Posting dengan Tag ‘alumni’

PROFIL IKAQ

Seiring dengan begulirnya waktu dan berkembangnya peradaban dunia, membuat segmentasi keilmuan dan keahlian mutakhorrijin Madrasah Qudsiyyah menjadi semakin kompleks dan beragam. Dari situlah akhirnya timbul semacam separasi tersendiri di antara sesama mutakhorijin Madrasah Qudsiyyah, khususnya dalam segmentasi kerja dan pola komunikasinya.

Pada posisi ini, tentunya dibutuhkan wadah organisasi alumni yang mampu melebur segala perbedaan yang ada dan berkembang di antara para alumni, yang dengan organisasi tersebut mampu kembali memperkuat spirit ke”Qudsiyyah”an yang kaffah dalam sanubari setiap alumni. Untuk mengakomodasi hal tersebut, maka dibentuklah Ikatan Alumni Qudsiyyah yang kemudian disingkat IKAQ sebagai media untuk merekatkan kembali antar mutakhorrijin dan madrasah Qudsiyyah.

Tak bisa dipungkiri Kelahiran IKAQ karena melihat perkembangan alumni Madrasah Qudsiyyah di mana tambah tahun semakin bertambah banyak jumlah alumninya.

Madrasah Qudsiyyah mulai eksis sejak 1917 dan menggunakan nama resmi “Qudsiyyah” sejak tahun 1919.  Saat itu madrasah Qudsiyyah hanya memiliki jenjang hingga Madrasah Ibtidaiyyah (MI). Kemudian pada 25 Mei 1952, Qudsiyyah mendirikan sekolah lanjutan pertama yang kemudian dikenal dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Menyusul kemudian Madrasah Aliyah Qudsiyyah berdiri pada 1 Oktober 1973.

Sejak itu alumni akan semakin banyak dan sulit untuk dipertemukan kembali. Berdasarkan hal tersebut, maka para alumni pun mempunyai inisiatif untuk membentuk organisasi yang menaungi para alumni. Organisasi ini dimaksudkan sebagai alat untuk mempersatukan kembali para alumni Madrasah Qudsiyyah Kudus.

Periode pertama kepengurusan IKAQ dipimpin oleh Mukhlisin sebagai ketua umum dan H Em Nadjib Hassan sebagai sekretaris. Salah satu kegiatan besar adalah peringatan wolu windu Madrasah Qudsiyyah pada Rabi’ul Awwal 1420 H bertepatan dengan Januari 1982, hasil kerja bareng IKAQ dengan Madrasah Qudsiyyah. Dalam peringatan kegiatan tersebut salah satunya menerbitkan majalah El Wijhah untuk pertama kalinya, yakni pada Januari 1982.

Pada tahun tahun 1994, IKAQ kemudian kembali bangkit setelah sebelumnya pernah beberapa tahun tidak aktif dan dibentuk kepengurusan baru yang dipimpin oleh H Durrun Nafis, SE sebagai ketua umum dan Ali Faiz, S. Ag sebagai sekretaris umum.

Dalam kepemimpinan H. Durrun Nafis, SE, berbagai kegiatan dilakukan. Salah satu kegiatan yang menjadi andalan kegiatan IKAQ adalah pertemuan besar tahunan yang berjuluk Halal bihalal alumni Madrasah Qudsiyyah. Kegiatan ini selalu dilaksanakan pada bulan Syawwal dengan mengudang seluruh alumni Madrasah Qudsiyyah dengan menghadirkan nara sumber para tokoh besar, baik sekaliber regional maupun nasional. Selain kegiatan halal bihalal, kegiatan IKAQ lainnya antara lain adalah mubahasah Diniyyah, halaqah alumni yang dilaksakan secara kondisional.

Perkembangan IKAQ kemudian ingin semakin berbenah dan ada penyegaran di tubuh kepengurusan. Hingga pada akhirnya dalam pertemuan halaqah II tahun 2009 pada malam Ahad Wage 30 Rabiul Awwal 1430 H dan bertepatan dengan 26 April 2009 M dibentuklah kepengurusan IKAQ yang baru, juga menentukan periodeisasi kepengurusaan IKAQ selama 5 tahun. Sebelumnya, kepengurusan IKAQ belum ada pembatasan periode.

Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang, dalam Halaqah II yang bertempat di Aula Rumah KH Sayroni Ahmadi, serta dengan pemikiran yang mendalam dari peserta halaqah dari alumni madrasah Qudsiyyah, akhirnya terpilih H. Ihsan, M.Ag sebagai ketua umum IKAQ untuk periode 2009-2014.

Proses pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat di antara para alumni dengan dihadiri langsung oleh Nadhir Madrasah Qudsiyyah KH Sya’roni Ahmadi. Bahkan, KH Sya’roni Ahmadi menjadi penentu kemenangan H.M Ihsan, M.Ag setelah sebelumnya terjadi perdebatan yang cukup alot. Apakah pemilihan ketua IKAQ tersebut dilakukan secara voting atau secara musyawarah. Dan akhirnya pemilihan diserahkan kepada KH Sya’roni Ahmadi yang akhirnya memilih H Ihsan, M. Ag memangku jabatan ketua umum IKAQ hingga saat ini.

Pada pertengahan 2009 hingga tahun 2010, kepengurusan IKAQ berusaha melebarkan sayap. Ini dibuktikan dengan pembentukan kepengurusan IKAQ tingkat wilayah di masing-masing kecamatan serta koordinator di masing-masing desa, bahkan juga yang berada di luar Kudus. Hal ini dilakukan untuk memudahkan mengorganisir seluruh alumni yang berpencar di berbagai daerah. Beberapa kepengurusan di tingkat wilayah yang sudah terbentuk antara lain, wilayah KOTA, wilayah BAE & DAWE, wilayah JATI, wilayah MEJOBO, wilayah KALIWUNGU, dan wilayah GEBOG. Sedangkan yang di luar Kudus antara lain wilayah KARANGANYAR DEMAK, wilayah MIJEN DEMAK, wilayah NALUMSARI JEPARA, wilayah MAYONG JEPARA, wilayah KOTA JEPARA, wilayah BATEALIT JEPARA, serta wilayah JAKARTA.

Selain IKAQ sebagai organisasi induk untuk mutakhoriijin Qudsiyyah, di beberapa daerah juga ada organisasi yang merupakan cabang dari IKAQ pada daerah tersebut. Organisasi tersebut antara lain :

  • Mutakhorrijin Qudsiyyah di Semarang (MAQDIS – Semarang)
  • At Tasywiq lil Qudsiyyah (ALQY – Jogja)
  • Forum Santri Qudsiyyah (FORSAQ – Jakarta)

KENALKAN SENI ISLAMI MELALUI LOMBA REBANA DAN SHOLAWAT

QUDSIYYAH, KUDUS-Guna memperkenalkan seni islami terhadap anak-anak, madrasah Qudsiyyah Kudus menggelar lomba seni islami Rebana tingkat SD dan MI dan juga lomba sholawat tingkat TK sederajat. Lomba yang dilaksanakan di halaman madrasah Qudsiyyah Jl. KHR Asnawi Kudus ini, Selasa (3/5) ini sekaligus merupakan serangkain acara Haul Masyayikh madrasah Qudsiyyah yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) Kudus.

Dalam sambutan kepala MI Qudsiyyah, M Aftoni, sesaat sebelum lomba rebana dan sholawat, mengungkapkan pentingnya mengenalkan agama kepada anak-anak. Salah satunya melalui seni islami yang menarik minat anak-anak. “Kita berharap melalui lomba Rebana ini anak-anak semakin cinta terhadap islam,” katanya.

Seni Rebana atau juga disebut dengan terbangan merupakan salah satu kesenian Islam yang didalamnya berisikan tentang lagu-lagu islami,baik itu pujian terhadap Allah atupun sholawat kepada Nabi Muhammad.

Lebih lanjut dikatakan, melalui lomba tersebut tidak hanya berkutat pada siapa yang bakal meraih juara, tetapi yang paling penting justru adalah memupuk semangat serta kecintaan terhadap agamanya.

Kagiatan lomba tersebut juga merupakan momentun peluncuran album ke-9 grup Rebana Al-Mubarok Madrasah Qudsiyyah yang bertajuk Rayuanku. Dalam album yang berisi sholawat sebanyak 10 buah tersebut selain diluncurkan dalam bentuk kaset juga akan diluncurkan dalam bentuk video compact disc (VCD) lengkap dengan video clip hasil karya dari kreativitas siswa-siswa Qudsiyyah. Salah satu lagu andalan adalah lagu yang berjudul Syaikhona yang berisi tentang profil KH Ma’ruf Irsyad yang meninggal pada tahun lalu, lengkap degan video dan gambar beliau semasa hidup dan ketika prosesi pemakaman.

Peluncuran album ini sendiri dilakukan pada pengajian umum semalam yang juga mengundang habib Syech bin Abdul Qodir (Solo) serta KH M Sya’roni Ahmadi yang merupakan sesepuh madrasah Qudsiyyah.
Sebelum pengajian dilaksanakan sore kemarin juga diadakan ziarah dan tahlil ke makam para guru madrasah Qudsiyyah yang dipusatkan di Pemakaman Sedio Luhur Bakalan Krapyak. Ziarah ini diikuti oleh alumni madrasah Qudsiyyah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kudus serta alumni yang berasal dari luar kota, seperti Jepara, Pati, Demak, Semarang, dan Jakarta. Tak ketinggalan, seluruh siswa Qudsiyyah mulai dari tingkat MI, MTs dan MA juga dilibatkan dalam ziarah dan tahlil ini. (*)

 

RIBUAN ALUMNI HADIRI HAUL MASYAYIKH

QUDSIYYAH, KUDUS-Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) Kudus kembali menggelar agenda Haul Masyayikh (peringatan hari kematian para pendiri sekaligus guru-guru madrasah Qudsiyyah). Acara ini dipusatkan di tanah madrasah Qudsiyyah, di Jl KHR Asnawi Kelurahan Kerjasan dan Kelurahan Damaran, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus Selasa (3/5/2011) malam.

Acara puncaknya digelar pengajian umum yang menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo serta sesepuh madrasah Qudsiyyah KH M Sya’roni Achmadi. Sebelumnya akan digelar dengan berbagai macam acara.

Pada Selasa (3/5) pagi diselenggarakan berbagai perlombaan untuk anak-anak, lomba Sholawat dan lomba Rebana atau biasa dikenal dengan lomba terbang. Lomba sholawat diperuntukkan untuk siswa TK dan sederajat, sementara lomba Rebana bagi siswa SD dan MI.

Selasa (3/5) sore harinya, sejumlah alumni yang tersebar di Kudus serta luar kota, seperti Jepara, Pati, Demak, Semarang, dan Jakarta mengdakan ziarah dan tahlil ke makam para guru dan pendiri Madrasah itu. Diantaranya KH R Asnawi di komplek makam Masjid Menara Kudus dan ke makam KH Yahya Arif, KH Ma’ruf Asnawi, KH Ma’ruf Irsyad di pemakaman Sedio Luhur Bakalan Krapyak. Tak ketinggalan, seluruh siswa Qudsiyyah mulai dari tingkat MTs dan MA juga ikut berziarah dan tahlil yang dipimpin KH Nur Halim Ma’ruf.

Menurut Ketua Umum IKAQ, H M Ihsan, acara haul masyayikh sendiri dilaksanakan dalam rangka mengenang kembali jasa para sesepuh dalam mengembangkan madrasah yang telah berdiri tegak sejak tahun 1919.

“Terlebih, agenda ini dalam rangka menggali nilai-nilai luhur serta jasa para sesepuh dalam berdakwah,” ungkapnya.

Sedangkan tujuannya, lanjut Ihsan, agar dapat meneladani dan memberikan inspirasi dalam meneruskan perjuangan berdakwah para sesepuh dan guru.

“Semangat juang tanpa lelah dan tak kenal putus asa dari para guru patut kita tiru untuk memberikan semangat pada kita,” tambahnya.(*)