Posting dengan Tag ‘rebana’

Petualangan Jam’iyyah Ad- Dufuf Al- Mubarok

Rebana, yang di kota Kudus dikenal dengan nama “Terbangan” merupakan instrumen non-melodis yang dimainkan dengan alat musik tradisional yang terbuat dari kulit hewan (kambing/kerbau). Dari kumpulan nadanya tercipta suatu suara yang enak didengar, bahkan kadang menggetarkan hati, bahkan kadang. Pada dasarnya instrumen terbang adalah sebagai ritmit (pengiring) dari beberapa shalawat dan lagu qosidah. Dalam Islam sebagaimana dalam hadis Nabi disebutkan bahwa ” Ad-Dufuf ” (terbang) merupakan sebuah seni yang dianjurkan untuk dilaksanakan saat dilangsungkan acara pernikahan.

Madrasah Qudsiyyah, dalam rangka mengaktualisasikan sunnah Nabi, serta menjadi mendia penyalur bakat santri dalam kesenian, tak mau ketinggalan dalam menciptakan satu group Rebana. Tepatnya pada tanggal 26 Rajab 1418 H./ 27 Nopember 1997 TU. oleh Guru Besar Madrasah Qudsiyyah, KH. M. Sya’roni Achmadi meresmikan “Jam’iyyah Ad-Dufuf Al Muabarok” (group rebana Al Mubarok) di Madrasah Qudsiyyah.

Saat itu, sebelum didirikannya Al-Mubarok ini, diperkirakan sudah ada group rebana yang berdiri di Madrasah Qudsiyyah yakni ditandai dengan adanya seperangkat alat rebana klasik ketipung atau terbang. Alat itu sampai sekarang masih terawat dengan baik. Hingga kini Al Mubarok Qudsiyyah ini adalah group shalawat yang sampai detik ini  masih terus eksis, mempertahankan seni tradisional islami untuk melantunkan qosidah-qosidah arab.

Dalam catatan sejarah, awal mula lahirnya Group ini dimotori oleh beberapa santri pendatang dari luar kota kudus, yakni Kota Pasuruan Jawa Timur, Bangil Pekalongan dan Kota Wali Demak. Mereka terinspirasi untuk membangun group Rebana di madrasah yang telah ada sejak tahun 1919 ini. Selain sebagai wadah kesenian santri, Kemunculan Al-Mubarok, juga tak lepas dari kondisi masyarakat yang saat itu sedang gandrung akan Rebana islami.

Jam’iyyah Ad-Dufuf Al mubarok Qudsiyyah sendiri awal mula adalah group yang mendalami terbang ala Pekalongan (Habsyi), setelah beberapa bulan kemudian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Al Mubarok memprakarsai pendirian terbang ala Kota Demak atau lebih masyhur di Kudus dengan sebutan “Jipin”.

Keberadaan Al Mubarok sangat mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Hal ini terbukti dengan seringnya diundang dalam acara pentas seni, pengajian, tasyakuran, walimahan, dan lain-lain, baik di dalam kota maupun di luar kota Kudus.

Peningkatan kreatifitas siswa yang terakomodir dalam Al Mubarok tampak jelas, dengan banyaknya deretan prestasi yang pernah digaetnya. Dan tak tanggung-tanggung, ketika tahun 1998-an berhasil merilis album perdana yang bertajuk “Album Kenangan”, dan penyajian album itu diteruskan dengan album-album selanjutnya yaitu: Sholawat Asnawiyyah I, Sholawat Asnawiyyah II, Yaa Robba Makkah, Tersenyum, serta Kerinduan. Dari kesemua album didalamnya terkandung untaian solawat Asnawiyyah yang dikemas secara intonasi dan instrumental yang berbeda-beda sedangkan sang pencipta solawat Asnawiyyah adalah Pendiri dari Madrasah Qudsiyyah yaitu beliau KHR. ASNAWI.

Alhamdulillah sampai saat ini Jam’iyyah Ad-Dufuf Al Mubarok Qudsiyyah  masih dapat menyuguhkan lantuna salawat, yaitu dengan beredarnya album yang ke-7 yang diberi lebel “Kasih Sayang” dengan single hitsnya “Sholatun”.

Pada tahun 2008 Al Mubarok juga berhasil mengeluarkan albumya yang ke VIII dengan tajuk “Satu Hati”, akhir-akhir ini Al mubarok baru merilis album ke IX dengan penampilan baru, mengikuti perkembangan zaman yaitu dalam bentuk CD dan ada video klipnya.

ALBUM DAN NSP “RAYUANKU” AL-MUBAROK DILUNCURKAN

QUDSIYYAH, KUDUS– Album terbaru Rebana Al Mubarok madrasah Qudsiyyah segera diluncurkan ke pasaran. Peluncuran ini setelah semua proses rekaman yang dilakukan beberapa bulan terakhir ini dirampungkan.

Album IX Al Mubarok bertajuk “Rayuanku” ini bakal dilaunching ke para penggemar bersamaan dengan acara Haul Masyayikh IKAQ pada malam Rabu (3/5/11) pukul 18.30 WIB di tanah madrasah Qudsiyyah, Jl. KHR Asnawi Kudus, tepatnya di sebelah Utara MTs Banat Kudus.

Dalam launching tersebut tak hanya album biasa seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Pada peluncuran tahun ini akan diluncurkan sepuluh lagu. Selain dengan sepuluh lagu yang tentu enak di telinga juga para penggemar bakal dimanjakan dengan Video Clip yang telah dihasilkan. “Masing- masing lagu memiliki alur cerita dalam Video Clip yang pengarapannya murni dari kreativitas santri Qudsiyyah sendiri,” ujar Hasan Albab, salah satu personel Al Mubarok.

Ia menambahkan salah satu lagu andalan yang bakal diluncurkan berkolaborasi dengan Habib Syech serta seniman lainnya adalah adalah lagu berjudl  Hadza Rasulullah. “Yang jelas sangat rugi bila tidak hadir langsung,” tegasnya.

Salah satu keistimewaan lain dalam album Al-Mubarok kali ini adalah lagu dengan judul Syaikhuna. Lagu yang diciptakan sendiri oleh santri Qudsiyyah. Miftah Rahman ini, adalah lagu yang menceritakan riwayat KH Ma’ruf Irsyad, sesepuh madrasah Qudsiyyah yang meninggal dunia Oktober tahun 2010 lalu.   Lagu ini berisikan biografi beliau serta ajaran-ajaran dari beluau yangoatut diteladani.

Tak ketinggalan  grup Al-Mubarok tahun ini juga telah sukses meluncurkan NSP (nada dering) pada lagu-lagu terbaru ini. Jadi,para penggemar tak hanya dimanjakan melalui lagu dan Video Clip saja, tetapi juga lagu-lagu dakwah al Mubarok terbaru ini dapat didengarkan melalui nada dering di HP semua operator di Indonesia. (*)

KENALKAN SENI ISLAMI MELALUI LOMBA REBANA DAN SHOLAWAT

QUDSIYYAH, KUDUS-Guna memperkenalkan seni islami terhadap anak-anak, madrasah Qudsiyyah Kudus menggelar lomba seni islami Rebana tingkat SD dan MI dan juga lomba sholawat tingkat TK sederajat. Lomba yang dilaksanakan di halaman madrasah Qudsiyyah Jl. KHR Asnawi Kudus ini, Selasa (3/5) ini sekaligus merupakan serangkain acara Haul Masyayikh madrasah Qudsiyyah yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) Kudus.

Dalam sambutan kepala MI Qudsiyyah, M Aftoni, sesaat sebelum lomba rebana dan sholawat, mengungkapkan pentingnya mengenalkan agama kepada anak-anak. Salah satunya melalui seni islami yang menarik minat anak-anak. “Kita berharap melalui lomba Rebana ini anak-anak semakin cinta terhadap islam,” katanya.

Seni Rebana atau juga disebut dengan terbangan merupakan salah satu kesenian Islam yang didalamnya berisikan tentang lagu-lagu islami,baik itu pujian terhadap Allah atupun sholawat kepada Nabi Muhammad.

Lebih lanjut dikatakan, melalui lomba tersebut tidak hanya berkutat pada siapa yang bakal meraih juara, tetapi yang paling penting justru adalah memupuk semangat serta kecintaan terhadap agamanya.

Kagiatan lomba tersebut juga merupakan momentun peluncuran album ke-9 grup Rebana Al-Mubarok Madrasah Qudsiyyah yang bertajuk Rayuanku. Dalam album yang berisi sholawat sebanyak 10 buah tersebut selain diluncurkan dalam bentuk kaset juga akan diluncurkan dalam bentuk video compact disc (VCD) lengkap dengan video clip hasil karya dari kreativitas siswa-siswa Qudsiyyah. Salah satu lagu andalan adalah lagu yang berjudul Syaikhona yang berisi tentang profil KH Ma’ruf Irsyad yang meninggal pada tahun lalu, lengkap degan video dan gambar beliau semasa hidup dan ketika prosesi pemakaman.

Peluncuran album ini sendiri dilakukan pada pengajian umum semalam yang juga mengundang habib Syech bin Abdul Qodir (Solo) serta KH M Sya’roni Ahmadi yang merupakan sesepuh madrasah Qudsiyyah.
Sebelum pengajian dilaksanakan sore kemarin juga diadakan ziarah dan tahlil ke makam para guru madrasah Qudsiyyah yang dipusatkan di Pemakaman Sedio Luhur Bakalan Krapyak. Ziarah ini diikuti oleh alumni madrasah Qudsiyyah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kudus serta alumni yang berasal dari luar kota, seperti Jepara, Pati, Demak, Semarang, dan Jakarta. Tak ketinggalan, seluruh siswa Qudsiyyah mulai dari tingkat MI, MTs dan MA juga dilibatkan dalam ziarah dan tahlil ini. (*)