QUDSIYYAH, KUDUS – Pendaftaran santri putri Qudsiyyah bakal mulai dibuka pada Sabtu Kliwon, 16 Maret 2019. Secara umum proses pendaftaran dilakukan dengan dua tahap. Pertama, tahap pendaftaran MTs Qudsiyyah Putri dan tahap Kedua pendaftaran Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.

 

Sebelum mendaftar pada Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, santri diharuskan lulus pada seleksi pendaftaran pendidikan formal MTs Qudsiyyah Putri. Pada proses pendaftaran MTs Putri, wali santri dan santri datang ke lokasi pendaftaran di komplek Qudsiyyah Putri, Jl Lambau No. 01 Singocandi Kudus. Selain mengisi biodata diri, pada hari pendaftaran calon santri sekaligus melakukan tes seleksi. Adapun materi seleksi pendaftaran meliputi  (1) baca Al Qur’an, (2) baca tulis pegon, (3) Bahasa Indonesia, (4) Bahasa Arab, (5) Bahasa Inggris, dan (6) IPS.

 

Proses pendaftaran dan tes seleksi masuk MTs Putri ini akan berlangsung selama 10 hari dan berakhir pada Selasa Kliwon 26 Maret 2019. Adapun pengumuman hasil seleksi akan diumumkan pada Sabtu, 30 Maret 2019. Secara teknis, para proses pendaftaran MTs Putri ini adalah dengan mengisi bioadata calon santri dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)

 

Bagi peserta yang dinyatakan lolos, maka dilakukan proses daftar ulang pada 1-14 April 2019 dengan mengumpulkan persyratan teknis antara lain, (1) akta kelahiran, (2) Kartu keluarga (3) KTP ayah, ibu (4) Fotocopy ijazah dan SKHUN terakhir dan (5) KIP/PKH/KPS bagi yang memiliki, sekaligus membyar biaya pengembangan sebesar Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah).

 

Download Brosur Pendaftaran Qudsiyyah Putri

 

Pada Proses daftar ulang MTs putri ini, sekaligus melayani pendaftaran Pondok Pesantren Putri. Pendaftaran Ponpes yang membuka dua jurusan Tahfid Al Qur’an dan Jurusan Kitab Fiqih ini dilakukan selama dua pekan, yakni pada 25 Rajab hingga 8 Sya’ban 1440. Pada proses pendaftaran pondok pesantren ini, dilengkapi dengan akta kelahiran, kartu keluarga, ktp orang tua serta biaya pendaftaran sebesar Rp 1.800.000,- (satu juta delapan ratus ribu rupiah).

 

Pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, M. Isbah Kholili, menyatakan, calon santri yang akan mendaftar di pesantren nanti akan diseleksi kembali untuk masuk di Program Tahfidz al Qur’an dan Program Kitab Fiqih.  “Yang paling penting, calon santri harus menyiapkan diri, baik secara fisik maupun mental untuk belajar dan tafaqquh fiddin di pesantren,” katanya.  (*)