSN ini. Santri Qudsiyyah putri membaca Sholawat Nariyyah sebanyak 4444 sholawat yang telah terlaksana pada Sabtu malam (21/10/2017) ba’dal Maghrib. Pembacaan sholawat yang dalam riwayat lain bernama sholawat “Taziyyah” ini diharapkan menjadikan negara Indonesia aman dan terhindar dari marabahaya.

Tepat pada Ahad 22 Oktober 2017, pagi Qudsiyyah putri ikut berpartisipasi dalam apel bersama di alun-alun simpang tujuh Kudus, lengkap dengan seragam khas Qudsiyyah putri, yakni batik “kangkung” dengan bawahan putih dan kerudung putih.

Usai upacara, santri-santri mengikuti nobar film “Cahaya Cinta Pesantren” yang bertempat di Aula MTs Qudsiyyah Putri. Dalam pemutaran film tersebut santri-santri diberi tugas untuk menulis kesimpulan dan cerita singkatnya. Film yang berlatar pondok pesantren tersebut berhasil mengaduk emosi santri putri. Banyak dari mereka yang menangis dan histeris dengan cerita film yang disutradarai oleh Raymond Handaya ini.

Diharapkan, dengan adanya nobar ini, santri Qudsiyyah putri bisa termotivasi serta betah mondok, dan menjadi santri yang salaf, sholihah, dan mandiri. (Isbah/Kharis)