Qudsiyyah Putri Peringati Hari Kartini

QUDSIYYAH, KUDUS – Untuk pertama kalinya Qudsiyyah Putri mengadakan upacara hari Kartini yang bertepatan pada hari Sabtu 21 April 2018. Hal ini tak lain karena Qudsiyyah adalah madrasah dengan santri yang kesemuanya laki-laki sehingga tidak pernah mengadakan peringatan Hari Kartini. Setelah dibukanya Qudsiyyah Putri maka baru tahun inilah peringatan hari kartini dilaksanakan.

Dengan memakai sarung batik dan baju batik kangkung para santri sangat khidmah dalam mengikuti upacara tersebut. Dalam kesempatan ini ibu Lailatus Sa’diyah (waka humas) didaulat menjadi pembina upacara.

Dalam amanatnya, bu Laila menceritakan sejarah Kartini bahwa beliau adalah putri dari bupati jepara yang pada masa itu sangat prihatin dengan keadaan pendidikan di Indonesia. Wanita-wanita Indonesia dikekang dalam rumah sehingga kurang mendapatkan pendidikan baik pendidikan agama maupun umum. Kartini pernah berjumpa dengan Mbah Sholeh Darat semarang. Dalam perjumpaan itu beliau tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya dan meminta kepada Mbah sholeh Darat agar mau menerjemahkan Al Qur’an sehingga mudah dipahami oleh orang awam. Akhirnya permintaan itu dikabulkan oleh Mbah Sholeh Darat. Dalam terjemahan tersebut Kartini sempat membaca surat Al Baqarah ayat 257 khusunya ayat
يخرجهم من الظلمات الى النور

Sehingga ayat tersebut menginspirasi beliau untuk memberikan nama buku karya beliau “habis gelap terbitlah terang”
Buku itu merupakan kumpulan surat-surat beliau kepada temannya di Belanda mengenai keadaan wanita dan pendidikan di Indonesia.

Sebelum upacara ditutup tidak lupa santri-santri menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini” lagu wajib yang selalu dinyanyikan pada upacara hari Kartini. Semoga dengan peringatan hari kartini santri-santri Qudsiyyah Putri bisa meneladani perjuangan beliau. (Isbah)

SERBA-SERBI BULAN RAJAB

ALHAMDULILLAH umat Islam saat ini akan memasuki di salah satu bulan yang mulia dan memiliki kedudukan yang agung, yaitu Rajab yang jatuh pada hari Senin Pon, 19 Maret 2018 M/ 1 Rajab 1439 H. Bulan ini dilarang keras melakukan maksiat, serta diperintahkan bagi kita untuk beramal sholih. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram …” (QS. Al Maidah [95]: 2).

Ayat mulia ini menerangkan secara khusus keutamaan bulan-bulan haram, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan haram) adalah dzul qa’dah, dzul hijjah, rajab, dan muharam.

A. Pengertian Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dari tahun hijriyyah dan merupakan salah satu bulan haram (أحد الأشهر الحرم) seperti yang telah difirmankan Allah Ta’ala Azza Wa Jalla dalam Q.S Al-Taubah: 36 sebagai berikut:

يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa”

Ibnu Rajab mengatakan, Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perpuataran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab

Menurut Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya bahwasanya Allah mengkhususkan bulan-bulan haram untuk berdzikir dan mencegah perbuatan dholim. Bentuk larangan dibulan-bulan ini ditakwili dengan larangan untuk tidak berbuat aniaya pada diri sendiri sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.

Dari hadist Abu Bakar R.A yang terdapat dalam Shohih bukhori-muslim dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika berkutbah berkata:

إن الزمان قد استدار كهيئة يوم خلق الله السموات والأرض، السنة إثنا عشر شهرا منها أربعة حرم، ثلاثة متواليات ذو القعدة وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان.

Artinya: Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah berkata, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna:

1. Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

2. Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.”

Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.” Bahkan Ibnu ’Umar, Al Hasan Al Bashri dan Abu Ishaq As Sa’ibi melakukan puasa pada seluruh bulan haram, bukan hanya bulan Rajab atau salah satu dari bulan haram lainnya.

Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.”

B. Makna Rajab

Rojab itu dari kata رجب الرجل رجبا ‘menghormati seseorang dengan suatu kehormatan’. Dengan demikian kata رجبه –يرجبه-رجبا-رجوبا atau رجّبه- ترجّبه dan أرجبه semuanya semakna dengan kata هابه atau عظمه’memuliakan atau menghormati’. Sehingga kata مرجوب sama halnya dengan kata مهاب dan معظم yakni orang yang dihurmati atau dimuliakan.

Disebutkan bahwa bulan rajab memiliki 14 nama: syahrullah, rajab, rajab mudhir, munsholul asnah, ashom, munaffis, muthohhar, muqim, harm, muqosyqisy, mabri’, fard, al-ashob, dan mu’alla. Dan sebagian ulama’ menambahi lagi dengan nama rojam, munsholul aal (yang berarti perang) dan munajja’ul asnah.

Sebagian Ulama’ memaknai nama-nama bulan rajab di atas sebagai berikut:

1. Rajab (رجب) artinya kemuliaan karena bulan yang dimuliakan atau dihormati oleh orang-orang jahiliyyah.

2. Ashom (الأصم) artinya tuli karena dibulan mereka ini meninggalkan peperangan, tidak terdengar (tuli) gemerincingnya pedang dan suara minta tolong.

3. Ashob (الأصب) artinya turun/ curahan karena kafir makkah selalu mengatakan bahwasanya rahmat tercurah dan turun di bulan ini.

4. Rajm (رجم) artinya didalamnya Allah telah merajam musuh-musuhNya dan para syaiton.

5. Harm (هرم) artinya tua karena kemuliaan bulan ini abadi/kuno dari zaman mudhar bin nizar bin mu’ad bin adnan.

6. Muqim (المقيم) artinya tetap karena kemuliaan bulan ini tetap tidak berubah hal ini disebabkan karena bulan ini merupakan salah satu bulan haram.

7. Mu’alla (المعلى) artinya yang tinggi karena tingginya kedudukan bulan rajab diantara bulan-bulan lainya.

8. Munsholul asnah (منصل الأسنة) disebutkan oleh Al-Bukhary dari Abi Raja’ al-Athordi.

9. Munshollul aall (منصل الآل) yang artinya perang.

10. Al-Mabri’ (المبريء) artinya terbebas karena dalam bulan ini terbebas dari peperangan dan terbebas dari kedholiman dan kemunafikan.

11. Muqosyqisy (المقشقش) artinya penyembuh karena bulan ini menyembuhkan penyakit kejahiliyyahan berupa peperangan.

12. Syahrul atiirah (شهر العتيرة) artinya bulan penyembelihan karena mereka menyembelih sesembelihan mereka yang dinamai dengan rajabiyyah yang dinisbatkan kepada bulan rajab.

13. Rajab mudhir (رجب مضر) artinya nama qobilah arab yang di masa jahiliyyah tidak mengutak-atik bulan-bulan haram tersebut. Mudhir sendiri berarti pekak atau cacat. Allah Swt. berfirman : “Hai bulan-Ku, apakah mereka mencintai dan memuliakanmu? Maka diamlah Rajab, hingga ditanya dua tiga kali, kemudian jawabnya : “Ya Tuhan, Engkaulah yang pandai merahasiakan segala cacad dan cela, dan Engkau pula yang menyuruh makhluk-Mu supaya merahasiakannya pada orang lain. Itulah sebabnya Rasul-Mu menyebutku “pekak”, aku semata hanya mendengar kebaktian mereka, ketaatan, dan kebaikan mereka, lain tidak”. Selanjutnya Allah berfirman : “Engkau bulan-Ku yang pandai menyimpan cacad dan pekak, hamba-hambaKu yang ber’aib, Aku terima mereka berikut aib/cacadnya berkat kehormatanmu seperti halnya aku terima kamu berikut aib/cacadmu. Aku mengampuni mereka sebab menyesali dosa mereka satu kali dalam bulan Rajab, dan dalam bulan itu pula, Aku tiada mencatat kemaksiatan mereka”

Kata Rajab terdiri dari 3 huruf, Ra’, Jim dan Ba’, masing-masing berarti : Rahmatullah, Jirmil abdi dan Birullah Ta’aalaa, yang seolah-olah dikatakan : “Hai hamba-Ku, Kujadilan dosa-dosa dan kebaikanmu diliput dengan rahmat-Ku, maka tiada tetap dosa-dosamu berkat kemulian bulan Rajab”.

C. Keutamaan Bulan Rajab

Telah dijelaskan dimuka bahwa Bulan Rajab, ia merupakan salah satu dari bulan haram. Di mana bulan haram ini adalah bulan yang dimuliakan. Bulan ini adalah yang dilarang keras melakukan maksiat, serta diperintahkan bagi kita untuk beramal sholih. Adapun keutamaan-keutamaan bulan ini sebagai berikut:

1. Bulan Penuh Berkah

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: كان رسول الله إذا دخل رجب قال: “اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان”

Dari Anas bin Malik R.A berkata: ketika memasuki bulan Rajab Rosulullah berdoa “Ya Robb berkahilah kita di dalam bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikankah kita ke bulan Ramadhan.

2. Bulan Dimuliakannya Kebaikan

عن أنس بن مالك –رضي الله عنه- قال: قيل : يارسول الله لم سمي رجب؟ قال لأنه يترجب فيه خير كثير لشعبان ورمضان

Dari Anas bin Malik R.A berkata: disebutkan bahwa salah satu sahabat bertanya ‘Ya Rasulallah kenapa dinamakan rajab?’, Rasulullah SAW menjawab: ia dinamakan rajab karena didalamya seluruh amal kebaikan dimuliakan untuk menyambut bulan Sya’ban dan Romandhon.

3. Kenikmatan Meninggal Dengan Husnul Khotimah Tanpa Gangguan Syaitan

قال النبي صلى الله عليه وسلم: إن أردتم الراحة وقت الموت من العطش والخروج مع الإيمان والنجاة من الشيطان فاحترموا هذه الشهور كلها بكثرة الصيام والندم على ما سلف من الأثام واذكروا خالق الأنام تدخلوا جنة ربكم بسلام.

Nabi bersabda: jika kamu sekalian ingin mendapatkan kenikmatan saat waktu kematian menjemput, membawa iman saat nyawa keluar dan terhindar dari godaan syaitan, maka sebaiknya muliakanlah bulan-bulan haram dengan banyak berpuasa, melakukan taubat dari dosa yang pernah dilakukan dan berdzikirlah kepada penyiptamu. Lalu masukkah surge dengan aman dan selamat.

4. Perumpaan Rajab seperti Al-Qur’an dari kalam-kalam Allah yang lain

عن النبي صلى الله عليه وسلم: فضل رجب على سائر الشهور كفضل القرآن على سائر الكلام.

Nabi Muhammad SAW bersabda: keutamaan bulan Rajab dari bulan-bulan yang lain seperti keutamaan Al-Qur’an dari kalam-kalam Allah yang lain.

5. Bulan Istighfar dan Bulannya Allah

وقال علي رضي الله عنه قال النبي عليه الصلاة والسلام: أكثروا من الإستغفار في شهر رجب فإن لله تعالى في كل سعة منه عتقا من النار وإن لله مدائن لا يدخلها إلا من صام رجب.

Ali RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda: perbanyaklah beristighfar di bulan Rajab karena Allah dibulan ini lapang untuk pembebasan dari neraka dan Allah memiliki beberapa kota di surga, tidak ada seseorang yang bisa masuk ke dalamnya malainkan orang yang mau puasa rajab.

وعن ابن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من قال في رجب وشعبان ورمضان فيما بين الظهر والعصر أستغفر الله العظيم لآاله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه توبة عبد ظالم لا يمسك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا، أوحى الله تعالى إلى الملكين أحرقوا كتاب سيئاته من ديوان صحيفته.

Dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW bersabda: siapa saja yang antara waktu dhuhur dan ashar di bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadlan berdoa : أَسْتَغْفِرُ الله العَظِيْمْ لآاِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيّ القيّوم وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُوْرًا, maka Allah akan mengutus dua malaikan untuk membakar buku catatan amal buruknya.

قال العلماء: رجب شهر الاستغفار وشعبان شهر الصلاة على النبي المختار صلى الله عليه وسلم ورمضان شهر القرآن.

Ulama’ berkata: bulan Rajab itu bulan istighfar, sya’ban bulan sholawat kepada Nabi Muhammad dan Romadlan adalah bulan untuk membaca Al-Qur’an.

قال رسول الله صلى عليه وسلم رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي.

Rasulullah SAW bersabda: bulan Rajab itu bulannya Allah, bulan Sya’ban bulanku dan bulan Romadlon adalah bulan untuk ummatku

6. Ganjaran air rajab

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: رأيت ليلة المعراج نهرا ماءوه أحلى من العسل وأبرد من الثلج وأطيب من المسك، فقلت لجبراءيل لمن هذا؟ قال لمن صلى عليك في رجب.

Artinya: Nabi Muhammad Bersabda: Aku melihat ketika malam Mi’roj sebuah sungai yang airnya manis melebihi manisnya madu, dinginnya melebihi dinginnya salju, wanginya melebihi wanginya minyak misik. Kemudian aku bertanya kepada Malaikat Jibril: untuk siapa sungai itu wahai Jibril. Malaikat Jibril menjawab: sungai itu diperuntukkan orang yang bersholawat kepadamu di bulan Rajab.

قال عليه الصلاة والسلام “إن في الجنة نهرا يقال له رجب أشد بياضا من اللبن وأحلى من العسل من صام يوما من رجب سقاه الله من ذلك النهر.

Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamai dengan sungai rajab yang sangat putih melebihi susu dan lebih manid daripada madu. Barang siapa puasa di hari itu sekali saja maka Allah akan memberi minuman orang tadi dari air sungai tadi.

7. Nilai puasa di bulan ini dibawah nilai puasa Ramadhan

عن أبي هريرة-رضي الله عنه- أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يتم صوم شهر بعد شهر رمضان إلا رجب وشعبان

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rosulullah SAW tidak pernah menyempurnakan puasanya 1 bulan penuh setelah Ramadlan melainkan kacuali bulan Rajan dan Sya’ban.

8. Puasa 1 hari sebanding puasa 1 bulan

عن ابن عباس –رضي الله عنهما- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من صام يوما من شهر حرام، كتب الله له بكل يوم شهرا، ومن صام أيام العشر، كان له بكل يوم حسنة.

Dari Ibnu Abbas R.A berkata: jika Rasulullah pernah berkata: barang siapa puasa sehari dibulan haram, Allah mencatatnya sama seperti puasa 1 bulan dan barang siapa puasa 10 hari maka tiap hari baginya suatu kebaikan.

9. Pahala Menghidupkan Malam Pertama, seperti menghidupkan hati yang mati, kembali ke fitrah, dapat menolong 70 ribu ahli dosa dan dapat nikmat surga.

روي عن النبي عليه الصلاة والسلام أنه قال “من أحيا أول ليلة من رجب لم يمت قلبه إذا ماتت القلوب وصب الله الخير من فوق رأسه صبا وخرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه ويشفع لسبعين ألفا من أهل الخطايا قد استوجبوا النار”

Diriwayatkan dari Nabi orang yang menghidupkan malam pertama bulan Rajab, tidak akan mati hatinya tatkala banyak hati yang telah mati, Allah akan melimpahkan kebaikan kepadanya, dikeluarkan dosa-dosanya seperti layaknya dia dilahirkan oleh ibunya (kembali suci) dan dapat member syafaat (pertolongan kepada 70.000 ahli dosa.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من أحيا ليلة رجب، وصام يومها، أطعمه الله من ثمار الجنة، وكساه من خضر الجنة، وسقاه من الرحيق المختوم.

Nabi Muhammad SAW bersabda: barang siapa menghidupkan malam rajab dan paginya ia berpuasa, maka Allah kelak akan memberikan makan ia berupa buah-buahan dari surga, memakaikan pakaian dari pakaian surga dan memberi minuman nectar yang tiada bandinganya nikmatnya.

10. Bulan haram yang telah tercatat namanya di langit ke tujuh

عن أبي سعيد الخدري-رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: رجب من شهور الحرم، وأيامه مكتوبة على أبواب السماء السادسة، فإذا صام الرجل منه يوما وجرد صومه لتقوى الله، نطق الباب ونطق اليوم، قالا: يارب، اغفر له، وإذا لم يتم صومه بتقوى الله، لم يستغفر، قال أو قيل خدعتك نفسك.

Dari Abi Sa’id al-Khudry R.A berkata: bahwa Rasulullah SAW telah berkata: bulan Rajab itu merupakan salah satu dari bulan-bulan haram, dan hari-harinya telah tercatat di pintu-pintu langit ke tujuh. Maka tatkala seseorang berpuasa sehari murni karena takwanya kepada Allah, maka pintu dan hari itu akan berdoa kepada Allah: Ya Tuhanku, ampunilah dia. Dan tatkala ia tidak bisa menyempurnakan puasanya maka jangan ampuni.

11. Keutamaan berpuasa separuh awal bulan Rajab

عن النبي ص م أنه قال: ألا إن رجب شهر الله الأصم فمن صام منه يوما إيمانا واحتسابا استوجب عليه رضوان الله الأكبر. ومن صام يومين لا يصف الواصفون من أهل السماء والأرض ماله عند الله من الكرامة. ومن صام ثلاثة أيام عوفي من كل بلاء الدنيا وعذاب الأخرة والجنون والجذام والبرص ومن فتنة الدجال. ومن صام سبعة أيام غلقة عنه سبعة أبواب جهنم. ومن صام ثمانية أيام فتحة له ثمانية أبواب الجنة. ومن صام عشرة أيام لم يسأل من الله شيءا إلا أعطاه إياه. ومن صام خمسة عشرة يوما غفر الله تعالى ذنوبه ماتقدم وبدله بسيءاته حسنات. ومن زاد زاد الله أجره.

Nabi SAW bersabda: Ingatkah sesungguhnya bukan Rajab adalah bulan Allah yang Mulia. Barang siapa yang berpuasa dengan Iman dan Ikhkas 1 hari di bulan Rajab, maka dia berhak mendaoat Ridlo Allah yng Maha Besar. Barang siapa berpuasa 2 hari di bulan Rajab, tiada sifat yang diberikan oleh penduduk langit dan bumi, kecuali baginya diberi Karomah oleh Allah.

Barang siapa puasa 3 hari di bulan Rajab, maka ia di jaga dari setiap balak dunia, suksa akhirat, penyakit gila, ayan, lepra, koreng, dan dari finah dajjal. Barang siapa berpuasa 7 hari di bulan Rajab, ditutuplah baginya 7 pintu Neraka Jahannam. Barang siapa berpuasa 8 hari di bulan Rajab, maka dibukalah baginyab 8 pintu Surga. Barang siapa berpuasa 10 hari di bulan Rajab, maka dia tidak usah minta sudah langsung diberi oleh Allah semua yang ia inginkan. Barang siapa berpuasa 15 hari di bulan Rajab, seluruh dosanya yang sudah kewat diampuni oleh Allah, dan kejelekannya diganti dengan kebaikan. Dan yang puasanya ditambah lebih dari 15 hari, maka Allah akan menambah juga ganjarannya.

12. Adanya Kaffarat

عن ابن عباس –رضي الله عنهما- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: صوم يوم من رجب كفارة ثلاث سنين، والثاني كفارة سنتين، والثالث كفارة سنة، ثم كل يوم شهر.

Dari Ibnu Abbas R.A berkata: bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: puasa hari pertama di bulan Rajab merupakan kaffarat 3 tahun, puasa hari ke dua sama seperti kaffarat 2 tahun, dan puasa ke 3 hari merupakan kaffarat 1 tahun. Kemudian hari-hari berikutnya kaffaratnya adalah 1 bulan.

13. Rahasia malam ke 10 di bulan Rajab

عن قيس بن عباد، في قوله تعالى: (إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ) هذه الأربعة أشهر الحرم، كلها في يوم عاشر منها أمر: أما المحرم فاليوم العاشر من عاشوراء، وأما ذو الحجة فاليوم العاشر منه يوم النحر، وأما رجب فاليوم العاشر منه يمحو الله ما يشاء ويثبت، وعنده أم الكتاب، ونسيت ما في ذي القعدة.

Dari Qoisy bin Ibad, dalam firman Allah SWT ayat 36 surat al-Taubah: (Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu dia menciptakan langit dan bumi, diantara empat bulan haram) empat bulan yang disebutkan dalam ayat ini saat hari yang ke-10 punya perkara masing-masing. Hari ke 10 bulan Muharram merupakan hari asyuro. Hari ke-10 bulan dzul hijjah merupakan hari Qurban. Adapun hari ke-10 bulan Rajab, Allah menghapus apapun yang Ia hendaki dan Ia tetapkan.

14. Penamaan bulan karena kemuliaanya

عن ابن عباس – رضي الله عنهما- أن يهوديا أتاه، فقال: يا ابن عباس إني أريد أن أسألك عن أشياء، إن أنت أخبرتني بتأويلها فأنت ابن عباس، قال: وما هي؟ قال : عن رجب لم سمي رجب؟ وعن شعبان لم سمي شعبان؟

قال : أما رجب، فإنه يترجب فيه خير كثير لشعبان وسمي أصم لأن الملائكة تصم أذانها لشدة ارتفاع أصواتها بالتسبيح والتقديس.

Dari Ibnu Abbas R.A Sesungguhnya ssorang yahudi mendatanginyad dan berkata: wahai Ibnu Abbas sesungguhnya aku ingin bertanya padamu, beritahu aku tentang takwilan sesuatu. Lalu Ibnu Abbas bertanya: apa itu? Tentang bulan Rajab kenapa dinamakan demikian? Tanya kembali orang yahudi tersebut.

Lalu dijawab oleh Ibnu Abbas: Rajab di namakan Rajab untuk memuliakan kemuliaan di dalamnya dan dinamakan Ashom karena malaikat tuli kupingnya lantaran kerasnya tasbih dan pentasbihan di bulan tersebut.

15. Pahala puasa hari kamis, jumu’ah dan sabtu di bulan haram

عن أنس بن مالك –رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من صام ثلاثة أيام من كل شهر حرام –الخميس والجمعة والسبت- كتب له عبادة سبع مئة سنة”

Dari Anas bin Malik R.A berkata: jika Rosulullah telah bersabda: siapa saja yang berpuasa 3 hari dibulan haram –kamis, jumuah dan sabtu- maka Allah akan mencatat baginya seperti beribadah 700 tahun.

16. Penamaan bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan

عن عروة، قال : قال عبد الله بن عمر –رضي الله عنهما- إنما سمي شهر رمضان لأنه يرض فيه الذنوب رضا، وإنما سمي شوال لأنه يشول الذنوب كما تشول الناقة ذنبها، وإنما سمي شعبان لأن الأرزاق تشعب فيه، وإنما سمي رجب، لأن الملائكة ترجب فيه بالتسبيح والتحميد والتمجيد للجبار عز وجل، وكان ابن عباس رضي الله عنهما يقول: يوم الفطر يوم الجوائز.

Dari Urwah berkata bahwa Abdullah bin Umar berkat: Sesungguhnya Romadhon dinamakan Romadhon karena di bulan ini penuh dengan tumbukan (peleburan) dosa. Dinamakan Syawal karena dosa-dosa pada bulan ini terangkat seperi terangkatnya sebuah bisul. Dinamakan Sya’ban karena rizqi dibulan ini tersebar. Dan dinamai Rajab karena malaikat pada bulan ini memuliakan (Sang Maha Perkasa) Allah dengan tasbih, tahmid, dan tajmid.

17. Salah satu dari 5 malam mustajab

قال صلى الله عليه وسلم: خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة: أول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر، وليلة النحر.

Rasulullah SAW bersabda : “Ada lima malam yang do’a tidak ditolak (oleh Allah SWT) : Malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, malam Jum’at, malam hari Raya ‘Idul Fitri, dan malam Hari Raya ‘Idul Adha.

18. Puasa 1 hari di tanggal 27 rajab : puasa 60 bulan

عن أبي هريرة –رضي الله عنه- قال: من صام يوم سبعة وعشرين من رجب كتب الله له صيام ستين شهرا، وهو اليوم الذي هبط فيه جبريل –عليه السلام- على النبي صلى الله عليه وسلم بالرسالة.

Dari Abu Hurairah R.A berkata: bahwa Nabi pernah bersabda: barang siapa yang puasa di hari ke 27 dari bulan Rajab Allah akan mencatat baginya seperti puasa 60 bulan, karena hari itu merupakan hari dimana malaikat Jibril turun dengan membawa sebuah risalah melakukan isra’-mi’raj.

19. Orang yang mencari keutamaan di dalamnya akan terkabul apapun dihajatkan

عن جابر بن عبد الله –رضي الله عنه- قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من بلغه عن الله شيء فيه فضيلة، فأخذ به إيمانا بالله ورجاء ثوابه، أعطاه الله ذلك، وإن لم يكن كذلك”

Dari Jabir bin Abdillah R.A berkata: Nabi bersabda: barang siapa yang menyapaikan fadhilah tentang bulan Rajab dan ia iman kepada Allah serta mengharapkan pahala, maka Allah akan memberikanya apa yang ia hendaki, jika tidak Allah akan mengganti hal yang sama dengan apa yang ia hendaki.

D. Amalan-amalan di Bulan Rajab

Bertolak dari keutamaan-keutamaan bulan Rajab yang disebutkan di beberapa hadist di atas mengindikasikan betapa mulianya dan utamanya bulan ini. Bulan yang merupakan kunci dari munculnya beberapa keberkahan dan keutamaan. Dikatakan oleh Abu Bakar al-Warroq dengan qoul sebagai berikut:

شهر رجب شهر للزرع وشعبان شهر السقي للزرع ورمضان شهر حصاد الزرع.

Artinya: bulan Rajab merupakan bulan untuk menanam, bulan Sya;ban bulan untuk pengairan dan bulan Ramadlan merupakan bulan untuk menuai hasil tanaman.

Senada dengan apa yang diucapkan oleh Abu Bakar al-Warroq perumpaan ketiga bulan ini diumpamanakan dengan proses pembentukan hujan seperti qoul ulama’:

مثل شهر رجب مثل الريح ومثل شعبان مثل الغيم ومثل رمضان مثل القطر

Artinya: perumpaan bulan Rajab seperti angina; perumpaan bulan Sya’ban seperti mendung dan perumpaan Romadhon seperti hujan.

Oleh karena banyaknya kemuliaan di bulan ini, mari kita sebagai umat Muhammad, memaksimalkan sunah-sunah yang ada dengan semaksimal mungkin. Adapun Amaliyah yang penulis (Mohammad Bahauddin) anjurkan untuk diamalkan sebagai berikut:

1. Puasa

a. Puasa sekali di bulan rajab

عن ابن عباس –رضي الله عنهما- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من صام يوما من شهر حرام، كتب الله له بكل يوم شهرا، ومن صام أيام العشر، كان له بكل يوم حسنة.

Dari Ibnu Abbas R.A berkata: jika Rasulullah pernah berkata: barang siapa puasa sehari dibulan haram, Allah mencatatnya sama seperti puasa 1 bulan dan barang siapa puasa 10 hari maka tiap hari baginya suatu kebaikan.

عن أبي سعيد الخدري-رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: رجب من شهور الحرم، وأيامه مكتوبة على أبواب السماء السادسة، فإذا صام الرجل منه يوما وجرد صومه لتقوى الله، نطق الباب ونطق اليوم، قالا: يارب، اغفر له، وإذا لم يتم صومه بتقوى الله، لم يستغفر، قال أو قيل خدعتك نفسك.

Dari Abi Sa’id al-Khudry R.A berkata: bahwa Rasulullah SAW telah berkata: bulan Rajab itu merupakan salah satu dari bulan-bulan haram, dan hari-harinya telah tercatat di pintu-pintu langit ke tujuh. Maka tatkala seseorang berpuasa sehari murni karena takwanya kepada Allah, maka pintu dan hari itu akan berdoa kepada Allah: Ya Tuhanku, ampunilah dia. Dan tatkala ia tidak bisa menyempurnakan puasanya maka jangan ampuni.

b. Puasa di hari-hari pertama bulan Rajab

عن ابن عباس –رضي الله عنهما- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: صوم يوم من رجب كفارة ثلاث سنين، والثاني كفارة سنتين، والثالث كفارة سنة، ثم كل يوم شهر.

Dari Ibnu Abbas R.A berkata: bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: puasa hari pertama di bulan Rajab merupakan kaffarat 3 tahun, puasa hari ke dua sama seperti kaffarat 2 tahun, dan puasa ke 3 hari merupakan kaffarat 1 tahun. Kemudian hari-hari berikutnya kaffaratnya adalah 1 bulan.

c. Puasa 15 awal di bulan Rajab

عن النبي ص م أنه قال: ألا إن رجب شهر الله الأصم فمن صام منه يوما إيمانا واحتسابا استوجب عليه رضوان الله الأكبر. ومن صام يومين لا يصف الواصفون من أهل السماء والأرض ماله عند الله من الكرامة. ومن صام ثلاثة أيام عوفي من كل بلاء الدنيا وعذاب الأخرة والجنون والجذام والبرص ومن فتنة الدجال. ومن صام سبعة أيام غلقة عنه سبعة أبواب جهنم. ومن صام ثمانية أيام فتحة له ثمانية أبواب الجنة. ومن صام عشرة أيام لم يسأل من الله شيءا إلا أعطاه إياه. ومن صام خمسة عشرة يوما غفر الله تعالى ذنوبه ماتقدم وبدله بسيءاته حسنات. ومن زاد زاد الله أجره.

Nabi SAW bersabda: Ingatkah sesungguhnya bukan Rajab adalah bulan Allah yang Mulia. Barang siapa yang berpuasa dengan Iman dan Ikhkas 1 hari di bulan Rajab, maka dia berhak mendaoat Ridlo Allah yng Maha Besar. Barang siapa berpuasa 2 hari di bulan Rajab, tiada sifat yang diberikan oleh penduduk langit dan bumi, kecuali baginya diberi Karomah oleh Allah. Barang siapa puasa 3 hari di bulan Rajab, maka ia di jaga dari setiap balak dunia, suksa akhirat, penyakit gila, ayan, lepra, koreng, dan dari finah dajjal. Barang siapa berpuasa 7 hari di bulan Rajab, ditutuplah baginya 7 pintu Neraka Jahannam. Barang siapa berpuasa 8 hari di bulan Rajab, maka dibukalah baginyab 8 pintu Surga. Barang siapa berpuasa 10 hari di bulan Rajab, maka dia tidak usah minta sudah langsung diberi oleh Allah semua yang ia inginkan. Barang siapa berpuasa 15 hari di bulan Rajab, seluruh dosanya yang sudah kewat diampuni oleh Allah, dan kejelekannya diganti dengan kebaikan. Dan yang puasanya ditambah lebih dari 15 hari, maka Allah akan menambah juga ganjarannya.

d. Puasa di hari 27 bulan Rajab

عن أبي هريرة –رضي الله عنه- قال: من صام يوم سبعة وعشرين من رجب كتب الله له صيام ستين شهرا، وهو اليوم الذي هبط فيه جبريل –عليه السلام- على النبي صلى الله عليه وسلم بالرسالة.

Dari Abu Hurairah R.A berkata: bahwa Nabi pernah bersabda: barang siapa yang puasa di hari ke 27 dari bulan Rajab Allah akan mencatat baginya seperti puasa 60 tahun, karena hari itu merupakan hari dimana malaikat Jibril turun dengan membawa sebuah risalah melakukan isra’-mi’raj.

e. Puasa Hari Kamis, Jumuah dan Sabtu di bulan Rajab

عن أنس بن مالك –رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من صام ثلاثة أيام من كل شهر حرام –الخميس والجمعة والسبت- كتب له عبادة سبع مئة سنة”

Dari Anas bin Malik R.A berkata: jika Rosulullah telah bersabda: siapa saja yang berpuasa 3 hari dibulan haram –kamis, jumuah dan sabtu- maka Allah akan mencatat baginya seperti beribadah 700 tahun.

f. Puasa penuh (banyak berpuasa) di bulan Rajab

قال النبي صلى الله عليه وسلم: إن أردتم الراحة وقت الموت من العطش والخروج مع الإيمان والنجاة من الشيطان فاحترموا هذه الشهور كلها بكثرة الصيام والندم على ما سلف من الأثام واذكروا خالق الأنام تدخلوا جنة ربكم بسلام.

Nabi bersabda: jika kamu sekalian ingin mendapatkan kenikmatan saat waktu kematian menjemput, membawa iman saat nyawa keluar dan terhindar dari godaan syaitan, maka sebaiknya muliakanlah bulan-bulan haram dengan banyak berpuasa, melakukan taubat dari dosa yang pernah dilakukan dan berdzikirlah kepada penyiptamu. Lalu masukkah surga dengan aman dan selamat.

عن أبي هريرة-رضي الله عنه- أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يتم صوم شهر بعد شهر رمضان إلا رجب وشعبان

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rosulullah SAW tidak pernah menyempurnakan puasanya 1 bulan penuh setelah Ramadlan melainkan kacuali bulan Rajan dan Sya’ban.

2. Beristighfar

وقال علي رضي الله عنه قال النبي عليه الصلاة والسلام: أكثروا من الإستغفار في شهر رجب فإن لله تعالى في كل سعة منه عتقا من النار وإن لله مدائن لا يدخلها إلا من صام رجب.
Ali RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda: perbanyaklah beristighfar di bulan Rajab karena Allah dibulan ini lapang untuk pembebasan dari neraka dan Allah memiliki beberapa kota di surga, tidak ada seseorang yang bisa masuk ke dalamnya malainkan orang yang mau puasa rajab.

قال العلماء: رجب شهر الاستغفار وشعبان شهر الصلاة على النبي المختار صلى الله عليه وسلم ورمضان شهر القرآن.

Ulama’ berkata: bulan Rajab itu bulan istighfar, sya’ban bulan sholawat kepada Nabi Muhammad dan Romadlan adalah bulan untuk membaca Al-Qur’an.

وعن ابن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من قال في رجب وشعبان ورمضان فيما بين الظهر والعصر أستغفر الله العظيم لآاله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه توبة عبد ظالم لا يمسك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا، أوحى الله تعالى إلى الملكين أحرقوا كتاب سيئاته من ديوان صحيفته.

Dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW bersabda: siapa saja yang antara waktu dhuhur dan ashar di bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadlan berdoa : أَسْتَغْفِرُ الله العَظِيْمْ لآاِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيّ القيّوم وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُوْرًا, maka Allah akan mengutus dua malaikan untuk membakar buku catatan amal buruknya.

Dan orang yang membaca “اللهم اغفر لي وارحمني وتوب علي” sebanyak 70 kali diwaktu subuh dan menjelang sore di Bulan Rajab, maka kelak orang itu tak akan dikenai api neraka. Berikut hujjahnya:

ان من استغفر الله في رجب بالغداة والعشي يرفع يديه ويقول اللهم اغفر لي وارحمني وتوب علي سبعين مرة لم تمس النار جلدا.

Selain dua istighfar di atas penulis juga menambahkan 2 istighfar. Pertama istighfar ijazah dari habib Hasan bin Abdillah al-Haddad, berikut teks istighfarnya:

بسم الله الرحمن الرحيم، وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم، أستغفر الله (ثلاثا)، وأتوب إلى الله مما يكره الله قولا وفعلا، وخاطرًا، وباطنا وظاهرا، أستغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحيَّ القيومَ وأتوب إليه، اللهم إني أستغفرك لما قدّمتُ وما أخرت، وما أسررت وما أعلنت، وما أنت أعلم به مني، أنت المقدِّم وأنت المؤَخّر، وأنت على كل شيء قديرٌ. أستغفر الله ذا الجلال والإكرام من جميع الذنوب والآثام. أستغفر الله لذنوبي كلها، سرِّها وجهرها، وصغيرها وكبيرها، وقديمها وجديدها، وأوَّلها وآخرها، وظاهرها وباطنها، وأتوب إليه. اللهم إني أستغفرك من ذنب تبتُ إليك منه ثم عدت فيه، وأستغفرك لما أردت به وجهك الكريم فخالطه ما ليس لك فيه رضًا، وأستغفرك لما وعدتُك به من نفسي ثم أخلفتك فيه، وأستغفرك لما دعاني إليه الهوي من قِبل الرُّخص مما اشتبه عليّ وهو عندك حرامٌ، وأستغفرك يا من لا إله إلا أنت، يا عالِم الغيب والشهادة من كل سيئة عملتها، في بياض النهار وسواد الليل، في ملاءٍ وخلاءٍ، وسرّ وعلانية وأنت ناظرٌ إليّ إذا ارتكبتها، وأتيتُ بها من العصيان، فأتوب إليك يا حليمُ يا كريمُ يا رحيمُ. وأستغفرك من النعم التي أنعمتَ بها عليّ فتقوَّيتُ بها على معصيتك وأستغفرك من الذنوب التي لا يعرفها أحدٌ غيرك، ولا يطلع عليها أحدٌ سواك ولا سيعها إلا حلمك، ولا ينجيني منها إلا عفوك، وأستغفرك لكل يمين سلفتْ مني فحنِثْتُ فيها وأنا عندك مؤَاخَذٌ بها. وأستغفرك يا من لا إله إلا أنت سبحانك إني كنتُ من الظالمين، فاستجبنا له ونجيناه من الغمّ وكذلك ننجي المؤمنين. وزكريا إذ نادى ربه ربِّ لا تذرني فردًا وأنت خير الوارثين. رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين. وأستغفرك من كل فريضة أوجبتها عليّ في آناء الليل وأطراف النهار فتركتها خطأ أو عمدًا أو نسيانًا أو تهاوُنًا أو جهلا وأنا معاقبٌ بها. وأستغفرك من كل سنة من سنن سيد المرسلين، وخاتم النبيين نبيك سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم فتركتُها غفلةً أو سهوًا أو نسيانا أو تهاوُنا أو جهلا أو قلةَ مبالاةٍ بها. وأستغفرك يا من لا إله إلا أنت وحدك لا شريك لك، وأن محمدًا عبدك ورسولك، سبحانك يا رب العالمين، لك الملك ولك الحمد، وأنت حسبنا ونعم الوكيل، ونعم المولى ونعم النصير، ولا حول ولا قوة إلا بالله العليّ العظيم. يا جابر كل كسير، ويا مؤنس كل وحيدٍ، ويا صاحب كل غريب، ويا ميسّر كل عسير، يا من لا يحتاجُ إلى البيان والتفسير، وأنت على ما تشاء قديرٌ، وصلى الله تعالى على سيدنا محمد بعدد من صلى عليه، وبعدد من لم يصل عليه. اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح. اللهم صل على تربة سيدنا محمد في التراب. اللهم صل على قبر سيدنا محمد في القبور. اللهم صل على صورة سيدنا محمد في الصور اللهم صل على اسم سيدنا محمد في الأسماء، ﴿لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريصٌ عليكم بالمؤمنين رؤوف رحيم، فإن تولَّوا فقل حسبي الله لا إله إلا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم﴾، وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

*Fadhilah*

o Nabi SAW bersabda : Barang siapa yang membaca Istighfar Rajab, maka akan dibangunkan 80 negeri di surga, setiap negeri mempunyai 80 mahligai, setiap mahligai mempunyai 80 rumah, setiap rumah mempunyai 80 kamar, setiap kamar ada 80 bantal dan setiap bantal 80 bidadari..

o Nabi SAW, juga bersabda kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra. : “wahai Ali, tulislah Raja Istighfar ini, karena siapa yang membacanya, atau menyimpan tulisannya didalam rumah, atau pada harta bendanya, atau tulisan itu dibawa kemana saja ia pergi, maka Allah SWT memberi kepadanya pahala 80000 nabi, 80000 shiddiqin, 80000 Malaikat, 80000 orang mati syahid, 80000 orang beribadah Haji Dan pahala membangun 80000 masjid.

Kedua, istighfar ijazah dari Almaghfurlah KH. Muhammad Anwar Basya Bin Abu Bakar Asnawi yang disebut dengan ‘Sayyidul Istighfar’, berikut teks istighfarnya:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

Dan barang siapa yang membaca sayyidul istighfar di waktu sore 3 kali lalu ia wafat dimalam itu, maka ia masuk surga. Dan bila di baca 3 kali di pagi hari lalu ia wafat di hari itu maka ia masuk surga

3. Menghidupkan Malam Pertama di Bulan Rajab

Diriwayatkan dari Nabi orang yang menghidupkan malam pertama bulan Rajab, tidak akan mati hatinya tatkala banyak hati yang telah mati, Allah akan melimpahkan kebaikan kepadanya, dikelruarkan dosa-dosanya seperti layaknya dia dilahirkan oleh ibunya (kembali suci) dan dapat member syafaat (pertolongan kepada 70.000 ahli dosa, seperti yang dijelaskan di dalam kitab Mahalisul Anwar:

روي عن النبي عليه الصلاة والسلام أنه قال “من أحيا أول ليلة من رجب لم يمت قلبه إذا ماتت القلوب وصب الله الخير من فوق رأسه صبا وخرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه ويشفع لسبعين ألفا من أهل الخطايا قد استوجبوا النار” (محالس الأنوار)

Lalu yang dilakukan untuk menghidupkan malam pertama dibulan Rajab, sebagai berikut:

a. Perbanyak Istighfar seperti yang sudah dijelaskan dimuka.

b. Sholat sunnah 20 rekaat dengan bacaan tiap2 rekaat berupa surat fatehah lalu disusul surat ikhlas dan salam sebanyak 10 kali, maka siapa orang yang menjalankan Allah akan menjaganya dari bala’ dunia dan siksa akhirat. Berikut dalilnya:

عن أنس بن مالك عن النبي عليه الصلاة والسلام أنه قال “من صلى بعد المغرب في ليلة من رجب عشرين ركعة بقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب والإخلاص وسلم عشر تسليمات حفظه الله تعالى وأهل بيته وعيانه من بلاء الدنيا وعذاب الآخرة”.

c. Membaca doa

Telah disebutkan dimukan bahwa siapa yang berdoa di 5 malam (Malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, malam Jum’at, malam hari Raya ‘Idul Fitri, dan malam Hari Raya ‘Idul Adha) maka Allah tidak akan menolak doanya.

قال صلى الله عليه وسلم: خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة: أول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر، وليلة النحر.

Rasulullah SAW bersabda : “Ada lima malam yang do’a tidak ditolak (oleh Allah SWT) : Malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, malam Jum’at, malam hari Raya ‘Idul Fitri, dan malam Hari Raya ‘Idul Adha.

Dan Syeh Abdul Qodir Al-Jaelani menuturkan dalam kitabnya yang berjudul الغنية bahwa salah satu doa yang dibaca di malam pertama dibulan Rojab:

إلهي تعرض لك في هذه الليلة المتعرضون. وقصدك القاصدون. وأمل فضلك ومعروفك الطالبون. ولك في في هذه الليلة تفحات وجوائز وعطايا ومواهب تمن بها على من تشاء من عبادك. وتمنعها ممن لم تسبق له العناية منك وها أنا منك الفقير إليك. المؤمل فضلك ومعروفك فإن كنت يامولاي تفضلت في هذه الليلة علي أحد من خلقك وجد عليه بعائدة من عطفك. وصل على سيدنا محمد وآله وصحبه وجد على بطولك معروفك يارب العالمين.

Adapun Sayyidina Ali R.A menghabiskannya untuk beribadah dengan membaca doa sebagai berikut:

اللهم صل على محمد وآله مصابيح الحكمة وموالي النعمة ومعادن العصمة وأعصمنى بهم من كل سوء ولا تأخذني على غرة ولا على غفلة ولا تحعل عواقب أمري حسرة وندامة وارض عني فإن مغفرتك للظالمين وأنا من الظالمين. اللهم اغفر لي ما لا يضرك وأعطني ما لا ينفعك فإنك الواسعة رحمته البديعة حكمته فأعطني السعة والدعة والامن والصحة والشكر والمعافاة والتقوى وافرغ الصبر والصدق علي وعلى أوليائك واعطني اليسر ولا تجعل معه العسر واعمم بذلك اهلي وولدي وإخواني فيك ومن ولدني من المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات.

4. Banyak Bersholawat

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: رأيت ليلة المعراج نهرا ماءوه أحلى من العسل وأبرد من الثلج وأطيب من المسك، فقلت لجبراءيل لمن هذا؟ قال لمن صلى عليك في رجب.

Artinya: Nabi Muhammad Bersabda: Aku melihat ketika malam Mi’roj sebuah sungai yang airnya manis melebihi manisnya madu, dinginnya melebihi dinginnya salju, wanginya melebihi wanginya minyak misik. Kemudian aku bertanya kepada Malaikat Jibril: untuk siapa sungai itu wahai Jibril. Malaikat Jibril menjawab: sungai itu diperuntukkan orang yang bersholawat kepadamu di bulan Rajab.

5. Dzikir Kepada Allah

· Tanggal 1-10: سُبْحَانَ الْحَيِّ القَيُّوْمْ Sebanyak 100 kali sehari semalam.

· Tanggal 11-20: سُبْحَانَ اللّٰهِ الْأَحَدِ الصَّمَدْ Sebanyak 100 kali sehari semalam.

· Tanggal 21-30: سُبْحَانَ اللّٰهِ الرَّؤُوفْ Sebanyak 100 kali sehari semalam

Fadhilah : Barang siapa yang mau mengamalkanya maka akan diberi pahala yang tidak bisa disifati karena sangat banyaknya.

6. Perbanyak Doa

قال صلى الله عليه وسلم: خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة: أول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر، وليلة النحر.

Rasulullah SAW bersabda : “Ada lima malam yang do’a tidak ditolak (oleh Allah SWT) : Malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, malam Jum’at, malam hari Raya ‘Idul Fitri, dan malam Hari Raya ‘Idul Adha.

Adapun doa yang dianjurkan untuk dibaca terus menerus dari awal rajab sampai akhir romadlon sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَاَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ

Barang siapa yang mau membaca Doa tersebut, maka akan diberi Barokah Rizkinya, Umurnya, Anak keturunannya dan Diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya serta mendapat Rahmat keridhoan Allah SWT

7. Banyak Taubat

Dikatakan sebelumnya bahwasanya Rajab merupakan bulan istighfar, dari indikasi tersebut dapat dikatakan bulan rajab merupakan bulan yang tepat untuk melakukan taubat. Selain itu bulan Rajab merupakan bulan Allah yang dimana bulan khusus mencari rahmat Allah. Seperti tertulis dalam hadist sebagai berikut:

قال رسول الله صلى عليه وسلم رجب شهر الله وشعبان شهر أمتي ورمضان شهر أمتي.

dikatakan bahwa رجب memiliki tiga huruf: huruf ra’ (الراء) menunjukkan atas Rahmatnya Allah , huruf jim mengindikasikan جرم العبد dan huruf ba’ (الباء) menunjukkan kebaikan Allah (بر الله). Seolah-olah Allah mengatakan : “Wahai hambaku, aku jadikan kehajatanmu (جرمك) diantara rahmat dan kebaikanku agar kejaahatanmu tidak tetap dan berlanjut dengan menghormati bulan Rajab.

8. Amaliyyah Akhir Jumuah dari bulan Rajab

أن من قرأ آخر جمعة من رجب والخطيب على المنبر “أحمد رسول الله ، محمد رسول الله” خمسا وثلاثين مرة لا تنقطع الدراهم من يده تلك السنة.

Artinya : Siapa orang yang membaca ini di akhir jumu’ah sedang khotib di atas mimbar

“أحمد رسول الله . محمد رسول الله” (35 x)

Maka orang itu kelak tidak akan diputus rizqinya selama setahun.

E Referensi:

(1) ابـن حجـر العسـقلاني، تبيين العجـب بـما ورد في رجـب.

(2) ابـن رجب الحنبلي، لطائف المعارف فـيما لمواسـم العـام مـن الوظـائف.

(3) أبو سعيد محمد بن علي الأصبهاني ، فضل الصيام.

(4) أبو محمد الحسن بن محمد بن الحسن الخلال، فضائل شهر رجب، (بيروت: دار إبن حزم، 1996).

(5) أحمد بن حجازي بن بدير الفشني، تحفة الإخوان في قراءة الميعاد في رجب وشعبان ورمضان، (مصر: مكتبة ومطبعة مصطفى البابي الحلبي، 1953).

(6) أحمد بن حجر العسقلاني، تبيين العجب بما ورد في شهر رجب

(7) الإمام الحافظ عبد الرحمن بن أبي بكر السيوطي، الجامع الكبير، (مصر: طبعة الهيئة المصرية العامة للكتاب عن مخطوطة نفيسة، 1987).

(8) الإمام العلامة عبد القادر الجيلاني، الغنية لطالبي طريق الحق، (سورية: دار الجيل، 1999).

(9) الإمام محمـد بـن إسـماعيل البخـاري رحمه االله، صحيح البخاري.

(10) الإمام مسـلم بـن الحجـاج النيسـابوري، صحيح مسلم.

(11) د.عبد االله بن عبد العزيز التويجري، البدع الحولية.

(12) سليمان بن جاسر بن عبد الكريم الجاسر، شهر رجب، (الرياض: حقوق الطبع محفوظة للمؤلف، 1433).

(13) شيرويه بن شهردار الديلمي، الفردوس بمأثور الخطاب، (لبنان: تحقيق السعيد بن بسيوني زغلول، 1986)

(14) عبد الحميد بن محمد علي بن عبد القادر قدس المكي الشافعي، كنز النجاح والسرور في الأدعية المأثورة التي تشرح الصدور، الطبعة الأولى، (دار السنابل-دار الحاوي، 2009).

(15) عبد العزيز بن أحمد الكتاني، فضائل شهر رجب.

(16) عثمان بن حسن بن أحمد الشاكر الخويري، درة الناصحين في الوعظ والإرشاد، (سورابايا: توكو كتاب الهداية).

(17) العلامة المؤرخ محمد أمين بن فضل بن محب الله المحبي، خلاصة الأثر في أعيان القرن الحادي عشر، (لبنان: طبعة مصورة عن نشرة المطبعة الوهبية لدى دار صادر، 1284).

(18) محمد بن أحمد بن أبي بكر بن فرح القرطبي أبو عبد الله، الجامع لأحكام القرآن.

(19) ملا على القاري الهروي، الأدب في رجب.

 

Oleh:

Mohammad Bahauddin

Alumni Qudsiyyah Kudus sekaligus Dosen STAIN Kudus 

Pendaftaran Santri Baru Qudsiyyah Dibuka Hingga 7 Juni 2018

QUDSIYYAH, KUDUS  –  Pendaftaran santri baru Qudsiyyah Kudus baik putra dan putri tahun 2018/2019 telah dibuka.  Secara resmi pendaftaran dan sekaligus tes seleksi bakal dilaksanakan pada 2 – 7 Juni 2018. Pada saat tanggal 2-7 Juni tersebut, pendaftaran santri baru dapat dilaksanakan dengan one day services, pendaftaran tes seleksi serta hasil seleksi dilakukan dalam satu hari . Sementara,  sebelum tanggal 2-7 Juni itu, pendaftaran bisa dilayani di kantor MTs Qudsiyyah, tetapi untuk tes seleksi serta hasil seleksi dapat dilakukan pada tanggal 2 – 7 Juni 2018.

 

Pada tahun 2018/2019 ini Qudsiyyah membuka 4 pendidikan formal dan 2 pendidikan non-formal. Keempat pendidikan formal tersebut masing-masing MI Qudsiyyah (khusus putra), MTs Qudsiyyah (putra), MTs Qudsiyyah (Putri) dan MA Qudsiyyah (khusus putra). Sedangkan dua pendidikan non formal adalah Ponpes Qudsiyyah Putra dan Ponpes Qudsiyyah putri yang masing-masing membuka jurusan Tahfid Qur’an dan jurusabn Fiqih (kitab).

 

Baca: Dua Jurusan Ponpes Qudsiyyah Putri Mulai Menerima Santri Baru

 

Adapun Persyaratan administrasi pendaftaran santri MI Qudsiyyah, M Ts Qudsiyyah (Putra) dan MA Qudsiyyah meliputi:

  • Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)
  • Menyerahkan uang infaq pengembangan madrasah sebesar Rp 1.800.000,- (Satu juta delapan ratus ribu rupiah)
  • Foto Copy Akte kelahiran sebanyak 1 lembar
  • Foto copy kartu keluarga (KK) sebanyak 1 lembar
  • Foto copy KIP/PKH/KPS (bagi yang memiliki)
  • Fotocopy ijazah terakhir dan SHUN (menyusul)
  • Semua persyaratan dimasukkan dalam stop map warna merah.

 

Adapun tes seleksi akan dilaksanakan pada saat pendaftaran tanggal 2-7 Juni 2018. Sedangkan materi tes yang diujikan meliputi Baca Al Qur’an, Nahwu Shorof dan membaca kitab kuning Taqrib (khusus tes masuk MA).

 

Sementara persyaratan pendaftaran santri Pondok Pesantren Qudsiyyah Putra adalah:

  • Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)
  • Foto Copy Akte kelahiran/Surat kenal lahir sebanyak 1 lembar
  • Foto copy kartu keluarga /KK sebanyak 1 lembar
  • Fotocopy ijazah terakhir dan SHUN (menyusul)
  • Semua persyaratan dimasukkan dalam stop map warna hijau.

 

Adapun tempat pendaftaran di Qudsiyyah disentralkan dalam satu tempat. Artinya, pendaftaran MI Qudsiyyah (putra), MTs Qudsiyyah (Putra), MTs Qudsiyyah (putri), MA Qudsiyyah (Putra), Pondok Pesantren Qudsiyyah putra dan Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri dalam satu tempat yang sama, yakni di Kantor MTs Qudsiyyah (Putra), Jl KHR Asnawi gang Kerjasan Kota Kudus (0291) 435938. Panitia pendaftaran yang yang bisa dihubungi antara lain H. Nurul Adlha (081325701326), Nailal Muna (08157735137).  Untuk brosur Pendaftran santri Baru Putra Qudsiyyah dapat diunduh di sini. (*)

 

 

Dua Jurusan Ponpes Qudsiyyah Putri Mulai Menerima Pendaftaran Santri Baru

QUDSIYYAH, KUDUS  –  Pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri  Kudus tahun 2018/2019 telah dibuka dengan membuka dua jurusan, Tahfidz Al Qur’an dan Fiqih (kitab). Secara resmi pendaftaran dan tes seleksi bakal dilaksanakan pada 2 – 7 Juni 2018, tetapi sebelum tanggal itu, pendaftaran bisa dilayani di kantor MTs Qudsiyyah.

 

Pesantren Qudsiyyah putri  merupakan lembaga pendidikan yang memadukan antara metode tradisional pesantren dan metode akademik dengan mengintegralkan aspek-aspek proses pendidikan formal sekolah mulai tingkat MTs.  Berada di Jl. Lambau No 1 Singocandi, kecamatan Kota kabupaten Kudus, pondok pesantren Qudsiyyah putri bersinergi dengan MTs Qudsiyyah Putri.

 

Baca: Pendaftaran Santri Baru Qudsiyyah dibuka Hingga 7 Juni 2018

 

Untuk pendaftaran di pondok pesantren, calon santri putri diwajibkan juga mendaftar di MTs Qudsiyyah putri terlebih dahulu.  Adapun Persyaratan pendaftaran santri MTs Qudsiyyah Putri meliputi:

 

  • Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)
  • Menyerahkan uang infaq pengembangan madrasah sebesar Rp 1.800.000,- (Satu juta delapan ratus ribu rupiah)
  • Foto Copy Akte kelahiran sebanyak 1 lembar
  • Foto copy kartu keluarga (KK) sebanyak 1 lembar
  • Foto copy KIP/PKH/KPS (bagi yang memiliki)
  • Fotocopy ijazah terakhir dan SHUN (menyusul)
  • Semua persyaratan dimasukkan dalam stop map warna hijau.

 

Sedangkan persyaratan pendaftaran santri Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri adalah:

 

  • Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)
  • Foto Copy Akte kelahiran/Surat kenal lahir sebanyak 1 lembar
  • Foto copy kartu keluarga /KK sebanyak 1 lembar
  • Fotocopy ijazah terakhir dan SHUN (menyusul)
  • Semua persyaratan dimasukkan dalam stop map warna hijau.

 

Informasi lengkap mengenai Ponpes Qudsiyyah Putri,  silakan menghubungi M. Isbah Kholili (085640605640) atau M. Khotibul Umam (085726212216). Untuk brosur pendaftaran Qudsiyyah Putri dapat didownload di sini.

 

Adapun tempat pendaftaran di Qudsiyyah disentralkan dalam satu tempat. Artinya, pendaftaran MI Qudsiyyah (putra), MTs Qudsiyyah (Putra), MTs Qudsiyyah (putri), MA Qudsiyyah (Putra), Pondok Pesantren Qudsiyyah putra dan Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri dalam satu tempat yang sama, yakni di Kantor MTs Qudsiyyah (Putra), Jl KHR Asnawi gang Kerjasan Kota Kudus (0291) 435938. Panitia pendaftaran yang yang bisa dihubungi antara lain H. Nurul Adlha (081325701326), Nailal Muna (08157735137). (*)

 

HAUL KE 60 KHR ASNAWI BAKAL MENGUNDANG RAIS AAM SYURIAH PBNU

QUDSIYYAH, KUDUS – Bulan Jumadal Akhirah merupakan bulan peringatan Haul Pendiri NU, KHR Asnawi. Salah satu acara yang bakal digelar adalah pengajian umum dengan mengundang Rais ‘Aam PBNU, KH. Ma’ruf Amin.  Pengajian yang diselenggarakan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Radlatuth Tholibin, pada Selasa malam (13/3/2018) ini juga mengundang Habib Umar Al Muthohhar dari Semarang.

 

Sebelum pengajian umum dilaksanakan, pada sore harinya dilaksanakan Tahlil umum di komplek makam Sunan Kudus, tempat dimana tokoh Nasionalis dari Kudus ini dimakamkan. Tahlil umum diselenggarakan pada Selasa sore, 25 Jumadal Akhirah 1439 H (13/3/2018) sekitar pukul 15.30 WIB.

 

Kyai Haji Raden Asnawi merupakan ulama kharismatik dari Kudus yang begitu besar jasanya. Salah satu peninggalan beliau dalam bidang pendidikan adalah pondok pesantren Raudlatul Tholibin (berdiri tahun 1927) dan Madrasah Qudsiyyah (berdiri tahun 1919). Hingga kini, dua lembaga pendidikan tersebut terus eksis mengembangkan Islam ahlussunnah wal jama’ah.

 

Lahir di Damaran Kudus pada tahun 1861, KHR Asnawi kecil diberi nama Raden Ahmad Syamsyi, putra pasangan H. Abdullah Husnin dan Raden Sarbinah. Raden Asnawi merupakan keturunan ke-14 dari Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shadiq) dan keturunan ke-5 dari Kyai Haji Mutamakin, seorang wali di desa Kajen Margoyoso Pati, yang hidup pada zaman Sultan Agung Mataram. Beliau meninggal pada usia 98 tahun, tepatnya pada Sabtu Kliwon, 25 Jumadal Akhirah 1379 H/ 26 Desember 1959 M. (Kharis)

 

GUSJIGANG: PRINSIP BISNIS RASULULLAH

Keberhasilan suatu bisnis bagi  seorang muslim tidak diukur dari besarnya laba atau keuntungan yang diperoleh, misalnya mempunyai rumah megah, deposito disetiap bank, mobil yang mewah, istri yang banyak, dibangunnya gedung bisnis bertingkat nan megah. Keberhasilan bisnis seorang muslim tidak diukut dengan itu, namun diukur dengan niali bagaimana bisnisnya itu bermanfaat untuk kepentingan umat dan mendapat ridlo oleh Allah dengan perilaku penuh kejujuran. Untuk melakukan bisnis memang sulit, namun bila kita menggunakan ketentuan-ketentuan yang diajarkan oleh Agama, insya Allah perjalanan bisnis akan mendapat pertolongan dan perlindungan-Nya.

Fenomena yang ada dalam dunia perdagangan atau bisnis di Negara kita Indonesia  ini, banyak sekali pelanggaran atau penyimpangan dalam berbisnis. Banyak dari mereka yang masih berusaha melanggar perjanjian, manipulasi dalam segala tindakan. Mereka kurang memahami etika bisnis, atau mungkin saja mereka faham tapi memang tidak mau melaksanakan.

Selain ditanamkan akhlak atau etika, sebuah bisnis dapat berkembang dan sukses   harus dimulai usaha dengan membuat rencana bisnis yang memiliki fleksibilitas dan inovasi. Dengan kata lain orang yang melakukan usaha bisnis harus banyak belajar agar memiliki kreatifitas dalam memasarkan (mempromosikan) usahanya.

Pada hakekatnya Islam sebagai suatu agama besar telah mengajarkan konsep-konsep unggul lebih dulu dari Protestan, akan tetapi para pengikutnya kurang memperhatikan dan tidak melaksanakan ajaran-ajaran Islam sebagaimana mestinya. Nabi Muhammad SAW telah meletakkan dasar-dasar moral, manajemen, dan etos kerja yang mendahului zamannya. Dasar-dasar etika kerja dan manajemen bisnis tersebut telah mendapat legitimasi keagamaan setelah Beliau diangkat menjadi Nabi. Prinsip-prinsip bisnis yang diwariskan semakin mendapat pembenaran akademis di penghujung abad ke-20 atau awal 21. Prinsip bisnis modern, seperti tujuan pelanggan, pelayanan yang unggul, kompetensi, efisiensi, tranparan, persaingan yang sehat dan kompetitif, semua telah menjadi gambaran pribadi Nabi Muhammad ketika masih muda. (Prof. K.H Ali Yafie, dkk, 2003: 11-12)

Kesuksesan Nabi Muhammad SAW dalam berbisnis dilandasi oleh dua hal pokok, yaitu kepridadian yang amanah dan terpercaya, serta pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni. Kedua hal tadi merupakan pesan moral yang bersifat universal yang uraianya antara lain sebagai berikut:

1. Shiddiq,yaitu benar dan jujur, tidak pernah berduata dalam melakukan berbagai macam transaksi bisnis. Hal tersebut juga dijelaskan dalam firman Allah

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3)

Artinya: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”(QS. Al-Muthaffifin:1-3)

2. Kreatif, Berani, dan Percaya diri. Ketiga hal ini mencerminkan kemauan berusaha untuk mencari dan menemukan peluang-peluang bisnis yang baru, prospektif, dan berwawasan masa depan, namun tidak mengabaikan prinsip kekinian.

3. Tabligh, yaitu mampu berkomunikasi dengan baik. Yaitu: supel, cerdar, cepat tanggap, koordinasi dan supervisi.

4. Istiqamah, yaitu secara konsisten menampilkan dan mengimplementasikan nilai-nilai di atas walaupun mendapatkan godaan dan tantangan. Hanya dengan istiqamah dan mujahadah, peluang-peluang bisnis yang prospektif dan menguntungkan akan selalu terbuka lebar. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita”(QS. Al-Ahqaaf: 13)

Dari beberapa dasar tersebut di atas menunjukkan bahwa menghadirkan dan mengimplementasikan strategi bisnis Rasulullah SAW pada saat sekarang akan tetap relevan dan actual, karena prisip-prinsip yang telah dibangun Rasulullah SAW merupakan prinsisp yang universal dan tidak terbatas oleh ruan dan waktu. Hanya saja diperlukan kesungguhan, kedisiplinan dan keyakinan untuk terus mengaplikasikanya. (Dr. K.H Didin Hafidhuddin, M.Sc, 2003: 57)

Orang-orang yang sukses pada umumnya memiliki dan menampilkan sifat-sifat pribadi atau ciri-ciri watak, sebagaimana pendapat “The Liang Gie”, diantaranya (The Liang Gie, 1996: 20-21):

1. Kreatifitas: adalah pikiran lincah yang senantiasa bergerak menghasilkan ide-ide baru.

2. Integritas: adalah akhlak yang luhur dan hati yang bersih sehingga mempunyai berbagai kebajikan hidup (misalnya kejujuran, kesetiaan, semangat pengabdian, rasa tanggungjawab).

3. Kapabilitas: adalah keterampilan kerja, kemahiran memutuskan dan pengetahuan efisiensi yang diperoleh dari pendidikan formal, pengalaman hidup maupun terutama pengembangan diri.

Konsep perdagangan (bisnis) yang diajarkan oleh nabi Muhammad ialah apa yang disebut value drive, artinya menjaga, mempertahankan, menarik nilai-nilai dari pelanggan. Value drive juga erat hubunganya dengan apa yang disebut relationsip marketing, yaitu berusaha menjalin hubungan erat antara pedagang, produsen dengan para pelanggan. (Prof. Dr. H. Buchari Alma, 2003:21)

Sifat Rasulullah dalam berbisnis, seperti yang diungkapkan oleh Syafi’I Antono (Harian Republika, Juni, 2002) yang ditulis oleh Buchari Alma, sebagai berikut:

1. Siddiq,benar, nilai dasarnya ialah integirtas, nilai-nilai dalam bisnisnya berupa jujur, ikhlas, terjamin, dan keseimbangan emosional.

2. Amanah, nilai dasarnya terpercaya, dan  nilai-nilai dalam berbisnisnya ialah adanya kepercayaan, bertanggung jawab, transparan, dan tepat waktu

3. Fathonah, nilai dasarnya ialah memiliki pengetahuan yang luas, nilai-nilai dalam berbisnis ialah memiliki visi, pemimpin yang cerdas, sadar produk, dan jasa, serta belajar berkelanjutan.

4. Tabligh, nilai dasarnya ialah komunikatif, dan nilai bisnisnya ialah supel, penjual yang cerdas, deskripsi tugas, delegasi wewenang, kerja tim, koordinasi, ada kendali dan supervisi.

5. Syaja’ah, artinya berani, nilai bisnisnya adalam mau dan mampu menambil keputusan, menganalisa data, keputusan yang tepat dan cepat tanggap.

Sifat-sifat dasar ini merupakan pesan universal dari akhlak atau etika dan keterampilan Nabi Muhammad SAW dalam berbisnis sehingga dapat membawa sukses dalam berbisnis.

Orang beretika atau berakhlak adalah orang yang memiliki perilaku yang bagus karena seseorang yang buruk lakunya, tentu akan berakibat panjang, paling tidak akan mengurangi kepercayaan orang lain terhadap dirinya, dan pada gilirannya akan merugikan usaha dagangnya. Sedangkan orang yang memiliki kemampuan atau keterampilah adalah orang senantiasa belajar dan mengaji dari lingkungan sekitar untuk mendapatkan ide-ide kratif yang nantinya digunakan untuk mengembangkan usahanya. Konsep-konsep dalam berdagang atau berbisnis di atas secara tutur tinular dikenal dengan istilah GUSJIGANG (Bagus, Mengaji/Mengkaji, Dagang).

Kata ‘gusjigang’ mengandung arti ‘ bagus – mengaji – berdagang’ adalah filosofi dari Sunan Kudus. Filosofi ‘gusjigang’ merupakan personifikasi Sunan Kudus agar masyarakat Kudus mempunyai budipekerti yang baik (masalah moralitas, ahklak), pandai mengaji yang berarti menuntut ilmu, rajin beribadah, dan pandai berdagang. Ada yang mengartikan mengaji adalah rajin beribadah, dan ‘ji’ ada  yang  mengartikan  kaji. Dalam telaah makna ‘gusjigang’ dalam kehidupan orang Kudus, dengan memperhatikan pandangan ‘dari dalam’, yaitu dari sudut pandang tineliti (orang Kudus-pedagang)  yaitu world view  orang  Kudus  atas  etos  dalam  ‘gusjigang’.  Dalam kerangka ini pemaknaan ‘gus- ji – gang’ pada pedagang Kudus mengandung tiga unsur nilai yang berbeda. Pengungkapan makna ‘gus’ (bagus ahklaknya) akan berbeda analisisnya dengan pengungkapan makna ‘ji’ (belajar, menuntut ilmu), dengan pemaknaan ‘gang’ (pandai berdagang). Namun ketiga unsur ini adalah satu kesatuan. Artinya,   seseorang (pedagang) yang menjalankan ‘ji’ dan ‘gang’ sebagai pedagang yang menjalankan praktik berdagang dengan baik, maka dalam konteks ini seseorang pedagang tersebut dapat disebut memiliki ‘gus’.

Nilai-nilai seperti ini, setelah melalui proses waktu yang cukup, melembaga dan yang pada akhirnya terlembagakan dalam tata nilai masyarakat Kudus, bersifat evaluatif, dan sekaligus merupakan bagian dari tradisi atau budaya masyarakat secara  keseluruhan. Hal ini karena secara psikis seseorang cenderung memasukkan segala sesuatu yang berasal dari luar dirinya seperti simbol-simbol yang mencerminkan dunia di sekitarnya, norma, budaya, kehidupan sosial, serta perilaku orang yang akrab dengannya ke dalam sistem gejala kejiwaannya. Proses internalisasi pengalaman ini kemudian mempengaruhinya dengan cara tertentu ketika memahami, merasa, berpikir dan berbuat. ( Vinacke, 1992: 285)

 Tradisi lokal masyarakat Kudus yang merujuk kembali kepada figur  Sunan Kudus merupakan modal dasar dalam berusaha sehingga bisa dikatakan pengusaha-pengusaha Kudus berhasil dalam usahanya. Sebagai ilustrasi, industri milik pribumi di Indonesia sampai tahun 1930-an belum banyak berarti. Berbeda dengan ini, Kudus tahun 1910-an telah terkenal sebagai pusat industri  rokok kretek, dan pengusaha pribumi pada  waktu itu sangat dominant. (The Kian Wee, 1994: 16) Dan sampai sekarang Gusjigang mampu dipertahankan  dengan baik, sehingga bisnis industrialiasasi di Kabupaten Kudus bisa dijadikan model yang relevan sesuai dengan potensi dan karakter masyarakatnya.

Dengan demikian, sifat-sifat atau prinsip-prinsip dasar perilaku Nabi Muhammad SAW yang tercermin atau merupakan refleksi dari konsep gusjigang dalam berbisnis dapat membawa sukses dalam berbisnis. Karena hal ini merupakan suri tauladan yang baik diikuti agar bisnis yang digeluti dapat berkembang dengan baik dan akan membawa hasil yang sangat maksimal, khususnya bagi umat Islam dan umumnya bagi semua umat manusia.

Daftar Pustaka :
– Alma, Buchari, 2003, Dasar-dasar Etika Bisnis Islami, Bandung: Alfabeta.
– Gie, The Liang, 1996, Strategi Hidup Sukses, Edisi Ketiga, Yogyakarta: Liberty.
– Hafidhuddin, Didin, M.Sc. dan Hendri Tanjung, 2003, Manajemen Syariah dalam Praktik, Jakarta: Gema Insani Press.
– Pareno, Sam Abede, 2002, Etika Bisnis: Wirausaha Muslim Suatu Arah Pandang,Surabaya: Papyrus.
– Soenarjo, 1991, Al-Qur’an dan Terjemahanya,Bandung: Gema Risalah Press.
– Vinacke, 1992, The Psycholgy of Thinking, Toronto: Mc Graw Hill Book Company Inc.
– Wee, The Kian, 1994, Industrialisasi di Indonesia; Beberapa Kajian, Jakarta: LP3ES.
– Yafie, Ali, dkk, 2003, Fiqih Perdagangan Bebas, Bandung: Teraju kelompok Mizan.

Oleh:
H. Ihsan
Ketua Umum Ikatan Alumni Qudsiyyah

Tiga Piala diraih MI Qudsiyyah dalam Bangau Ruyung Cup VIII

QUDSIYYAH, KUDUS – Sebanyak tiga piala diraih oleh altet-atlet pencak silat dari MI Qudsiyyah dalam kejuaraan Bangau Ruyung Cup VIII antarpelajar tingkat SD/MI, SMP-SMA sederajat tingkat kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak tahun 2018. Kejuaraan ini rutin digelar setiap tahun secara berkala dan pada tahun ini dilaksanakan di GOR Kudus, pada Sabtu – Ahad, 6-7 Januari 2018.

Ketiga santri yang meraih juara tersebut adalah Sailul Wafi, Tiar, dan Abdul Latif. Ketiganya merupakan siswa kelas VI MI Qudsiyyah Kudus yang mengikuti ekstra kulikuler pencak silat dan ikut lomba dalam event Bangau Ruyung Cup tersebut.

Sailul Wafi sukses meraih juara I putra dalam kategori tanding kelas bebas tingkat SD/MI. Tiar meraih juara tiga dalam kategori tanding kelas B, dan Abdul Latif meraih juara tiga kategori tanding kelas D.

Kesuksesan tersebut merupakan salah satu prestasi yang harus terus dikembangkan dan ditingkatkan. Padepokan Bangau Ruyung adalah salah satu kelompok pencak silat besar di kabupaten Kudus. Dalam hal ini, selama kurang lebih lima tahun terakhir, ektra kulikuler pencak silat yang diadakan di Madrasah Qudsiyyah adalah hasil kerjasama dengan pedepokan Bangau Ruyung. Ekstra Kulikuler Pencak silat di Qudsiyyah sendiri digelar setiap dua kali dalam sepekan yang dilaksanakan di lapangan Qudsiyyah dan diikuti oleh santri MI, MTs dan santri Aliyah. (Kharis)

Maulid Nabi Pertama di Qudsiyyah Putri

QUDSIYYAH, SINGOCANDI – Qudsiyyah Putri yang baru berumur sekitar 6 bulan terus berupaya melahirkan generasi yang handal. Selain melalui kegiatan pembelajaran formal melalui kelas MTs dan nonformal melalui pondok pesantren, kegiatan ekstra kulikuler dan kegiatan peringatan hari besar juga rutin dilaksanakan.

Pada bulan kelahiran Nabi ini, Qudsiyyah putri melaksanakan peringatan Maulid pada, Sabtu pagi 27 Rabiul Awwal 1439/ 16 Desember 2017. Ini merupakan peringatan Maulid Nabi pertama yang diadakan oleh MTs Qudsiyyah Putri. Dalam kesempatan ini, grup Rebana Putri dari santri juga tampil dengan melantunkan beberapa lagu, diantaranya adalah lagu andalan peringatan maulid nabi yaitu “Keluarga Nabi” dengan lirik ‘kanjeng nabi Muhammad din lahirno ono ing Makkah” karya beliau Almaghfurlah KH Ma’ruf Irsyad.

Dalam peringatan kali ini MC menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris dengan susunan acara pembukaan,pembacaan ayat suci Al Quran dan sholawat asnawiyyah,pembacaan maulid Al Barzanji, sambutan dewan guru, Mauidloh hasanah serta doa penutup.

Dalam sambutan dewan guru, ibu Lailatus Sa’diyyah, S.Pd memberikan wejangan kepada santri putri agar senantiasa rajin belajar dan meniru akhlaq mulia Rasulullah SAW. Adapun mauidloh hasanah pertama diisi oleh kyai muda Qudsiyyah ust. Miftakhur Rohman,M.Pd pengarang lagu ‘ya saikhona’ yang sangat populer tersebut. Dalam mauidlohnya beliau banyak berpesan agar selalu meneladani Rosulullah saw dalam berbagai hal. Rosulullah merupakan uswatun hasanah yang harus diidolakan oleh umat islam. Sedangkan mauidloh hasanah kedua disampaikan olehsesepuh Qudsiyyah KH Fathur Rahman. Dalam penyampaiannya beliau menceritakan tentang sejarah nabi mulai beliau lahir sampai perkembangan Islam di tanah Jawa.

Di akhir acara diadakan pengumuman juara class meting yang dalam kesempatan kali ini juara umumnya adalah kelas 7 H. (Isbah/Kharis)

Dua Alumni Qudsiyyah Dakwah di TV One

QUDSIYYAH, KUDUS – Program dakwah akhir pekan oleh salah satu stasiun televisi Nasional tayang live dari Kudus. Acara berjuluk Damai Indonesiaku oleh TV One itu memilih lokasi di Pendopo Kabupaten Kudus pada Sabtu (11/11/2017) siang. Uniknya acara yang memilih tema “Uswatun Hasanah” tersebut menampilkan dua alumni Qudsiyyah yang ditayangkan live ke seluruh penjuru tanah air.

Ya, H. Abdullah Rosyad, alumni Qudsiyyah tahun 1991 ini bertindak membaca ayat-ayat suci al-Qur’an. Sesuai tema yang diangkat, alumni yang berasal dari Mindahan Jepara yang kini juga mengajar di MI Qudsiyyah Kudus tersebut membacakan surat al- Ahzab ayat 21. Dengan suara yang yang lantang dan merdu, pria yang juga sebagai pengasuh pondok pesantren al-Istiqomah, Demaan Kudus ini membaca ayat suci dengan apik dan menyentuh kalbu.

Lihat Video lengkapnya di sini

Berikutnya, alumni yang dakwah dan tayang di Tv One adalah KH. Idham Kholid. Lulusan MA Qudsiyyah tahun 1990 ini berceramah dihadapan Bupati Kudus, H. Mustofa, Jam’iyyah Yasin Fadhilah Kudus serta seluruh pemirsa televisi dengan mengakat tema Uswatun Hasanah.

Pria yang berasal dari Kedungwaru Lor Karang Anyar Demak tersebut menjabarkan suri tauldan dari Kanjeng Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam. Ia menyatakan, rahmat diutusnya Rasulullah jauh lebih banyak dirasakan oleh kaum ibu dibandingkan dengan kaum bapak-bapak. Sebelum Rasul lahir, disebut zaman jahilillah, begitu rusaknya akhlak, begitu hinanya kaum wanita. “Kelahiran Rasulullah mengangkat harkat dan martabat kaum wanita,” ungkapnya.

Kyai Idham mengatakan, Al Qur’an yang terdiri atas 30 juz, 114 surat, salah satu suratnya ada yang bernama An-Nisak yang artinya Wanita. Juga, surat pembuka al- Qur’an, surat Al-Fatihah, disebut juga dengan istilah Ummul Kitab yang berarti induk atau ibu kitab. “Ini adalah bukti Rasulullah hadir untuk memulyakan kaum wanita,” jelasnya.

Dalam pemberian ceramah tersebut juga dilakukan tanya jawab dengan hadirin yang kompak berbaju putih di dalam pendopo kabupaten Kudus tersebut. Selain itu KH Idham Kholid, acara Damai Indonesiaku Tv One tersebut juga diisi oleh penceramah Kh. Soemarno Syafi’I, dengan mengangkat tema yang sama yakni Uswatun Hasanah. (Kharis)

Lihat Video lengkapnya di sini

Meriahkan Mlaku-Mlaku Bareng Santri dengan Sholawat dan Rebana

QUDSIYYAH, KUDUS – Qudsiyyah Kudus turut andil dalam event besar Mlaku-Mlaku Bareng Santri (MMBS) yang digagas PCNU dan Pemkab Kudus pada Ahad pagi, 29 Oktober 2017. Seluruh santri, mulai dari MI, MTs, MA dan Pesantren tumplek blek meramaikan acara yang dihadiri lebih dari 100 ribu santri Kudus ini.

Bersarung batik dan memakai koko serta sebagian memakai baju batik “kangkung” khas seragam Qudsiyyah, sekitar dua ribu santri Qudsiyyah meramaikan acara mlaku-mlaku yang digelar dalam rangka puncak acara Hari Santri Nasional 22 Oktober kabupaten Kudus ini. Mereka membawa tulisan dan sepanduk yang berisikan jargon santri Kudus, seperti “Kudus Kota Santri”, “Santri Menolak Paham Khilafah”, “NKRI harga Mati”, “Santri No Drug” dan sebagainya.


Selain itu, sebagai bagian dalam kemeriahkan acara ini, peserta dari Qudsiyyah juga membawa lengkap Rebana lengkap dengan microphone dan sound kecil yang dicangking. Sepanjang jalan mulai dari Alun-Alun Simpang Tujuh hingga finish kembali di tempat yang sama, mereka bersholawat dengan lagu-lgu khas Qudsiyyah, seperti Sholawat Asnawiyyah, Sholawat Qudsiyyah, Madrasati Aman-Aman, dan Sholawat Nabi lainnya. Praktis, dengan sholawat dan tabuhan rebana ini, menjadikan jalan santai santri ini semakin meriah.

Usai mlaku bareng, di panggung utama, sebagian santri Qudsiyyah ada juga yang ketiban hadiah. Diantaranya ada yang mendapatkan lemari es dan hadiah doorprize lain yang disiapkan panitia.

 

Dalam MMBS ini juga dimeriahkan adanya atraksi pagar Nusa. Sebelum start MMBS, puluhan pesilat dari MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan menampilkan senam jurus khas Pagar Nusa. Kemudian, para pesilat Pagar Nusa dari pondok pesantren Qudsiyah Kudus dan pondok pesantren Sabilul Rosyad Pringsewu Bakalan Krapyak menunjukkan kemampuannya memecah genteng dengan kepala, mematahkan besi pakai tangan kosong, menarik mobil dan tubuh dilindas motor trail.

Pesilat Adi Purnomo menarik mobil sedan dengan 10 penumpang memukau ribuan pasang mata peserta MMBS. Mobil diikat pakai tali kemudian ditarik dengan mulut Andri berjalan hingga sejauh 10 meter lebih. Atraksi berlanjut, tujuh orang pesilat tidur di aspal kemudian dilindas dua motor trail secara bergiliran yang dikendarai Hari Sudrajat dan Yuni Agustin pesilat perempuan. Mereka yang dilindaspun tidak mengalami cedera apapun. (Kharis)