Maulid Nabi Pertama di Qudsiyyah Putri

QUDSIYYAH, SINGOCANDI – Qudsiyyah Putri yang baru berumur sekitar 6 bulan terus berupaya melahirkan generasi yang handal. Selain melalui kegiatan pembelajaran formal melalui kelas MTs dan nonformal melalui pondok pesantren, kegiatan ekstra kulikuler dan kegiatan peringatan hari besar juga rutin dilaksanakan.

Pada bulan kelahiran Nabi ini, Qudsiyyah putri melaksanakan peringatan Maulid pada, Sabtu pagi 27 Rabiul Awwal 1439/ 16 Desember 2017. Ini merupakan peringatan Maulid Nabi pertama yang diadakan oleh MTs Qudsiyyah Putri. Dalam kesempatan ini, grup Rebana Putri dari santri juga tampil dengan melantunkan beberapa lagu, diantaranya adalah lagu andalan peringatan maulid nabi yaitu “Keluarga Nabi” dengan lirik ‘kanjeng nabi Muhammad din lahirno ono ing Makkah” karya beliau Almaghfurlah KH Ma’ruf Irsyad.

Dalam peringatan kali ini MC menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris dengan susunan acara pembukaan,pembacaan ayat suci Al Quran dan sholawat asnawiyyah,pembacaan maulid Al Barzanji, sambutan dewan guru, Mauidloh hasanah serta doa penutup.

Dalam sambutan dewan guru, ibu Lailatus Sa’diyyah, S.Pd memberikan wejangan kepada santri putri agar senantiasa rajin belajar dan meniru akhlaq mulia Rasulullah SAW. Adapun mauidloh hasanah pertama diisi oleh kyai muda Qudsiyyah ust. Miftakhur Rohman,M.Pd pengarang lagu ‘ya saikhona’ yang sangat populer tersebut. Dalam mauidlohnya beliau banyak berpesan agar selalu meneladani Rosulullah saw dalam berbagai hal. Rosulullah merupakan uswatun hasanah yang harus diidolakan oleh umat islam. Sedangkan mauidloh hasanah kedua disampaikan olehsesepuh Qudsiyyah KH Fathur Rahman. Dalam penyampaiannya beliau menceritakan tentang sejarah nabi mulai beliau lahir sampai perkembangan Islam di tanah Jawa.

Di akhir acara diadakan pengumuman juara class meting yang dalam kesempatan kali ini juara umumnya adalah kelas 7 H. (Isbah/Kharis)

Qudsiyyah Putri Peringati HSN dengan Pembacaan Sholawat Nariyyah dan Nobar

QUDSIYYAH, KUDUS – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2017 kali ini sangat meriah. Banyak sekali kegiatan yang diselenggarakan baik oleh pemerintahan maupun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta banomnya. Untuk pertama kalinya, Qudsiyyah Putri tak mau kehilangan momentum dalam HSN tahun ini. Berbagai kegiatan diadakan untuk mengisi HSN sekaligus mengurangi kepenatan dalam kegiatan belajar mengajar santri. Diantaranya adalah pembacaan Sholawat Nariyah, upacara dan nonton bareng (nobar) film pesantren.

Qudsiyyah putri turut serta menjadi bagian dari program PBNU dalam “Pembacaan 1 milyar sholawat” yang bertepatan dengan HSN ini. Santri Qudsiyyah putri membaca Sholawat Nariyyah sebanyak 4444 sholawat yang telah terlaksana pada Sabtu malam (21/10/2017) ba’dal Maghrib. Pembacaan sholawat yang dalam riwayat lain bernama sholawat “Taziyyah” ini diharapkan menjadikan negara Indonesia aman dan terhindar dari marabahaya.

Tepat pada Ahad 22 Oktober 2017, pagi Qudsiyyah putri ikut berpartisipasi dalam apel bersama di alun-alun simpang tujuh Kudus, lengkap dengan seragam khas Qudsiyyah putri, yakni batik “kangkung” dengan bawahan putih dan kerudung putih.

Usai upacara, santri-santri mengikuti nobar film “Cahaya Cinta Pesantren” yang bertempat di Aula MTs Qudsiyyah Putri. Dalam pemutaran film tersebut santri-santri diberi tugas untuk menulis kesimpulan dan cerita singkatnya. Film yang berlatar pondok pesantren tersebut berhasil mengaduk emosi santri putri. Banyak dari mereka yang menangis dan histeris dengan cerita film yang disutradarai oleh Raymond Handaya ini.

Diharapkan, dengan adanya nobar ini, santri Qudsiyyah putri bisa termotivasi serta betah mondok, dan menjadi santri yang salaf, sholihah, dan mandiri. (Isbah/Kharis)